Senin, 07 Juli 2014

Jokowi Lebih Suka Film Roy Marten daripada Film Rhoma Irama

Dalam salah satu dari 11 video Jokowi Menjawab, yang diunggah oleh Koalisi Anak Muda Relawan Jokowi atau Kawan Jokowi ke YouTube, calon presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku lebih suka menonton film-film yang dibintangi oleh artis peran Roy Marten daripada yang dimainkan oleh Raja Dangdut, Rhoma Irama. Hal itu diutarakan oleh Jokowi kepada Gading Marten, artis peran dan pembawa acara yang merupakan putra aktor kenamaan tersebut.
"Pak Jokowi, lebih suka filmnya Roy Marten atau filmnya Bang Haji Rhoma?" tanya Gading dalam video itu saat diputar di Posko Kawan Jokowi, Jalan Darmawangsa IV, Jakarta Selatan, Senin (7/7/2014) malam.

Khawatir Jokowi Dicurangi, Nenek Anna Masuk UGD

Anna Christina, nenek berusia 78 tahun, masuk UGD Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, setelah kondisi tubuhnya memburuk sejak Jumat (4/7/2014). Kondisi Anna memburuk karena kefanatikannya terhadap calon presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia ketakutan jika capres pilihannya, Jokowi, dicurangi dalam Pilpres 9 Juli mendatang.

Miing Tergetar Melihat Konser Salam 2 Jari Jokowi

Ada perasaan kagum dan haru ketika Miing Bagito menyaksikan Konser Salam 2 Jari yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 5 Juli lalu. “Konser Salam 2 Jari adalah klimaks bagi Jokowi,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu pada Senin, 7 Juli 2014.
Ia mengaku terharu saat melihat dukungan lebih dari 200 ribu massa yang berlangsung spontan tanpa dimobilisasi.

Tim Prabowo Mabuk, Tuding Mbah Google Berpihak

Dua hari  jelang pencoblosan makin terlihat adanya intervensi asing yang diduga berupaya memenangkan salah satu pasangan capres cawapres. 
Juru bicara Tim Media Online DPP Partai Gerindra Noudhy Valdryno mencontohkan  perusahaan raksasa IT AS, Google. 

Umrah Jokowi Kok Cuma Dua Hari? Ini Tanggapan KH Hasyim Muzadi

"Umrah kok cuma dua hari?" Itu pertanyaan sejumlah orang terkait keberangkatan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) tunaikan ibadah umrah yang dinilai tidak lazim karena cuma dua hari.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi menanggapi, ibadah umrah berbeda dengan ibadah haji dalam hitungan waktu.
"Umrah bisa dilakukan hanya dalam waktu tiga jam, sedangkan ibadah haji bisa dilakukan hingga tiga minggu," kata Hasyim yang ikut rombongan Jokowi di Mekah, Arab Saudi, Senin (7/7/2014).

Jokowi Oleskan Balsem ke Kaki Hasyim Muzadi

Ada kejadian menarik di tengah ibadah umrah Joko Widodo (Jokowi) di Arab Saudi. Ia membantu mantan Ketua PBNU KH Ahmad Hasyim Muzadi yang sedang kelelahan. Seperti apa ceritanya?
Dikutip dari keterangan tertulis Tim Media juru bicara Jokowi-JK, Anies Baswedan, Senin (7/7/2014), Jokowi dan Hasyim Muzadi tengah duduk berdampingan di sebuah kursi. Keduanya sedang berada di Bandara Madinah sebelum terbang ke Jeddah.

Istighfar Wahai Fahri ...

Mantan Ketua PB NU Hasyim Muzadi mengaku sangat prihatin karena badai fitnah terus menimpa calon presiden Joko Widodo.
Ia berharap sesama muslim tidak menyerang saudaranya apalagi ketika saudaranya tersebut sedang menjalankan ibadah umrah.
Hashim yang ikut dalam rombongan umrah bersama Jokowi sangat tidak menyangka ibadah yang dilakukan di Tanah Suci itu masuk ke ruang politik.

Kabar dari Jokowi: Jokowi Tunaikan Shalat di Makam Nabi Muhammad

Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo melakukan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Raudoh Masjid Nabawi, Madinah Arab Saudi, Senin (7/7/2014).

Kabar dari Jokowi: Ini Foto Jokowi sedang Tawaf

Kepergian calon presiden Joko Widodo menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci rupanya tidak menyurutkan gelombang badai fitnah.
Baru-baru ini ada yang mengunggah foto yang mengesankan Jokowi seolah tidak tahu cara menggunakan kain ihram dengan benar pada saat melaksanakan ibadah tawaf. Foto tersebut disebarkan ke berbagai kalangan agar umat Islam Indonesia mau meyakini propaganda Jokowi adalah kafir.

Survei SSSG: Pemilu 9 Juli Jokowi-JK Meraih 51% Suara

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangkan Pemilu Presiden 9 Juli nanti. Pasangan nomor urut dua itu unggul jauh dari rivalnya, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Kesimpulannya, pada 9 Juli nanti pemilih akan memilih pasangan Jokowi-JK sebanyak 51 persen, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta akan dipilih 43,4 persen. Sisanya sebanyak 5,6 persen belum menetukan pilihan atau undecided voters," papar peneliti Divisi Riset Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG) Fadjroel Rachman di Hotel Season Four, Jl HR Rasusa Said, Jakarta Selatan, Senin (7/7/2014).

Jokowi Dipastikan Jadi Presiden WNI di Luar Negeri

Pasangan Calon Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangi suara Pilpres di luar negeri setidaknya di lima lokasi tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN). Ini merupakan hasil survei yang dilakukan tim relawan exit poll di enam negara.
Pasangan nomor urut 2 menang pada TPSLN di Kedutaan Besar RI Singapura, KBRI Thailand, Victoria Park Hong Kong, Ansan Daegu Korea, dan KJRI Houston Amerika Serikat (AS). Sementara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya unggul di KBRI Mesir.

Dipicu Hawa Kemenangan Jokowi, Rupiah Melesat ke Level Tertinggi

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menguat ke level tertinggi sejak Desember 2013 lalu. Penguatan dipicu pergeseran bursa domestik seiring spekulasi para investor terhadap calon presiden (capres) nomor urut dua Joko Widodo.
Investor meyakini Jokowi akan memenangi pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar 9 Juli mendatang setelah menunjukan presentasi memukau pada debat capres akhir pekan lalu.

Kabar dari Jokowi: Jokowi Telah Selesaikan Ibadah Umroh

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta rombongan telah menyelesaikan seluruh agenda umrah, Senin (7/7/2014) waktu setempat. Selama kunjungan ke Tanah Suci itu, Jokowi ibarat magnet dan mendapat sambutan ramah dari WNI di Mekah.  Seperti diberitakan sebelumnya, Jokowi, isteri, anak beserta rombongan berangkat ke Mekkah untuk umrah, Minggu (6/7/2014) pagi WIB setelah sebelumnya melakukan kampanye keliling Indonesia. Mereka tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pukul 21.00 WIB atau sekitar pukul 17.00 waktu Arab Saudi.

Timses Jokowi Lupa Bahwa Prabowo Ahli Strategi di Segala Medan

Pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) di sejumlah lembaga survei, seharus elektabilitasnya bisa terus naik. Karena tim sukses Jokowi-JK kurang cermat, sehingga situasi berbalik menurun.
Pengamat Politik Indo Barometer Muhammad Qodari menilai masalah ketidakcermatan tim sukses Jokowi-JK ini dibuktikan selama mengkampanyekan Capres Jokowi tidak memaksimalkan kelebihan Jokowi yang justru tidak dimiliki Prabowo.

Orientasi Politik Mayoritas Pemilih di Luar Negeri ialah Jokowi

Orientasi politik mayoritas pemilih Indonesia di luar negeri mengarah ke pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pengamat politik Universitas Airlangga Haryadi menilai hal tersebut merupakan semangat zaman baru bagi Indonesia ke depan. Mereka, kata Haryadi, melihat diplomasi dengan luar negeri akan lebih mudah bila Jokowi menjadi presiden.

Kabar dari Jokowi: Setelah Umroh, Jokowi Segera Kembali ke Ibu Pertiwi

Setelah menjalani kampanye selama sebulan, Capres Joko Widodo (Jokowi) menggunakan waktu tenang untuk beribadah umroh. Hari ini, Jokowi bersama rombongan sudah menyelesaikan seluruh rukun umroh yaitu antara lain melaksanakan tawaf, sai dan tahalul pada hari Senin pukul 2-4 dini hari waktu Makkah dan dilanjutkan santap sahur dan salat subuh berjamaah.

Para Purnawirawan Kopassus Awasi Pilpres

Sebagai tindak lanjut isu sebelumnya, para purnawirawan TNI di seluruh Indonesia diminta membantu KPU dan Bawaslu untuk ikut mengawasi proses pemilihan presiden yang berlangsung 9 Juli ini.
Seruan tersebut diucapkan Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, menanggapi kekhawatiran berbagai pihak akan terjadinya kecurangan sebelum dan sesudah pencoblosan.

Video Kericuhan di Hongkong: Begini Jadinya Jika PPLN di Kubu Prabowo


Pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) RI di Hong Kong kisruh akibat Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) melarang ribuan warga negara Indonesia (WNI) menggunakan hak pilihnya dengan alasan TPS sudah ditutup pukul 17.00 waktu Hong Kong.

Jokowi Umroh, Fahri: Ke Ujung Dunia pun Kau Kucaci

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) memanfaatkan waktu luangnya dalam minggu tenang sebelum pemungutan suara pemilu presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 dengan berangkat Umroh ke tanah suci.
Nah, oleh juru debat pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fahri Hamzah, keberangkatan Jokowi untuk menjalankan ibadah dinilai sebagai pencitraan.

Survei LSN: Prabowo Kuasa 48,6% Pulau Jawa

Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis survei terbarunya yang menunjukan pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berhasil menguasai Jawa dengan sekitar sebesar 48,6 persen suara. Namun demikian, LSN memprediksi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla masih bisa memenangi Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.
"Jokowi-JK masih mungkin menang tapi maksimal 51,9 persen, sementara Prabowo masih mungkin kalah dengan 48,1 persen," ujar Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry, dalam konferensi pers di Hotel Grand Menteng, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Senin (7/7/2014).

LSI: #AkhirnyaMemilihJokowi Naikkan Elektabilitas Jokowi

Hasil analisis survei nasional Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network mencatat terjadi kebangkitan kembali elektabilitas pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla, salah satunya dari gerakan #AkhirnyaMemilihJokowi yang ramai di sosial media menjelang kampanye berakhir.

"Kampanye yang melibatkan `endorsement` tokoh-tokoh berintegritas tinggi, artis, dan selebritis di sosial media dengan gerakan #AkhirnyaMemilihJokowi itu mampu mendongkrak dukungan Jokowi-JK di segmen pemilih menengah atas," kata periset LSI Network Fitri Hari saat konferensi pers di kantor LSI Network, Jakarta, Senin (7/7/2014).

Analisis Hasil Survei, Jokowi-JK Diprediksi Menang dengan Margin 6-12 Persen

Sejumlah lembaga survei sudah mengeluarkan hasil surveinya jelang Pemungutan Suara Rabu 9 Juli 2014. Berdasarkan rilis dari sejumlah lembaga survei pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan memenangkan Pilpres.
Hal ini disampaikan Dosen Fisipol Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Leo Agustino.

Breaking News: Operasi Rahasia Kopassus dan BIN Untuk Mempengaruhi Hasil Pemilu

Kopassus dan Badan Intelijen Nasional (BIN) terlibat dalam operasi rahasia guna mempengaruhi pemilihan presiden.
Menurut laporan-laporan yang terdokumentasikan tentang pertemuan-pertemuan di markas Kopassus belakangan ini, operasi tersebut dirancang untuk menjamin kemenangan Jenderal Prabowo pada 9 Juli. Prabowo Subianto sempat lama menjadi orang binaan Pentagon dan intelijen AS.
Survey-survey menunjukkan, Prabowo kini bersaing ketat dengan lawannya yang sipil, gubernur Jakarta Joko “Jokowi” Widodo.

Hatta Rajasa dan Mafia Minyak…?

Hatta Saksi Nikah Anak Riza Chalid
Pada tahun 1979 dua konglomerat Amerika-Inggris Rockefeller dan Rothschild ( RR) sebagai pemilik dari Exxon Mobil, Texaco, BP Amoco dan Royal Dutch/Shell mengajukan proposal terbentuknya GCC (Gulf Cooperation Council). Tujuan dibentuknya GCC adalah memastikan pemerintah Amerika dan Inggeris harus mempunyai kebijakan luar negeri yang menjamin kasus nasionalisasi bisnis minyak seperti Iran paska jatuhnya Shah Reza Pahlevi tidak terjadi lagi.

Kata Ahok, Jokowi Keok di DKI

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memrediksi calon presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kalah dalam Pilpres 9 Juli mendatang di ibu kota. Bahkan, Ahok berharap Jokowi kalah sehingga dia bisa menjabat kembali sebagai gubernur DKI Jakarta.
"Di Jakarta mungkin Pak Jokowi akan kalah," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2014).

Komentar-komentar Debat Capres ke-5 (Dihimpun 7 Juli 2014)

Darmawan Prasodjo
Pemerhati energi dan lingkungan, Darmawan Prasodjo menilai duet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) lebih membawa harapan dalam penyelesaian persoalan yang dihadapi Indonesia di bidang energi maupun pangan. Darmawan menilai duet Jokowi-JK punya komitmen tinggi dalam mengganyang mafia di bidang energi.
Menurutnya, koalisi pendukung Jokowi-JK yang relatif terbebas dari persoalan mafia energi membuat pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 2 itu tanpa beban dalam membentuk kabinet yang bersih di pemerintahan mendatang.

Antusiasme Pemilih Luar Negeri Semangati Jokowi-JK

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Haryadi, menilai Pemilihan Presiden Indonesia 2014 yang sudah berlangsung 4-5 Juli lalu di luar negeri menunjukkan begitu tinggi antusiasme dan partisipasi pemilih.
Beberapa di antaranya bahkan terpaksa harus diperpanjang oleh KPU mengingat antusiasme pemilih. "Menariknya, orientasi politik sebagian besar pemilih di luar negeri itu ditujukan kepada pasangan Jokowi-JK, bukan yang lain," kata Haryadi, Senin (7/7/2014).

Aktivis Papua Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi

Dua aktivis Papua yakni Yosepha Alomang dan John Djonga mengirim surat terbuka untuk calon presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait harapan untuk kebaikan Tanah Papua.
"Menimbang Pemilu 9 Juli 2014 adalah peristiwa politik yang sangat penting bukan saja bagi orang Indonesia tetapi juga orang Papua dan juga menimbang situasi yang sedang terjadi di Papua saat ini, saya Yosepha Alomang dan John Jonga bersama dengan jutaan rakyat lain menjatuhkan pilihan pada Joko widodo," demikian surat terbuka keduanya yang diterima Antara melalui surat elektronik, Senin (7/7/2014).

Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-JK “Rebound”

Elektabilitas pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) mulai menunjukkan tren kenaikan, setelah sebelumnya sempat menurun. Berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), kini elektabilitas Jokowi-JK mulai mengalami rebound dan meninggalkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Prabowo-Hatta Sulit Kejar Jokowi-JK

Dosen Fisipol Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Leo Agustino, menilai hasil publikasi survei menunjukkan bahwa pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK) masih unggul elektabilitasnya dibanding pasangan Prabowo-Hatta.
"Merujuk beberapa survei lembaga survei berwibawa dan terpercaya, yang dilakukan mulai awal Mei hingga akhir Juni, dapat disimpulkan pasangan Jokowi-JK masih unggul berbanding pasangan Prabowo-Hatta," tegas Leo saat dihubungi dari Jakarta, Senin (7/7/2014).

Kabar dari Jokowi: Bertemu Guru Besar Darul Hadits Masjidil Haram di Mekah

Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo bertemu Guru Besar Darul Hadits Masjidil Haram, Syekh Abu Muaz Kamal Makmun, di Mekah, Arab Saudi, Senin (7/7/2014) waktu setempat.

Kabar dari Jokowi: Jokowi Diminta Gunting Rambut Jemaah

Joko Widodo menjadi pusat perhatian selama menjalankan ibadan umrah di Saudi Arabia. Para warga negara Indonesia dan asing mengerubutinya untuk foto bersama, bersalaman atau sekedar menyampaikan dukungannya kepada capres nomor urut dua tersebut.

Jokowi pun Jadi Pusat Perhatian di Makkah

Joko Widodo memboyong keluarga, staf, dan tim suksesnya untuk beribadah umrah selama masa tenang. Dia ingin mendekatkan diri ke Tuhan Yang Maha Esa.
Namun, rupanya, dia mendapat 'ujian' selama melaksanakan ibadah umrah. Sebab, Jokowi menjadi incaran warga Indonesia yang tengah berada di Saudi Arabia.
Para WNI ini, berebut ingin foto bersama, berjabat tangan, atau sekedar menyampaikan dukungan kepada capres nomor urut dua tersebut. Alhasil, dia selalu dikerubungi dan tidak leluasa dalam bergerak.

Ingin Khusyuk Beribadah, Jokowi Menolak Menginap di Hotel

Masa tenang kampanye Pilpres 2014 ingin dimanfaatkan capres nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) untuk beribadah. Menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci, Jokowi bahkan menolak untuk menginap di hotel yang sudah disediakan.

Jokowi Lebih Banyak Diserang dibandingkan Prabowo

Karena gerilyawan hanya menyerang ketika diserang dan serangan gerilyawan bersifat sporadis tanpa komando, maka di media sosisal bisa dipastikan pihak Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) menjadi bahan hantaman pasukan komando dari kubu Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.
Selama pelaksanaan kampanye pilpres kemarin, media sosial juga diramaikan dengan beragam info pasangan capres cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Di Masjidil Haram, Jokowi Dioakan Jadi Presiden RI ke-7

Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) didoakan agar terpilih menjadi presiden Indonesia melalui Pemilu Presiden pada 9 Juli mendatang.
"Ya Allah jadikanlah Jokowi yang berasal dari rakyat untuk menjadi pemimpn nasional, karena bangsa Indonesia membutuhkan figur yang sederhana, tapi memiliki tekad kuat untuk mensejahterakan rakyat," kata mantan Rektor Universitas Al Khoirot Palu, Sulawesi Tengah Faisal Mahmud, saat memimpin doa sa`i yang merupakan bagian dari rangkaian ibadah umrah di Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia, Senin (7/7/2014).

Pasukan Cyber: Kubu Prabowo Mirip Pasukan Komando, Kubu Jokowi Mirip Gerilyawan

Masa kampanye pilpres telah berakhir 5 Juli 2014. Kedua pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK memanfaatkan media sosial sebagai kanal komunikasi dengan masyarakat.
Menurut lembaga pengamat media sosial PoliticaWave, para relawan menyadari saat ini sebagian besar masyarakat menggantungkan sumber informasi dari layar smartphone dan layar laptopnya.

Danareksa: Jokowi Menang, Pasar Kebanjiran Investor

Debat calon presiden dan calon wakil presiden Sabtu 5 Juli 2014 lalu semakin menghangatkan persaingan pemilihan presiden yang akan digelar 9 Juli 2014 nanti. Debat tersebut adalah kesempatan terbaik untuk menarik pemilih yang masih golput.
Danareksa Sekuritas menilai pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) lebih unggul.

Kabar dari Jokowi: Di Mekah, Jokowi Bertemu Syekh Abu Muaz

Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo bertemu Guru Besar Darul Hadits Masjidil Haram, Syekh Abu Muaz Kamal Makmun, di Mekah, Arab Saudi, Senin (7/7/2014) waktu setempat.

Sejumlah Lembaga Survei Abal-abal Coba Downgrade Jokowi

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo, mengungkapkan sejumlah survei akhir-akhir ini bermunculan dengan tujuan menjatuhkan (downgrade) elektabilitas calon presiden Joko Widodo.
Namun, Karyono optimistis cara-cara seperti itu tidak akan mampu mengubah pilihan rakyat. Karena, elektabilitas Jokowi memang masih berada jauh di atas pasangan nomor urut satu tersebut.

Survei PolMark: Jokowi Unggul di 4 Wilayah, Prabowo unggul di 2 Wilayah

Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) masih unggul dari lawannya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pada survei terakhir yang dilakukan PolMark Indonesia, Jokowi-JK unggul 44,6%.
"Survei terakhir menunjukkan elektabilitas Prabowo-Hatta 41%, sementara Jokowi-JK 44,6%," ujar Pendiri dan CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, Jakarta, Senin (7/7/2014).

Prabowo Menang, Pasar Saham Bubar

Pelaku pasar saham dan valuta asing diperkirakan bakal bereaksi negatif jika pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang dalam pemilihan presiden 9 Juli. Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia Haryajid Ramelan memprediksi jika Prabowo-Hatta menang, dalam jangka pendek indeks saham akan terjerembap, sebelum kembali menyesuaikan diri dengan kondisi riil perusahaan.

Ada Upaya Persulit WNI di Luar Negeri Gunakan Hak Pilih

Anggota Koordinatoriat Tim Relawan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Eva Kusuma Sundari, menduga ada skenario untuk mempersulit WNI di kantung-kantung suara Jokowi-JK di luar negeri untuk menyalurkan hak pilih mereka.
Skenario itu setidaknya ada di tiga wilayah yakni Malaysia, Hongkong, dan Amerika Serikat. "Kami mengendus skenario simpatisan Jokowi di Hongkong, Malaysia dan AS dipersulit dan tak dipenuhi hak memilih mereka," ujar Eva di Jakarta, Senin (7/7/2014) dinihari.