Selasa, 15 April 2014

Uchok Sky Khadafi Tuding Jokowi Lemah Awasi Anggaran Pendidikan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dinilai lemah dalam pengawasan anggaran pendidikan. Salah satunya muncul anggaran dobel di Dinas Pendidikan sebesar Rp 700 miliar.
"Memang ini tidak dianggap kerugian negara. Tetapi, sudah ada indikasi korupsi, mark up dan harus masuk ke ranah hukum. Tidak ada pemberantasan korupsi. Itu hanya lip service dari Jokowi saja," kata Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi, Selasa (15/4/2014).
Menurutnya, Jokowi seharusnya langsung meminta Inspektorat Pemprov DKI Jakarta untuk memeriksa anggaran tersebut. Hal tersebut, kata Uchok, sangat jelas tidak adanya upaya Pemprov DKI dalam membenahi mental para pegawai yang korup.
"Ini kan untuk membenahi mental aparat yang korup. Kalau dibiarkan bisa saja terulang tahun depan. Dan Pemprov DKI tidak ada political will untuk pemberantasan korupsi," katanya.
Di Balai Kota, Jokowi membantah anggaran dobel itu telah dikorupsi. Menurutnya, anggaran yang dobel itu justru nantinya akan dibuat untuk perbaikan infrastruktur.
"Kan kita lock (kunci anggarannya). Jadi itu belum digunakan, makanya tidak perlu dibawa ke ranah hukum," ujarnya.

Sumber :
merdeka.com

1 komentar:

  1. ucok dari dulu juga begitu,,engga mau ada pemimpih jujur kayanya,,masa jamannya poke engga pernah kedengaran soal anggaran yg di keluarkan mungkin sakunya ke isi kali,,

    BalasHapus