Selasa, 15 April 2014

Jokowi Diingatkan Tak Mudah Blusukan di Indonesia

Politisi PDIP yang juga mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Dai Bachtiar mengakui pihaknya sudah mengingatkan Jokowi bahwa tidak mudah mengurus Indonesia.
Dai mengatakan kebetulan dirinya mempunyai pengalaman mengurus Indonesia, khususnya di bidang keamanan saat menjadi Kapolri pada tahun 2001. Ia mengatakan pihaknya memberi masukan pada Jokowi bahwa Indonesia bukan Solo, bukan pula Jakarta.
"Saya kebetulan punya pengalaman mengurus Indonesia. Saya Kapolri tahun 2001, bom di mana-mana, kerusuhan di mana-mana. Bukan hal mudah Indonesia saat itu," ujar Dai di hotel Whiz Cikini, Selasa (15/4/2014).
Dikatakannya, dirinya sebagai Kapolri saat itu sering berdiskusi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu masih menjabat sebagai Menkopolhukam. Diskusi itu disebabkan kebingungan hendak dibawa kemana Indonesia saat itu.
"SBY diskusi dengan saya, jangan sampai tidak lagi NKRI. Karena tidak jelas arah bangsa ini. Saya sampaikan ke Jokowi, jangan lihat Indonesia sesederhana Jakarta, bisa blusukan kemana-mana," tuturnya.

Sumber :
tribunnews.com

2 komentar:

  1. Tenang pa bachtiar, pa jkw itu tipikal pekerja keras, sesulit apapun pst dijabanin, susah itu pasti, tp bukan brati ga bisa, insya Alloh pa jkw bisa... aamiin

    BalasHapus
  2. Gue jg orang lapangan yg doyan blusukan 12thn. Berbeda tempat blusukan memang beda bahasa, kebiasaan, beda pula pemandangannya. Yg sama adalah dimana2 orang itu ada yg baik dan jahat, kaya miskin, pintar bodoh. Tapi bagi ahli blusukan dimanapun berada selalu menganggap orang2 itu hakekatnya baik, pandai, hebat yg hrs didekati, didengar, dilihat, disalami, dibantu, dimotivasi. Orang yg sering blusukan itu tdk lain adalah fasilitator masyarakat yg berprinsip dimanapun berada itu adalah sekolahnya dan siapapun yg ditemui adalah gurunya. Sesulit apapun lokasi baru blusukan bisa ditaklukan oleh org yg biasa blusukan. Itu hanya masalah teknis dan waktu. Blusukan itu ada 2-3 kali yaitu pra test, monitoring, post test yg merupakan bagian riset dan manajemen. Sdh saatnya Indonesia diisi orang2 yg tdk malas dg duduk manis di kantor dg kerja tdk jelas tp digaji!

    BalasHapus