Minggu, 14 Juli 2013

Terhalang PDI Perjuangan, Jokowi Hanya Jadi Presiden Survei

Kesekian kalinya, nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut dalam hasil survei dan riset untuk menjadi pemenang untuk Pemilu 2014.
Hal itu diketahui berdasarkan riset Institute for Transformation Studies (Intrans) yang melibatkan 150 orang responden yang dibagi ke dalam 10 kelompok Focus Group Discussion yang diadakan bulan Mei hingga Juli 2013.
"Diyakini jika Jokowi maju dalam Pemilihan Presiden 2014, Jokowi akan memenangkan kursi presiden 2014 secara mutlak dan meyakinkan," ujar Direktur Intrans, Saiful Haq di dalam peluncuran hasil riset Intrans di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, Minggu (14/7/2013).
Lanjutnya, alasan Jokowi bisa menang dalam pilpres karena banyak responden yang melihat mantan Walikota Solo itu diberi atribut merakyat alias ndeso.
"Rekam jejak dan keputusan politik yang diambil Jokowi tidak dilihat. Responden mengidentifikasi Jokowi sebagai rakyat kebanyakan dengan menggunakan bahasa ndeso. Dia dinilai merakyat," kata Saiful. 
Sementara itu, Pengamat Sosial politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sujito melihat, fenomena Jokowi yang berada diurutan teratas dalam berbagai lembaga survei memang kerap ditemui dari berbagai lembaga survei. Namun demikian, kata Arie, Jokowi sendiri masih terkendala di partainya dalam pemberian restu untuk benar-benar maju bertarung di Pemilihan Presiden 2014. "Jokowi {nggak} akan berani melampaui partainya," kata Arie.
Selain itu, PDIP sendiri tidak bisa begitu saja mengutus Jokowi untuk ikut dalam pencapresan. Sebab, keputusan pada PDIP ada di tangan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. "Logika dinasti politik PDIP harus ditinggakan," paparnya.
Riset Intrans ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi mendalam yang terbagi dalam 10 kelompok elemen masyarakat. Dalam riset ini menunjukan peluang yang menang dalam pilpres 2014 adalah Jokowi, Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Abu Rizal Bakrie, Wiranto, Mahfud MD, Surya Paloh, Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan.
Sedangkan dalam rangking Cawapres 2014, riset ini melihat sosok yang tepat untuk menjadi cawapres dengan kriteria atribut berupa Profesionalisme, cerdas, solusi ekonomi, rendah hati di dominasi kandidat muda, adalah Gita Wirjawan dan Hari Tanoesoedibjo. Sementara untuk atribut pengalaman dalam karir dan teruji dalam integritas, beberapa tokoh senior pun keluar seperti Ginanjar Kartasasmita, Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla.
Namun, dalam riset ini, respons responden cukup mengalami kesulitan ketika harus menentukan rangking tingkat minat dan sikap mereka terhadap kandidat cawapres (ketat dalam persaingan). Namun setelah mempertimbangkan seluruh atribut maka responden memilih Ginanjar Kartasasmita di posisi teratas dengan selisih tidak jauh berbeda dengan Gita Wirjawan dan Hari Tanoesoedibjo.
"Persepsi pemilih terhadap cawapres sangat dipengaruhi oleh kriteria atribut ideal cawapres dan skenario pasangan Muda-Muda dan Muda-Tua. Serta juga persepsi pasangan ideal Soekarno-Hatta dan SBY-JK," kata Saiful.

Sumber :
okezone.com

Jokowi Unggul Karena Merakyat

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pemenang jika maju sebagai calon presiden di pilpres 2014.
Hal itu diketahui dari riset Institute for Transformation Studies (Intrans) yang melibatkan 150 orang responden yang dibagi ke dalam 10 kelompok Focus Group Discussion yang diadakan bulan Mei hingga Juli 2013.
"Diyakini jika Jokowi maju dalam Pemilihan Presiden 2014, Jokowi akan memenangkan kursi presiden 2014 secara mutlak dan meyakinkan," ujar Direktur Intrans, Saiful Haq di dalam peluncuran hasil riset Intrans di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, Minggu (14/7/2013).
Menurut Saiful, alasan Jokowi dapat memenangkan Pilpres 2014 karena responden melihat Jokowi itu merakyat. Responden mengindentifikasi Jokowi sebagai rakyat kebanyakan.
"Rekam jejak dan keputusan politik yang diambil Jokowi tidak dilihat. Responden mengidentifikasi Jokowi sebagai rakyat kebanyakan dengan menggunakan bahasa ndeso. Dia dinilai merakyat," ucap Saiful.
Nama Jokowi, kata dia, tidak disebut responden masuk sebagai calon wakil presiden (cawapres). Selain Jokowi, nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tidak masuk dalam kandidat cawapres.
"Pemilih sudah menempatkan tiga nama ini sebagai capres. Nama lain muncul sebagai kandidat capres dan cawapres," pungkasnya.

Berikut adalah sejumlah nama capres yang mengemuka dalam diskusi, termasuk kategori yang ditentukan sendiri oleh responden lewat diskusi.
  1. Kategori merakyat: Jokowi, Megawati, Jusuf Kalla.
  2. Keberpihakan kepada rakyat: Jokowi, Jusuf Kalla, Megawati.
  3. Track record bersih: Jokowi, Mahfud MD, Jusuf Kalla.
  4. Kewibawaan: Prabowo, Wiranto, Jokowi.
  5. Kecepatan kerja: Jokowi, Jusuf Kalla, Mahfud MD.
  6. Sikap aspiratif komunikatif: Jokowi, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla.
  7. Ketegasan citra: Prabowo, Jokowi, Mahfud MD.
  8. Keberanian sikap: Jokowi, Prabowo, Surya Paloh.


Sumber :
- jpnn.com
- detik.com

Jokowi Janji Tambah Fasilitas di Hutan Kota Penjaringan

Fasilitas di Hutan Kota Penjaringan di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, masih kurang. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pun berjanji akan menambah fasilitas di Hutan Kota Penjaringan.
"Aktivitas fisik harus ada. Itu memang sulit, tetapi jelas di dalam (hutan kota) harus ada kegiatan," ujar Jokowi, saat mengunjungi Hutan Kota Penjaringan, Minggu (14/7/2013).
Jokowi mengatakan, Pemerintah Provinsi DK I Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Pemakaman, telah berencana membangun fasilitas untuk hutan kota Pejagalan, antara lain sarana bermain untuk anak dan keluarga, bangku taman.
Jokowi mengatakan, yang terpenting dari sebuah taman adalah menjalakan fungsi sebagai daerah resapan air dan ruang bagi aktifitas warga umum. "Sehingga terjadi interaksi antar masyarakat dan bisa menjadi modal sosial," tukas sang gubernur.
Luas Hutan Kota Penjaringan 60 hektare, yang akan bertambah jika proses pembebasan tanah selesai. Lahan itu mulai ditanami sejak 2010 dan sekarang memiliki sekitar 20 jenis pohon.
Seorang pengawas Hutan Kota Penjaringan berharap sengketa lahan bisa diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga akses masuk hutan kota Pejagalan bisa ditambah.
"Kalau bisa cepat dibebasin, soalnya sampai sekarang ini satu-nyanya akses masuk," ujar pengawas tersebut.

Sumber :
kompas.com

Nasib PKL Tanah Abang di Tangan Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sangat terusik dengan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tanah Abang yang selalu tumpah ke jalan sehingga mengakibatkan macetnya lalu lintas di kawasan tersebut.
Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta merencanakan merelokasi PKL ke Blok G Tanah Abang. Rencananya, relokasi ini akan diawasi selama 1 tahun.
"Biar dipakai yang lain, kalau kelamaan yang lain nggak bisa bikin aktivitas di situ, bagi-bagilah," kata Jokowi ketika masalah penertiban PKL Tanah Abang.
Hal itu dikatakan Jokowi usai meninjau Taman Hutan Kota (THK) Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (14/7/2013).
Penertiban PKL Tanah Abang itu, imbuh Jokowi, tidak bisa sekali jadi. Cara-cara represif dihindari untuk bulan pertama. Penertiban dilakukan Satpol PP dan Dishub DKI secara bertahap.
"Pelaksanaannya sendiri diawasi 6 bulan - 1 tahun, diawasi kayak di Jatinegara dan Pasar Minggu.
Kita ini membersihkannya tidak sekali jadi. Kalau mau sehari jadi, tapi kita kan tidak mau seperti itu," jelas Jokowi.
Blok G Tanah Abang, imbuh Jokowi, sekarang sedang dicat dan diperbaiki. Pemprov DKI akan membuat akses jalan baru ke Blok G Tanah Abang.
"Baru kita ke sini, mungkin bisa dibuat akses jalan baru," tutup Jokowi.

Kriteria Lelang Jabatan Kepala Sekolah Masih Dalam Proses

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan lelang jabatan atau seleksi dan promosi terbuka untuk camat dan lurah yang selesai pada Juni lalu. Selanjutnya, giliran jabatan kepala sekolah yang akan dilakukan proses lelang.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada perbedaan kriteria lelang jabatan antara camat dan kepala sekolah ini. Namun, seperti apa perbedaan kriteria tersebut, dia masih enggan menyebutkannya. "Baru disiapkan," ujarnya di sela-sela blusukan di Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (14/7/2013).
Jokowi menargetkan lelang jabatan kepala sekolah dilakukan pada penutupan tahun 2013. "Akhir tahun ini," kata dia. Rencananya, Dinas Pendidikan akan membuka pendaftaran lelang jabatan kepala sekolah dengan online mulai Oktober 2013. Adapun mengenai mekanismenya masih dalam proses penggodokan.
Lelang jabatan untuk kepala sekolah ini bertujuan untuk mengetahui potensi guru yang layak sebagai kepala sekolah dan tidak. Diharapkan, lelang jabatan ini mampu mendapatkan kepala sekolah yang mempunyai nilai-nilai kepemimpinan yang lebih baik. Seleksi kepala sekolah ini akan dilakukan secara terbuka bagi guru-guru yang ada di lingkup pendidikan dan terbatas pada wilayah DKI Jakarta.


Sumber :
tempo.co

Jokowi Bagi-bagi Buku dan Uang

Setelah mengadakan peninjauan di Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membagikan buku kepada anak-anak di Kampung Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (14/7/2013).
Seperti biasa, Jokowi disambut antusias dan dikerubuti warga dan anak-anak.
Saat beranjak menuju mobilnya, Jokowi dibantu ajudannya mengeluarkan paket buku-buku tulis. Warga yang melihat Jokowi spontan datang menyerbu Jokowi. Tua, muda, laki, perempuan dan anak-anak berbondong-bondong menghampiri Jokowi untuk menyalaminya.
"Aku nanti kalau udah gede mau jadi Jokowi aja!" teriak seorang anak disana.
"Ini mau salim (salaman) biar jadi gubernur kaya Jokowi aja," kata salah satu ibu yang mengantar anaknya berjabat tangan dengan Jokowi.
Jokowi juga kemudian terlihat membagi-bagi "ampelop" (uang?), entah berapa jumlahnya, kepada warga.
Menanggapi hal ini, seorang ibu berkata,
"Yang penting ketemu Pak Jokowi sudah senang," katanya.

Jokowi Tak Tonton Arsenal dan Shalat Tarawih Entah Dimana

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dipastikan tidak akan menonton pertandingan sepak bola persahabatan antara Arsenal melawan Timnas Indonesia All Star, yang rencananya akan diselenggarakan
di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/7/2013).
Hal ini terungkap ketika Jokowi meninjau Taman Hutan Kota (THK) Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (14/7/2013).
"Nggak," jawab Jokowi menjawab pertanyaan para wartawan.
Selain hal itu, Jokowi juga masih menyembunyikan lokasi di mana Jokowi akan bershalat tarawih malam ini maupun di malam-malam selanjutnya.
"Malam ini shalat tarawih?" tanya wartawan.
"Iya nanti tarawih," jawab Jokowi.
"Dimana pak?" lanjut wartawan.
Jokowi tak menjawab pertanyaan ini.
Meskipun Jokowi mengatakan tak akan menonton sepak bola, tetapi masih terbuka peluang tersebut. Hal ini disebabkan kebiasaan Jokowi yang selalu memberi kejutan seperti yang dilakukannya ketika pertandingan Indonesia vs Malaysia, 1 Desember 2012 yang lalu.

Jokowi Periksa Taman Hutan Kota Penjaringan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan, kali ini sasarannya Taman Hutan Kota (THK) Penjaringan, Jakarta Utara. Tujuan utama Jokowi kali ini adalah untuk melakukan pengecekkan jumlah jenis tanaman yang ada di sana dan rencana pemasangan bangku taman jika diperlukan.
Jokowi tiba di Penjaringan, sekitar pukul 11.10 WIB Minggu (14/7/2013). Sesampainya disana, Jokowi langsung berkeliling dan melihat-lihat isi taman sekitar 20 menit.
Jokowi dipandu seorang petugas THK, bernama Tanjung.
"Total berapa luasnya?" tanya Jokowi.
"Kurang lebih 6 hektar," jawab Tanjung.
"Yang baru sebelah sana itu apa?" lanjut Jokowi.
"Anggur laut, Pak," jawab Tanjung.
"Ada berapa jenis tanaman, Pak," sambung Jokowi.
"Lebih kurang ada 20 lebih tanaman. Taman ini sudah ada mulai tahun 2010," kata Tanjung.
Jokowi juga memandang jumlah pohon di kawasan hutan kota ini lebih dari cukup sehingga belum perlu adanya penambahan.
Selain itu Jokowi melihat kemungkinan adanya bangku taman di hutan kota itu.
"Semua taman akan kita usahakan, semua trotoar, semua jalan bangku taman. Kita kan baru nyoba di Thamrin, nanti kita mau lihat terpakai atau tidak. Yang penting dalam sebuah taman itu isinya bisa untuk public space, sehingga terjadi interaksi antar masyarakat, sehingga bisa menjadi modal sosial," jelas Jokowi pada wartawan.


Sikap Dingin Jokowi Pada Djan Faridz

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai seorang yang sangat disiplin dalam menjalankan berbagai kegiatannya, apalagi kegiatan resmi, Jokowi selalu bersemangat menghadirinya.
Hal yang tidak biasa, ditunjukkan oleh Jokowi ketika harus menghadiri acara Ground Breaking Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang diselenggarakan di Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2013). Selain Jokowi, dalam acara tersebut juga dihadiri Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Muhaimin Iskandar, bahkan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa juga nampak hadir.
Entah karena macet atau molornya jadwal sebelumnya atau alasan lainnya, Jokowi terlambat hadir dalam acara tersebut, ulah Jokowi ini memaksa para menteri harus bersabar menunggu sekitar 45 menit.
Tak cukup dengan terlambat saja, dua kejadian lain yang juga diluar kebiasaan Jokowi nampak pada akhir acara tersebut. Usai acara, Mepera Djan Faridz menawari Jokowi untuk meninggalkan acara dengan menggunakan mobil Djan Faridz, tetapi tawaran ini ditolak mentah mentah oleh Jokowi dengan cara khas Solo.
"Mari, Mas, ikut satu mobil sama saya saja. Di mana-mana macet soalnya," ajak Djan Faridz kepada Jokowi.Namun, orang nomor satu di DKI Jakarta itu tidak mengiyakan. Ia mengatakan ingin membagi-bagikan buku tulis terlebih dahulu kepada anak yang tinggal di sekitar lokasi Ground Breaking Rusunawa.
"Nanti ya, aku tak bagi-bagikan buku dulu buat anak-anak," jawab Jokowi.
Setelah perbincangan itu, Jokowi beranjak ke mobil mengambil setumpuk buku tulis dan membagikan buku tulis. Sementara, Djan Faridz menunggu dengan sabar menunggu dalam mobil Lexus warna hitam miliknya.
Usai menjalankan aksi keperdulian, membagi bagi buku tulis pada anak-anak, Jokowi seakan-akan tak memperdulikan Djan Farid dan segera bergegas memasuki mobil dinasnya, Toyota Innova warna hitam. Melihat hal tersebut, Djan Faridz buru-buru menyusul Jokowi masuk ke mobil dinas Jokowi dari pintu mobil sisi lainnya. Mereka duduk berdampingan di kursi bagian tengah mobil Inova dan langsung meninggalkan lokasi.
Sebagai orang Jawa, khususnya Solo, yang "ewoh pakewoh", kejadian semacam ini tak banyak mempunyai tafsir lain selain sebagai ungkapan sikap tak senang seseorang dengan orang lain.
Jika sikap yang ditunjukkan Jokowi ini sesuai tafsir, yaitu ketidak senangan Jokowi pada Djan Faridz, apakah yang melatar belakanginya ? Untuk sampai pada latar belakang, marilah kita kupas sekilas siapa Djan Faridz.

Djan Faridz dilahirkan di Jakarta dari pasangan Mohammad Djan dan Aisha Djan. Menempuh pendidikan pada sekolah SD St. Fransiskus (1957-1963), lalu SMP Kanisius (1963-1966) dan SMA Negeri 2 Jakarta (1966-1969). Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Tarumanagara, di mana dia lulus dengan sarjana arsitektur.
Usaha Faridz pertama adalah bengkel las, yang lama-kelamaan mulai menjual barang untuk bangunan. Pada tahun 1996 Faridz mendirikan PT Dizamatra Powerindo, sebuah kontraktor swasta yang pernah digunakan Pertamina. Djan Faridz juga pernah bermain dalam usaha spekulasi tanah, dan pernah menjadi anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Pada tahun 2004 Faridz menjadi anggota Nahdlatul Ulama (NU), dengan menjadi bendahara NU cabang Jakarta pada tahun 2009.
Pada tahun 2009, Faridz terpilih sebagai wakil Jakarta di Dewan Perwakilan Daerah dengan mengumpulkan sebanyak 200.000 suara, yang membuat dia menjadi kandidat nomor tiga.Sebagian besar dukungannya adalah dari NU dan pengusaha lain. Sebagai anggota DPD, dia mengutamakan pelestarian budaya Betawi dan meningkatkan kemampuan ekonomi Jakarta, dengan mengutamakan pasar tradisional.
Meskipun pada tahun 2000 Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan bahwa Faridz telah menerima uang tidak transparan untuk pembangunan tenaga listrik. Pada tahun 2004 Faridz memimpin renovasi pasar tekstil di Tanah Abang, yang juga menjadi kontroversial. Dia diketahui mempunyai hubungan baik dengan para politikus dan anggota TNI, Jokowi, sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada tanggal 17 Oktober 2011 dia terpilih sebagai Menteri Perumahan Rakyat, yang membuat dia mengundurkan diri dari pemilihan Gubernur Jakarta. Juga pada tahun 2011 ia terpilih sebagai kepala cabang NU di Jakarta sampai dengan tahun 2014.Selain hal tersebut perlu dicatat juga bahwa pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012, Djan Faridz dikenal pendukung pasangan Jokowi bahkan beberapa media yang melukiskan sebagai "Pengusaha di Balik Jokowi", juga sebagai pemilik PT Priamanaya Djan International (PT PDI) yang saat ini bersengketa dengan Pemprov DKI Jakarta.

Sengketa pengeloaan pasar Blok A Tanah Abang antara PD Pasar Jaya dan PT Primanaya Djan Internasional saat ini masih dalam tahap banding. Hal itu terjadi setelah Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengalahkan PD Pasar Jaya dalam sengketa tersebut. Kemudian yang berhak mengelola pasar Blok A itu PT Primanaya Djan Internasional.
Kuasa Hukum PD Pasar Jaya Taufik Basari, Sabtu (13/72013), mengatakan secara hukum saat ini sengketa pengelolaan pasar oleh perusahaan milik Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan Pemrov DKI itu masih belum ada perkembangan. Kata Taufik Basri, kedua pihak masih mengajukan banding. Tetapi masih terbuka penyelesaian jalan damai.
"Ini kan kasus perdata. Bisa diselesaikan melalui peradilan maupun kesepakatan damai," kata Taufik.
Taufik menuturkan, saat ini proses hukum tetap berjalan. Tapi jalan damai secara kekeluargaan tidak menutup kemugkinan ditempuh Jokowi dan Djan Faridz.
"Kalau proses banding memang sedang berjalan, begitu pula PT Primanaya sekarang mengajukan banding. Tapi kami masih terbuka merenegosiasi terhadap putusan pengadilan itu, jadi masih terbuka untuk penyesaaian damai," katanya.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan sengketa pengelolaan Pasar Blok A dengan PT Primayana itu sudah 99 persen selesai. Dia mengatakan, kemungkinan besar pasar itu akan kembali dikelola oleh Pemprov DKI, dalam hal ini PD Pasar Jaya.
"Sudah dalam proses semuanya hampir rampung. Kami usahakan untuk kembali jadi milik Pemprov," kata Jokowi.

Catatan ICW dan sengketa pasar Tanah Abang inikah yang menjadi dinginnya sikap Jokowi pada Djan Faridz? Bagaimana dengan balas budi dukungan Djan Faridz pada Pilgub DKI Jakarta yang lalu? Akankah Jokowi bisa melupakan dukungan Djan Faridz di masa yang lalu?
Waktu yang akan menjawabnya.[Prometheus]

Kepala BNP2TKI: Jokowi Jadi Gubernur karena Bantu TKI

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat dan rombongan Safari Ramadan BNP2TKI VI Tahun 2013, meresmikan pembukaan kegiatan Pasar Murah TKI yang digelar BNI 1946 di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pasar murah yang diadakan melalui pembagian sembako murah kepada 1.434 keluarga TKI, juga akan diadakan di 10 kampung TKI lain di Pulau Jawa dan Madura.
"Kami bersyukur BNI mengadakan pasar murah, dan pemerintah mengharap tahun depan kegiatan ini bisa diperluas di lebih dari 11 kota," ujar Jumhur di Islamic Center Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (13/7/2013).
Menurut Jumhur, kegiatan pasar murah kepada TKI bisa menekan inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga barang jelang puasa hingga Lebaran.
"Kami mengharapkan apa yang sudah dilakukan BNI dengan pasar murahnya selama ini, bisa diikuti mitra kerja pemerintah lainnya di kantong-kantong TKI," harap Jumhur.
Dia menuturkan, Wali Kota Jakarta Utara dan BNI yang bersedekah dengan ikhlas membagikan sembako kepada TKI dengan harga murah, Insya Allah rezeki mereka akan lebih bagus.
Jumhur mencontohkan mantan Wali Kota Solo Joko Widodo yang telah berjasa kepada TKI, dengan membangun gedung pelayanan kepulangan TKI termegah di Bandara Adi Soemarmo.
"Alhamdulillah, karena membantu TKI dengan ikhlas, Pak Jokowi kini menjadi Gubernur DKI Jakarta," katanya.
Sebaliknya, lanjut Jumhur, yang tidak berbuat baik kepada TKI, akan mendapat kutukan dari Tuhan. Jumhur menjelaskan, dengan adanya TKI yang bekerja di luar negeri sebanyak  6,5 juta orang, maka pengangguran di Indonesia telah berkurang.
Ia memaparkan, jika setiap satu TKI menghidupkan lima anggota keluarganya, maka ada 30 juta orang yang dihidupkan TKI. Kiriman 6,5 juta TKI, menurut Jumhur, telah menghidupkan desa-desa di Indonesia. Bahkan, kiriman TKI sudah banyak yang melampaui Angaran Belanja Pembangunan Daerah (APBD) di sejumlah daerah.
Meski TKI berjasa, Jumhur mengakui secara Jujur bahwa pemerintah baru mulai melindungi TKI sejak adanya UU 39/2004. Sebelumnya, sejak 1970-an, perlindungan TKI masih lemah karena belum ada undang-undang.
"Dengan adanya UU No 39, pemerintah mulai menata penempatan dan perlindungan TKI dengan lebih baik," ucapnya.

Sumber :
tribunnews.com