Senin, 21 Oktober 2013

Jokowi Optimistis Serapan Anggaran 97% di Akhir Tahun

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) optimistis penyerapan anggaran bisa sampai 97 persen pada akhir tahun 2013 ini. Meskipun, saat ini penyerapan untuk APBDP baru 44 persen saja.
"Tidak ada masalah, sekarang masih 44 persen. Nanti-nanti lihat Desember lah, di atas 90 persen," kata Jokowi di Balai Kota, Senin (21/10/2013).
Jokowi mengatakan, masih banyak serapan anggaran di dinas-dinas yang kecil. Diantaranya adalah Dinas Pertamanan dan Pemakaman,

Ramai-ramai Tertawakan Hasil Survei LSI

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia yang tak memasukkan nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo, karena dianggap hanya calon presiden wacana, terus menuai kritikan. Kondisi ini dinilai janggal. Bahkan, sebutan 'capres wacana' juga agak menggelikan dan aneh.
"Kebetulan saya baru selesai riset dengan lembaga baru saya. Menurut riset Public Virtue Institute yang baru kami luncurkan Jumat 18 Oktober  2013 lalu, "Jokowi" percakapan paling menarik dan paling banyak di sosial media jika bicara tokoh politik," kata Direktur Eksekutif Public Virtue Institute, Usman Hamid di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Tarif Monorel Dijamin Tak Mahal

Dilanjutkannya pembangunan megaproyek monorel oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membawa angin segar bagi warga ibu kota yang selama ini memimpikan angkutan umum yang canggih dan bisa diandalkan.
Apalagi, moda transportasi massal berbasis rel itu nantinya bisa mengangkut sekaligus ribuan penumpang sekali jalannya. Namun hingga sejauh ini pemerintah provinsi DKI Jakarta masih belum dapat memperkirakan berapa besaran tarif untuk naik monorel.

Jokowi: Pembebasan Lahan Jadi Kendala Normalisasi Sungai

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku memiliki kendala nonteknis dalam upaya normalisasi sungai-sungai yang ada di Jakarta. Yakni masalah pembebasan tanah.
"Yang sulit itu dinonteknisnya, pembebasan tanah itu tidak mudah," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Selain pembebasan tanah, masalah lainnya tidak hanya satu sungai yang normalisasi.

Jokowi Sambangi Rumah Warga Yang Tewas Tersengat Listrik

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melayat ke rumah almarhum Fahmi Imanuddin. Fahmi adalah tukang ojek payung yang tewas pada Sabtu (19/10/2013) lalu karena tersengat listrik di Jalan Pemuda, Jakarta Timur.
Jokowi tiba sekitar pukul 15.00 WIB di kediaman Fahmi di Jalan Pemuda IV, RT 5 RW 3, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (21/10/2013). Jokowi berjalan kaki menuju rumah Fahmi sekitar 200 meter karena lokasi rumah yang berada di dalam gang sempit.

Golkar 'Jatuh Cinta' kepada Jokowi

Partai Golkar makin serius menjajaki koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk Pemilu 2014, terutama koalisi Pilpres menggaet Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapres Ical. Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai PDI-P sebagai kompetitor yang serius.
"Pesaing terdekat kita adalah PDI-P, bagaimana mengatasi loncatan elektabilitas PDI-P karena misal punya Jokowi. Bagaimana 'bungkus' pak Ical dengan cawapres yang punya elektabiitas tinggi," ujar Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Jokowi Kembali Ke Ria Rio


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan ke kawasan Waduk Ria Rio guna melihat pengerjaan proyek normalisasi waduk tersebut yang diperkirakan akan selesai pada Desember 2013. Bahkan, Jokowi berencana membuat kawasan wisata air di daerah waduk tersebut.
"Ada wisata airnya nanti dong. Paling ada (hiburan) bebek-bebekan saja, tetapi bukan cuma (bebek) itu, ada ular-ularan juga," ujar Jokowi kepada wartawan yang ditemui di Waduk Ria Rio, Pulomas, Jakarta Timur, Senin (21/10/2013).

Jokowi Jadi Capres Wacana, Ini Kata Politisi PDI-P

Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Eriko Sotarduga tak mau berdebat soal hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan Joko Widodo sebagai capres wacana. Menurut dia, hasil survei hanya dijadikan acuan semangat untuk bekerja lebih giat lagi.
Eriko justru mencontohkan saat lembaga-lembaga survei banyak yang memprediksi hasil Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Kala itu, sejumlah lembaga survei memenangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ketimbang Joko Widodo (Jokowi) - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gerindra Bela Jokowi

Sebagai evaluasi setahun kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Waketum Partai Demokrat (PD), Nurhayati Ali Assegaf, menyebut maraknya kebakaran di Jakarta. Namun kritik Nurhayati soal kebakaran 1000 rumah di Kelapa Gading dibantah Damkar setempat. Lalu dapat dari mana Nurhayati?
Partai Gerindra sebagai pengusung Jokowi-Ahok di DKI membela pucuk pimpinan DKI tersebut. Menurutnya, kebakaran di Jakarta tidak hanya terjadi di era Jokowi. Dia balik bertanya soal data kebakaran di DKI yang dijadikan kritik keras ke mantan Wali Kota Solo itu.

Revitalisasi Kota Tua Jakarta Mulai Maret 2014

Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), tahapan revitalisasi Kota Tua Jakarta akan dimulai bulan Maret 2014. 
"Maret 2014 akan ada launching tahapan-tahapan perencanaan Kota Tua," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta. Senin (21/10/2013).
Jokowi mengatakan, pengerjaan perbaikan Kota Tua Jakarta akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama konsorsium pelaksana yang terdiri atas perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Taktik Jokowi Agar Pembangunan Monorel Tak Mandek

Pembangunan monorel yang sempat terbengkalai telah dilanjutkan kembali. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menunjuk satu tim yang akan mengawasi jalannya megaproyek senilai lebih dari 8T ini.
Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Sarwo Handayani (Yani), mengatakan tim yang ia pimpin berfungsi untuk mengevaluasi agar pembangunan tak mandek kembali.

Komentar Jokowi Tentang Akusisi Inter Milan Oleh Erick Thohir

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara tentang keberhasilan pengusaha terkemuka Indonesia, Erick Thohir membeli 70 persen saham Inter Milan.
Jokowi menanggapi positif akuisisi yang dilakukan Erick Thohir. Tak hanya itu, Jokowi berpendapat, jika bisa semua klub sepak bola Eropa dibeli pengusaha Indonesia.
"Saya kira bagus. Kalau perlu yang lain dibeli semuanya," ujar Jokowi di Balai Kota, Senin (21/10/2013).

Masalah KHL, Jokowi Diminta Konsultasi ke DPRD DKI Bukan Ke Megawati

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro, mengingatkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) terkait penetapan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Siti menyarankan,penetapan KHL dalam hal ini adalah kebijakan Pemprov DKI yang seharusnya didiskusikan bersama DPRD DKI, buruh, dan SKPD terkait.
Menurutnya tindakan Jokowi berkonsultasi dengan Megawati sebagai pimpinan partai, tentu akan mendapat sorotan yang kritis karena partai erat kaitannya dengan tarik menarik kepentingan.

Nurhayati Sehari 2x Serang Jokowi, Kali Ini Soal Mobil Esemka

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf kembali menyerang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Nurhayati menyerang Jokowi masalah realisasi penanganan kasus kebakaran di Ibu Kota. Kini, Nurhayati menyindir Jokowi terkait sikapnya menolak mobil murah. Padahal, menurut Nurhayati, saat menjabat Wali Kota Solo, ia getol mendorong proyek mobil murah Esemka. Penyerangan Nurhayati kali ini mengingatkan ketika beberapa tahun yang lalu ketika Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, menyerang Jokowi dengan mengatakan "Masak orang Solo disuruh jualan pecelterus".

Anas Berkicau Soal Elektabilitas PD dan Musim Jokowi

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum berkicau soal turunnya elekabilitas Partai Demokrat (PD) di survei terakhir. Anas menilai 'Jokowi Effect' penyebab turunnya elektabilitas PD.
"Pak SBY menjadi Ketum hasil KLB pada akhir Maret 2013, angka PD 11,7 persen. Skrg, Oktober 2013 angka PD 9,8. #angkabicara," tulis Anas diakun mikroblogingnya @anasurbaningrum, Senin (21/10/2013).

Yang Penting Beli Monyet Dulu

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum memikirkan nasib tukang topeng monyet. Hal tersebut menyusul rencana pembelian seluruh monyet yang dipekerjakan sebagai topeng monyet dan dikembalikan ke Taman Margasatwa Ragunan untuk upaya konservasi.
"Belum tau, itu urusan setelah monyet-monyetnya dibeli nanti," ujar Jokowi kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Nurhayati Kembali Berang Pada Jokowi

Entah apa yang ada dalam hati politisi Partai Demokrat,Nurhayati Assegaf, sehingga akhir akhir ini secara terus menerus mencemooh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Fraksi Demokrat DPR RI hari ini menagih janji Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), saat kampanye dulu untuk menuntaskan kebakaran di pemukiman warga Jakarta dan mengatasi macet ibu kota.
"Dua janji Pak Jokowi ke Jakarta dulu, saya ingin lihat apa benar sudah (direalisasikan). Mengatasi kebakaran dan kemacetan Jakarta," kata Nurhayati di gedung DPR RI Jakarta, Senin (21/10/2013).

LSI Bantah Sengaja 'Hilangkan' Jokowi Dalam Survei Capres

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) membantah telah sengaja 'menghilangkan' nama Joko Widodo ( Jokowi ) dan Prabowo Subianto dalam hasil risetnya yang dirilis kemarin. Peneliti LSI, Adjie Alfaraby, berdalih hilangnya dua nama tokoh itu adalah konsekuensi dua indikator yang dipakai.
Master komunikasi politik jebolan Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan dua indikator tersebut yakni: tradisi politik dan parliamentary threshold (PT).

Jokowi Diragukan Bisa Selesaikan Monorel

Deru mesin terasa memekakkan telinga di kawasan Tugu 66, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013) sekitar pukul 17:20 WIB. Dua alat berat penggali jenis beko terparkir.
Karangan bunga dan sisa-sisa upacara peresmian pembangunan megaproyek monorel Jakarta masih tampak. Setelah sekian tahun terbengkalai, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya melanjutkan proyek transportasi massal berbasis rel ini pada Rabu (16/10/2013) lalu.

NasDem Tuding Survei LSI Titipan Golkar

Partai Nasional Demokrat (NasDem) menuding survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) selama ini, merupakan agenda terselubung yang dilakukan Partai Golkar untuk meningkatkan elektabilitasnya menjelang pemilu.
Pasalnya, survei LSI itu selalu menempatkan partai pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) di posisi teratas.
Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP NasDem Patrice Rio Capella menanggapi hasil survei terbaru LSI yang menyatakan NasDem, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) terancam tidak lolos parliamentary threshold 3,5 persen.

Sibuk Urus Jakarta, Jokowi Tak Ikut Mega Lihat Pabrik ke Tangerang

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengunjungi buruh pabrik di Tangerang tanpa ditemanu Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) karena sibuk mengurus Jakarta.
"Mau lanjutin kerjaan dulu," ujar Jokowi usai bertemu Mega di rumah Mega, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2013).
Jokowi dan Mega bertemu di kantor PDI-P membahas kebutuhan hidup layak (KHL) 2014. KHL itu akan ditetapkan berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan dan buruh pada Selasa (22/10/2013) besok.

Mega-Jokowi Bahas Kebutuhan Hidup Layak 2014

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri untuk membahas kebutuhan hidup layak (KHL) 2014. Setelah pertemuan itu, Mega berangkat ke sebuah pabrik di Tangerang.
"Minggu ini, KHL harus diketahui. Ini untuk penetapan UMP. Kita tidak mau sama seperti tahun kemarin yang sampai ramai-ramai dengan pengusaha juga. Pagi ini ibu mau melihat langsung ke pabriknya," ujar Jokowi usai bertemu Mega, Senin (21/10/2013).

PDI-P Yakin Elektabilitas Jokowi Dongkrak Suara Partai

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto tak percaya dengan hasil survei yang dirilis oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Minggu (20/10/2013) kemarin. Survei LSI itu kemarin menyebut, popularitas Jokowi tak mampu mengatrol elektabilitas PDI-P. Ia yakin kepopuleran Jokowi menular ke PDI-P.
"Ketika LSI menangkap tidak ada korelasi, tentu ini harus dijelaskan secara metodologi," kata Hasto di kediaman Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Lembaga Survei Harus Jujur, Jangan Nihilkan Jokowi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto meminta lembaga survei tidak menihilkan sosok Joko Widodo (Jokowi) dalam survei elektabilitas bakal calon presiden di 2014. Menurutnya, seluruh lembaga survei harus melakukan penelitian dengan jujur dan adil untuk merespons persepsi publik dan tidak hanya memenuhi permintaan pihak tertentu.
"Harusnya merespons persepsi publik, jangan nihilkan Jokowi" kata Hasto, di kediaman Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Megawati: Tak Ada Balas Budi dalam Politik

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri membantah adanya anggapan bahwa keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk meneruskan proyek pembangunan monorel merupakan bentuk balas budi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kepadanya sebagai orang yang mencanangkan pembangunan monorel.
Diminta komentarnya mengenai anggapan tersebut, presiden RI ke-5 itu mengatakan tidak ada istilah balas budi dalam politik, termasuk dalam proses pembangunan monorel yang dilanjutkan oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Balas budi? Dalam politik tidak ada balas budi," tukasnya di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Jokowi Sambangi Kediaman Megawati, Sejumlah Politisi PDIP Ikut Hadir

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di rumahnya, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2013). Rencananya, akan ada kunjungan ke daerah Tangerang, Banten.
"Jokowi sudah di dalam," kata Wakil Sekjen PDI-P Hasto Kristanto di depan kediaman Mega.
Jokowi meluncur dari Balaikota di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Selain Jokowi dan Hasto, nampak pula Anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka.

Jokowi Tegaskan Proyek Monorel Bukan Balas Budi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan proyek monorel bukanlah  bentuk balas budi kepada Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri.
"Proyek balas budi gimana? Itu urusan 'B to B', urusan Pemprov DKI sama PT Jakarta Monorail, kalau mereka mau kerja sama dengan siapa ya terserah, mau sama JK mau sama Gubernur lama, terserah," kata Jokowi di Balaikota, Senin (21/2013).

Kebakaran Jakarta, Isu 'Panas' DKI-1

Isu kebakaran kini mencuat lagi setelah Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf mengkritisi kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan menyebutkan banyaknya kebakaran. Banyak yang menilai pernyataan "panas" Nurhayati itu sebagai upaya menggoyang Jokowi. Kebakaran di Jakarta sepertinya cepat menjalar sampai ke kursi DKI-1.
“Apa yang dilakukan Pak Jokowi biarlah rakyat yang menilai, tetapi media dan semua harus obyektif, bagaimana Jokowi memimpin dan apa yang terjadi sekarang. Yang pokok itu kemacetan, kebakaran, dan 1.000 rumah terbakar. Belum pernah loh 1.000 rumah terbakar,” ujar Nurhayati, Sabtu (19/10/2013).

LSI Panik, Elektabilitas Jokowi Dibenamkan

Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang terus menanjak naik mengungguli calon presiden lainnya, membuat semua kandidat kebingungan. Bahkan berbagai cara terus di lakukan guna meruntuhkan pamoritas Jokowi.
Koordinator Nasional Relawan Jokowi (KNRJ) Ahmad Khoiron Mustafit mengatakan para capres sudah kebingungan cara melawan elektabilitas jokowi sehingga berbagai cara dilakukan.
"Kita masih ingat pidato Surya Paloh yang menyatakan bahwa bangsa ini sudah melenceng dari jalurnya karena memilih pemimpin berdasarkan popularitasnya bukan kinerjanya,"  kata Khoiron kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Taman Disalahgunakan, Jokowi Harus Sediakan Ruang Interaksi Bagi Remaja

Taman-taman di Jakarta banyak disalahgunakan oleh para remaja. Mereka menjadikan taman tempat berpacaran dan melakukan hal-hal yang tidak sesuai norma. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) diharapkan segera menyediakan ruang interaksi bagi para remaja.
"Soalnya kalau ke mal kan butuh biaya besar jadi hanya orang-orang yang mampu. Jadi sebaiknya pemerintah harus menyediakan ruang interaksi bagi para remaja," ujar Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna saat berbincang dengan detikcom, Senin (21/10/2013).

Saran Agar Bangku Taman Tak dipakai Mesum

Akibat sering digunakan sebagi tempat pacaran, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), berencana mengganti bangku-bangku di taman di Jakarta hanya untuk satu orang. Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna berpendapat, langkah tersebut sudah bagus tetapi lebih baik ditambah dengan menambah penerangan di sekitar bangku taman terpasang (agar tidak remang-remang) dan memberlakukan jam kunjungan taman.
"Bisa dilakukan dengan menempatkan petugas untuk mengawasi warga dalam pemakaian fasilitas taman agar tidak disalahgunakan.