Rabu, 03 September 2014

Meski Koalisi Jokowi Tanpa Syarat, Tapi Cak Imin Minta Jatah Menteri Agama ke Jokowi


Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)  masih merumuskan struktur kabinet yang akan dipimpinnya. Namun, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai koalisi mengingatkan jatah menteri agama.
"Pak Muhaimin deal sejak awal Menag dari PKB, lebih lanjut tanya Muhaimin," kata Anggota Dewan Syuro PKB Ali Maschan Musa di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Lukman Hakim Mundur dari Anggota DPR Terpilih, Ada Deal dengan Jokowi-JK?

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Saifuddin memilih mundur dari penetapan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat terpilih 2014-2019. Mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu rela melepaskan jabatan sebagai anggota DPR yang akan dia pegang selama 5 tahun.
Dia memilih menyelesaikan tugasnya sebagai Menteri Agama yang tinggal 1 bulan 17 hari lagi, yakni sampai 20 Oktober yang akan datang.

Nikmatnya Menjilat Ludah Sediri

Di jaman Orde Baru, tentang aturan rangkap jabatan boleh diacungi jempol, meskipun banyak yang mengolok-olok rezim ini, tapi sejaha mencatat bahwa di masa itu tak seorang menteripun boleh rangkap jabatan. Rangkap jabatan hanya boleh dilakukan oleh ABRI, itupun dengan alasan yang masuk akal, yaitu stabilitas negeri. Oleh karena itu presiden Soeharto tak punya menteri Ketum Parpol.
Di era reformasi, khususnya pada pemerintahan SBY KIB-II, Ketum Parpol bukan saja jadi menteri, tapi juga presiden.

Selasa, 02 September 2014

JK Sambangi Jokowi

Usai bertemu dengan Forum Pemred, Jokowi mengadakan pertemuan dengan pasangannya, Jusuf Kalla. Pertemuan tersebut dilakukan di rumah dinas Gubernur DKI, Jl Taman Suropati, Menteng, Jakpus.

Jokowi Masih Pikir-Pikir Naikkan Harga BBM

Ketua Tim Transisi Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK), Rini M Soemarno, mengaku masih terus melakukan pengkajian terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap masyakarat.
"Kami sedang menganalisis. Kalau kita ingin menaikkan harga BBM, berarti menggeser ke program yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat di bawah. Karena itu, kita harus memiliki data keluarga miskin dan pra sejahtera," ungkap Rini di Kantor Wapres, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).

Surya Paloh Kembali Akan Fasilitasi Pertemuan Jokowi dengan Elite Partai Koalisi Merah Putih

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh berencana kembali mempertemukan anggota partai koalisi merah putih dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
"Kalau pertemuan pertemanan begitu (seperti antara Hatta dan Jokowi) kemungkinan ada," kata Paloh, di Kantor DPP Partai NasDem, di Jakarta, Selasa (2/9/2014) malam.

Bertemu Forum Pemred

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan Forum Pemred di Restoran Kunskring, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).
Dalam sambutannya pada pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi pertemuan tersebut dan merasa mendapatkan banyak masukan dari pertemuan tersebut.

Jokowi: Opsi Pertama 34 Menteri di Kabinet Rampung

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan pertemuan dengan Tim Transisi. Pertemuan untuk membahas arsitektur kabinet. Rupanya Tim Transisi baru merampungkan pilihan pertama dari lima pilihan.
"Hanya kita bicarakan satu saja arsitektur kabinet dan baru rampung satu opsi, opsi yang pertama, opsinya ada 34 menteri. Yang pertama yang baru kita bicarakan tadi," kata Jokowi di Kantor Transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014) malam.

Wanda Hamidah yakin Hatta berpaling ke Jokowi tinggalkan Prabowo

Usai pertemuan Hatta Rajasa dan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dasn wakilnya Jusuf Kalla (JK), politisi PAN Wanda Hamidah menyiratkan terbuka peluang partainya berkoalisi dengan pemerintahan mendatang. Menurutnya dalam dunia politik tidak ada yang tak mungkin.
"Dalam politik yang tidak mungkin bisa jadi mungkin (berkoalisi)," kata Wanda Hamidah melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (2/9/2015).

Jokowi dan Pengusaha Korsel Bahas Proyek Tol Laut

Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) hari ini menyambut kunjungan dari delegasi perusahaan Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Enginering (DSME). Mereka membahas penawaran perusahaan raksasa Korsel itu dalam pembangunan Tol Laut Jokowi.
Dalam pertemuan itu, Jokowi mengaku juga membahas masalah kemaritiman. "Mulai dari galangan kapal, kapal tanker, kapal untuk kontainer, hingga kapal selam," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Komentar Jokowi Tentang Usul Ara Jual Pesawat Kepresidenan

Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum memikirkan usulan Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait (Ara) untuk menjual pesawat kepresidenan. Jokowi mengaku belum menjajal Boeing 737-800 Business Jet 2 tersebut.
"Nyoba saja belum, kok nanyain itu. Saya ngomong dijual tapi dicoba saja belum gimana toh," katanya di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Masukan Wapres Boediono kepada Jokowi

Enam anggota Tim Transisi Jokowi selesai melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Boediono di kantornya. Pertemuan berlangsung hampir 1 jam.
Anggota tim transisi Andi Widjajanto mengungkapkan ada 5 topik besar yang dibahas dengan Boediono tadi.

Genjot Pajak, Jokowi Pakai Sistem Elektronik

Deputi Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, Andi Widjajanto, mengatakan timnya tengah mempertimbangkan metode pembayaran pajak dengan sistem elektronik atau E-Tax.
Cara ini, kata Andi, dianggap tepat untuk menggenjot penerimaan pajak dalam waktu cepat. "Jokowi tidak punya banyak waktu memperbaiki rasio pajak," katanya di Rumah Transisi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).

"Relawan Jokowi" Minta KPK Tangkap SBY

Sekelompok orang yang mengaku relawan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) dengan mengatasnamakan Masyarakat Bersama (Mabes) Anti Korupsi menggelar aksi di depan Gedung KPK, Jakarta. Mereka mendesak KPK tangkap keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Jokowi: Kalau Ingin Maju, Lebih Baik Bergerak Bersama

Parpol Koalisi Merah Putih menegaskan akan menjadi penyeimbang pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK). Penegasan ini disampaikan saat petinggi parpol koalisi bertemu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pertemuan tersebut ditanggapi positif oleh Jokowi.

Ini Isi Hati Hatta Radjasa Sesungguhnya

Hatta Rajasa mengatakan tak pernah sedikit pun berpikir untuk menghalangi atau menjegal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). "Begitu Mahkamah Konstitusi memutuskan, selesai sudah. Mau apa pun, Jokowi presiden kita. Itu faktanya," kata Hatta kepada Tempo, Selasa (2/9/2014). (Sesuai dengan Investigasi Tempo sebelumnya)

Sudah Terima Rekomendasi Struktur Kabinet, JK: Tunggu Seminggu Lagi

Tim Transisi Jokowi-JK sudah menyerahkan 5 opsi rekomendasi struktur kabinet pemerintahan pada Jokowi-JK. Hingga saat ini, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih itu masih mempersiapkan siapa saja yang akan menduduki kursi di kabinetnya.
"Belum (selesai). Kira-kira seminggu lagilah, masih banyak yang harus dipersiapkan," kata Jusuf Kalla saat ditanya perkembangan penyusunan kabinet pemerintahannya.

Tim Transisi Datangi Kantor Wapres Boediono

Para aktor utama pendukung Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) dari padepokan Kantor Transisi mendatangi kantor Wakil Presiden Boediono di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa(2/9/2014) sekitar pukul 13.30 WIB.
Rini Sumarno, Andi Widjajanto, Anies Baswedan, Akbar Faizal, dan Hasto Kristianto tiba di kantor Wapres dengan menumpang mobil Lexus B 906 RN dan Range Rover B 1171 SHF, mereka turun di tempat parkir tamu dan berjalan menuju bagian dalam kantor.

Tanggapan Jokowi Tentang Pertemuan di Cikeas Semalam

Koalisi Merah Putih bertemu Presiden SBY di Cikeas, Bogor. Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak mempermasalahkan pertemuan tersebut. Bagi Jokowi pertemuan tersebut dia anggap hanya silaturahmi.
"Nggak apa-apa bertemu kok. Saya juga kemarin bertemu Pak SBY. Koalisi Merah Putih bertemu ya bertemu nggak apa-apa. Kita saudara masa ketemu nggak boleh," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

JK Belum Tahu 'Rahasia' Pembicaraan Jokowi-Hatta

Wapres terpilih Jusuf Kalla (JK) mengaku belum mendapat informasi mengenai pembicaraan dari pertemuan Joko Widodo dengan Hatta Rajasa Senin (1/9/2014) malam. JK juga belum menjadwalkan pertemuan dengan Ketum PAN tersebut.
"Belum‎, belum (tahu isi pembicaraan Jokowi dengan Hatta," kata JK saat keluar dari kediamannya, di Jl Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2014).

Jokowi Ngaku Prabowo Sahabat Baiknya

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengagendakan pertemuan dengan Prabowo Subianto.

Jokowi-Ahok 'Ngobrol 6 Mata' Bareng Iriana Soal Wagub DKI di Balai Kota

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi ruangan kerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Berbeda dengan hari-hari biasanya, Ahok berada di ruang Jokowi lebih dari satu jam.
Ketika ditanya, Ahok hanya senyum-senyum. "Ngobrol-ngobrol soal makanan saja. Ngobrol biasa saja, soal pribadi," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).

Jokowi konfirmasi Cuma Silaturahmi

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengakui pertemuannya dengan Hatta Radjasa. Jokowi juga memastikan bahwa isi pertemuan itu cuma silaturahmi sambil memakan lemper.
"(isi) Pertemuannya silaturahmi dan Pak Hatta mengucapkan selamat kepada saya dan Pak JK," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

SBY: Semua Pihak Harus Akui Bahwa Suara Prabowo Tidak Sedikit

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak menghormati hasil Pilpres 2014 yang memenangkan pasangan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
"Sejarah mencatat, bahwa Jokowi dan JK memenangkan pilpres dengan perolehan suara tertentu, sekian puluh juta," kata SBY di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/9/2014).

Demokrat Juga Tidak Pernah Berubah Haluan, Tetap Setia pada Prabowo

Ketua Harian Partai Demokrat Syarifuddin Hasan mengatakan partainya tidak berminat untuk bergabung dengan Kubu Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Meski Demokrat sudah memiliki pengalaman 10 tahun sebagai partai penguasa.
"Enggak tuh (ingin gabung)," ucap Syarief di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Selasa (2/9/2014).

PAN Tidak Akan Pernah Berubah Haluan, Tetap Setia pada Prabowo

Ketua DPP Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menegaskan hingga saat ini posisi partainya masih berada di Koalisi Merah Putih. Belum ada keputusan untuk berpindah ke Koalisi Pemerintahan Jokowi-JK.
"PAN di KMP (Koalisi Merah Putih), sampai nanti dibahas di kongres," ujar Zulkifli, Selasa (9/2/2014).

Apapun Yang Terjadi Fahri Bersumpah Habisi Jokowi

Wasekjen PKS Fahri Hamzah menegaskan akan terus melawan pemerintah. Termasuk kepada presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang akan dilantik pada 20 Oktober 2014 mendatang.
"Makanya, Jokowi kan belum dilantik, saya akan terus serang dia, tidak akan berhenti sampai kapanpun, apapun risikonya. Saya enggak cari comfortability, yang saya cari adalah kebenaran umum," ucap Fahri usai menghadiri pertemuan pimpinan parpol anggota Koalisi Merah Putih dengan Presiden SBY di Cikeas, Selasa (2/9/2014).