Selasa, 15 April 2014

Daewoo Securities: Sejak Jokowi Capres, Aksi Beli Asing Tembus Rp 19 T

Riset PT Daewoo Securities Indonesia menyatakan, semenjak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon presiden (capres) Indonesia dari partai Partai Demokrasi Indonesia (PDI-P) pembelian bersih investor asing (net buy) sebesar Rp 19 trilliun.
Meski sempat terjadi aksi jual saham besar-besaran pasca pemilu legislatif (pileg) 9 April lalu, namun hal itu dinilai hanya koreksi sesaat.
"Kami ingin menunjukkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan hingga membuat sentimen menjadi bearish (melemah)," tulis riset Daewoo, Selasa (15/4/2014).
Riset Daewoo menyatakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok setelah pengumuman hasil hitung cepat yang menyatakan PDI-P tidak mendapat suara mayoritas, sehingga Jokowi yang digadang-gadang akan lolos langsung mencalonkan presiden gagal.
"Hal ini menarik perhatian investor, khususnya asing yang pada hari perdagangan sesudah hitung cepat melakukan net sales terbesar tahun ini yaitu Rp 1,5 trlliun," kata riset tersebut
Namun faktanya, investor asing telah melakukan pembelian bersih sebesar Rp 20,4 trilliun mulai 14 Maret sampai 10 April. "Ini menunjukkan penjualan besar-besaran Kamis lalu hanya kejadian minor," kata dia.
Berdasarkan data Daewoo, dari awal tahun sampai saat ini, investor asing telah melakukan pembelian saham bersih (net buy) sebesar Rp 30,9 trilliun. Sebaliknya, investor asing juga telah melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 7,7 trilliun dalam 12 bulan terakhir. "Angka ini sudah kami ikut sertakan di dalam pembelian bersih Rp 30,9 trilliun," tulis riset tersebut.
Riset tersebut juga menyatakan, valuasi Indonesia memang terlihat sehat jika dibandingkan IHSG dengan price earning (P/E) 15x dan rata-rata emerging market dengan P/E 11x.
Hal ini kata diproyeksi menjadi lebih baik lagi, jika reformasi kebijaksanaan pemerintah terus dilakukan, sehingga akan mendongkrak earning price share (EPS).
"Kemudahan investor asing dan domestik menaruh investasinya di Indonesia akan memberikan sentimen positif," kata riset tersebut.

Sumber :
beritasatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar