Rabu, 19 Februari 2014

Tersandung Sengketa Tiang Monorel

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sangat menginginkan PT Jakarta Monorail (JM) segera melakukan pelunasan pembayaran tiang-tiang kepada PT Adhi Karya. Jokowi tidak ingin tiang-tiang itu hanya menjadi "monumen".
Sejauh ini, keinginan tersebut belum juga tercapai. Belum ada kesepakatan harga antara PT JM dan Adhi Karya. PT JM juga menolak anggapan bahwa mereka berutang.

Projo Singkirkan Mega dan PDIP dari Jokowi?

Kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) satu kata untuk Joko Widodo (Jokowi), Jokowi adalah calon presiden 2014. Salah satu gerakan ini lalu berlabel Pro Jokowi alias Projo.
Projo lahir dari prakarsa kader dan aktivis Universitas Indonesia. Mereka yang menjadi inisiator antara lain Budi Arie Setiadi, Fahmi Alhabsyi, Jonacta Yani, dan Firmansyah. Gerakan mereka juga disokong simpatisan dari paguyuban warga kota-kota di Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta.

KPK Harus Usut Pengadaan Busway dan BKTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu turun tangan mengusut dugaan kecurangan pada pengadaan 90 bus Transjakarta dan 18 BKTP (Bus Kota Terintegrasi Busway). Dugaan korupsi ini perlu dibongkar agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan.
Pernyataan ini disampaikan Rommy, pendiri gerakan moral @betterJKT menyikapi permasalahn pengadaan busway di DKI Jakarta. KPK menyampaikan agar Pemprov DKI mau melaporkan jika ada indikasi korupsi dalam pengadaan proyek ini.
"Saya dengar memang Inspektorat DKI Jakarta tengah melakukan investigasi. Memang dimasa sapu bersih korupsi era Jokowi-Ahok, dugaan pelanggaran dalam pengadaan bus Transjakarta dan BKTB yang ditemukan dalam kondisi berkarat, serta yang tidak sesuai spesifikasi akan menjadi perhatian publik. harus segera diusut, agar tidak menimbulkan polemik," kata Rommy di Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Diberi Mobilpun, Orang Tak Mau Belanja di Blok G

Berbagai strategi dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk meramaikan Pasar Blok G Tanah Abang. Namun hingga kini Blok G masih tetap sepi pembeli. Bahkan tak sedikit pedagang yang menutup kiosnya lantaran sepi.
Jokowi memberikan undian berhadiah kepada pembeli khusus lantai 2 dan 3 Blok G. Setiap pembelian kelipatan Rp 100 ribu, pembeli berhak menukarkannya dengan kupon undian.

Surva-surve IDERC: Jokoher Menang

Hasil survei IDE Research and Consulting menyatakan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) 27,41 persen bila dipasangkan sebagai calon presiden dan wakil presiden RI pada Pemilu 2014. (Perbandingan : Klik Disini) "Peneliti kemudian menyimulasikan beberapa koalisi yang mungkin terbentuk, maka dilakukan survei untuk menguji keberterimaan pasangan calon dimata publik. Hasilnya jika Jokowi dipasangan dengan Aher, maka hasil elektablitasnya mencapai 27,41 persen," kata Direktur Eksekutif UDE Research and Consulting Jajang Sukmahari, di Kota Bandung, Rabu (19/2/2014).

Jokowi Desak PT Jakarta Monorail Selesaikan Persyaratan

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mendesak pihak PT Jakarta Monorail (JM) selaku pengembang dari pembangunan transportasi massal untuk segera menyelesaikan persyaratan yang diminta.
Menurut Jokowi, saat ini perjanjian kerjasama (PKS) masih dalam proses karena harus diteliti pasal demi pasal dan ayat demi ayat. Ia mengemukakan, dalam proses pembahasan PKS itu perlu hati-hati.
"Syarat-syaratnya harus komplet dan itu harus saling ketemu ditengah. Memang tidak gampang," kata Jokowi di Balai Kota, Rabu (19/2).
Diperkirakan pada 2014-2015 Jakarta akan macet total. Dengan demikian, pihaknya pun mencari berbagai jurus untuk dapat mencegah hal itu terjadi.

Lispro Minta PDIP Usung Pasangan Jokowi-Gubernur NTT

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya didorong berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk maju dalam bursa calon presiden (capres).
"Kami memandang Gubernur NTT patut diperhitungkan di pentas politik nasional. Ia adalah kader PDIP yang turut memelopori berdirinya PDI di NTT yang dulunya embrio dari Partai Nasional Indonesia (PNI) bentukan Bung Karno," ujar Koordinator Lingkar Studi Progresif (Lispro) Ryan Lodwick Dea kepada wartawan di Kupang, Rabu (19/2/2014).
Ia mengatakan kesiapan Frans Lebu Raya maju menjadi capres alternatif dari daerah, menjadikan perubahan arah politik menjadi lebih demokratis, yakni memunculkan figur kepemimpinan nasional yang digali dan terseleksi dari daerah.

Jokowi "Dipaksa" Coret Anggaran Haji

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) telah mengembalikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2014 kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Dari hasil koreksian, ada beberapa anggaran yang dicoret Kemdagri. Salah satunya adalah anggaran haji.
Anggaran ini dihapus karena dikhawatirkan tumpang tindih dengan anggaran yang telah ditanggung oleh pemerintah pusat. Selain itu, anggaran serupa juga tidak ada dianggarkan oleh pemerintah daerah lainnya.
Akibat keputusan ini, mau tidak mau, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terpaksa menghapus anggaran tersebut dalam APBD DKI 2014 karena Kemdagri mempunyai wewenang untuk mengawasi APBD DKI di seluruh wilayah Indonesia.

Peresmian Monorel Mewah, Jokowi: Itu Bukan Urusan Kami

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tidak mempersoalkan peresmian berjalannya proyek Monorel yang dianggap terlalu mewah, sementara ternyata banyak masalah di belakangnya.
"Kamu enggak ngerti ini duit siapa? Swasta lho, mau mewah atau tidak bukan urusan kita," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Setelah melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking proyek monorel pada tanggal 13 Oktober 2013, malamnya PT. Jakarta Monorail merayakan peluncuran proyek tersebut di hotel Mulia.

Damaikan Viking dan The Jak, Emil Undang Jokowi

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, pihaknya segera mengajak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), untuk adu bakat di lapangan hijau. Ajakan itu merupakan upaya Ridwan yang menjadi ikon Kota Bandung, bersama Jokowi sebagai ikon Jakarta, untuk mendamaikan panasnya gesekan suporter klub sepak bola kedua kota itu, Viking Persib dan The Jakmania.
"Saya segera hubungi Pak Jokowi, untuk melakukan langkah perdamaian melalui sepak bola ini," ujar Emil saat ditemui Tempo di ruangannya, Rabu (19/2/2014).

PKS: Monorail Mangkrak, Ngapain Jokowi Groundbreaking Segala, Jokowi: Dengarkan Ya PKS!

Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamat Nurdin menyesalkan sikap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang mengizinkan PT Jakarta Monorail (PT JM) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek monorail. Padahal, PT JM belum memenuhi syarat-syarat yang diajukan Pemprov DKI Jakarta.
Apalagi, Jokowi masih meminta PT JM memenuhi tiga syarat yang diajukan Pemprov DKI untuk melanjutkan proyek monorail. Syarat-syarat tersebut adalah kelengkapan dokumen financial closing (pendanaan), kajian teknis, dan legal aspec.

Jokowi-Anies Saling Sanjung

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), dan peserta konvensi Partai Demokrat, Anies Baswedan, saling sanjung perihal kelebihan masing-masing. Keduanya, terang-terangan saling puji di hadapan wartawan.
"Anis lebih ganteng dari saya, itu jelas. Dia pinter, pandai, cerdas, ini kita lihat (menatap Anies). Saya kira dia intelektual muda kita lah," ujar Jokowi seusai menjadi pembicara di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2014).

Jokowi Peringatkan Media Hati-hati Beritakan Masalah Monorel

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar media lebih cermat memberitakan masalah proyek monorel yang hingga kini mangkrak.
"Harus hati-hati lho. Ini menyangkut investasi," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Sebab, Jokowi mengungkapkan, jangan sampai karena pemberitaan negatif, justru berdampak negatif juga dalam pelaksanaan proyek yang berujung pada gagalnya proyek ini kesekian kalinya.

Pamor Jokowi Bakal Turun Kalau Jadi Cawapres, Risma dan Ahok Naik

Kalangan pengamat politik dan lembaga survei mulai melihat potensi penurunan elektabilitas Gubernur DKI Jokowi. Elektabilitas Jokowi bakal turun kalau hanya jadi cawapres Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Jika Jokowi jadi cawapres popularitasnya di tingkat nasional akan menurun," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Rabu (19/2/2014).
Nah sejumlah tokoh muda pun berpotensi naik daun. Seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sehari tidak Blusukan, Jokowi Galau

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), dikenal sebagai sosok yang suka blusukan. Blusukan ke sejumlah titik di Jakarta dilakukannya hampir setiap hari.
Dia menilai pemimpin haruslah merakyat. Pemimpin, lanjutnya, harus tahu permasalahan yang dihadapi oleh rakyatnya. Hal tersebut dia katakan saat menjadi pembicara dalam seminar 'Menuju Good Governance: Reformasi Birokrasi dan Peran Mahasiswa' di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan.

Jokowi: Tadi Malam Saya Sudah Telepon Bu Risma, Nggak Ada Masalah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjalin pertemanan. Saat Risma dirundung masalah politik, Jokowi menelepon dan telah memastikan sahabatnya dalam kondisi baik-baik saja.
"Ada apa toh? Wong nggak ada masalah," ujar Jokowi ketika dimintai keterangan seputar isu mundur Risma di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2014).

Jokowi Tak Mampu Menolong Pembeli Rusunami Kemanggisan

Upaya warga calon penghuni rumah susun milik (rusunami) Kemanggisan mengadukan tuntutannya hingga ke Gubernur Joko Widodo (Jokowi) tidak mendapatkan hasil maksimal. Langkah Jokowi yang membentuk konsorsium BUMD untuk membeli aset rusun di Jalan Kemanggisan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, gagal total.
"Tapi sayang niat baik Gubernur Jokowi untuk menolong 520 lebih warganya yang menjadi konsumen ini kandas begitu saja," ujar pengurus paguyuban rusunami Kemanggisan, Valentino, saat berunjuk rasa di depan kantor pengembang, Rabu (19/2/2014).

Jokowi: Salaman dengan Rakyat Jangan Cuma Mau Pemilu

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, seorang pemimpin tidak akan bisa merumuskan kebijakan yang dapat mengakomodasi kepentingan rakyat jika ia tidak pernah berhubungan langsung dengan rakyatnya. Karena itulah, Jokowi menegaskan bahwa seorang pemimpin harus sesering mungkin terjun ke masyarakat.

Kata Sitompul, Jokowi Nyapres, Rakyat Marah

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyindir Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak bertanggung jawab jika Jokowi jadi capres tahun ini. Sebab Ruhut menegaskan, Jokowi belum berhasil bereskan permasalahan Jakarta.
"Banjir bagaimana, macet bagaimana. Apalagi ngurus Indonesia bos," ujar Ruhut di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, (19/2/2014).

Wali Kota Bogor Hanya Mau Berkerja-sama dengan Pemprov DKI Hanya Jika Jokowi Tak Nyapres

Wali kota Bogor terpilih, Bima Arya Sugiarto menyatakan siap bekerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam memecahkan masalah banjir dan macet. Dua masalah itu menjadi polemik di Kota Bogor dan Jakarta
"Saya kenal kenal baik dengan pak Jokowi cukup lama, dan dengan Pak Jokowi. Saya siap untuk bekerjasama mengatasi banjir, atasi macet. Kepala daerah harus membuat poros kebaikan bagi warganya," ujar Bima dalam kuliah umum di Universitas Paramadina, Rabu (19/2/2014).

Anies Puji Jokowi

Peserta konvensi Partai Demokrat Anies Baswedan memuji langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam menangani persoalan ibu kota. Dia menilai, Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, memberi harapan baru karena kesungguhan untuk menyelesaikan permasalahan di Jakarta.
"Sekarang, ada yang bekerja serius untuk memperbaiki sehingga orang bisa menghargai," kata Anies saat menjadi pembicara seminar di Universitas Paramadina, Rabu, 19 Februari 2014. Selain Anies, pembicara dalam seminar ini adalah Jokowi dan Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya Sugiharto.

Akankah Risma Jadi Penakluk Jokowi?

Di tengah elektabilitasnya yang tinggi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) malah diposisikan PDIP jadi cawapres Ketum Megawati Soekarnoputri. Di posisi kedua tokoh fenomena saat ini adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Akankah Risma terlahir menjadi penakluk Jokowi yang sebenarnya?
Di berbagai survei elektabilitas Risma terus meningkat. Risma dinobatkan sebagai penantang paling potensial bagi Jokowi oleh survei yang dilakukan oleh Laboratorium Psikologi Politik UI.
Demikian pula di survei yang digelar oleh Political Communication Institute (PolcoMM) pada Januari lalu, Risma juga menempati posisi teratas.

Skenario Mega-Jokowi Berantakan Jika Isu Representasi Islam Digulirkan

Bila PDI Perjuangan tetap melanjutkan skenario mengusung Megawati-Joko Widodo di pemilu 2014 mendatang, partai tersebut diprediksi akan kalah.
Menurut Johan Silalahi, Presiden Negarawan Center, kekalahan itu disebabkan karena segmentasi pemilih Mega-Jokowi berada di kelas menengah saja, yakni kaum nasionalis.
"Mereka bukan representasi Islam. Jangan sepelekan soal representasi Islami di pemilih Indonesia. Kalau isu itu digulirkan, akan jadi sentimen negatif. Itu berbahaya," kata Johan di Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Bagi Jokowi, Terpilih Jadi Gubernur adalah "Kecelakaan"

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa ia tidak berambisi menjadi pemimpin pemerintahan. Jika saat ini ia terpilih sebagai gubernur, ia menilai hal itu adalah sebuah "kecelakaan".
"Kecelakaan" pertama terjadi ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Solo pada 2005. Setelah selama lima tahun memimpin kota tersebut, Jokowi mengaku sebenarnya tidak ingin lagi maju dalam pemilihan kepala daerah Solo pada 2010. Namun, dorongan dari masyarakat akhirnya meluluhkan hati Jokowi.

Sindir Mahasiswa Suka ke Mal

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyindir beberapa mahasiswa yang sering bepergian dan belanja ke mal. Hal itu disampaikannya pada saat menjadi pembicara di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2014.
Saat berbicara, Jokowi memperlihatkan slide show mengenai penertiban PKL di Blok G. Kemudian dia bertanya kepada para mahasiswa, "Siapa yang sudah pernah belanja ke Blok-G Tanah Abang?" tanya Jokowi.
Serentak mahasiswa menjawab belum pernah. Kemudian Jokowi celetuk, "Makanya jangan sering main ke mal terus," katanya.

Mahasiswa Paramadina Tertawa Dengar Perjalanan Karir Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi pembicara dalam kuliah umum dengan tema 'Menuju Good Governance: Reformasi Birokrasi dan Peran Mahasiswa' yang digelar di Universitas Paramadina, Jakarta.
Dalam kuliah umum tersebut, Jokowi cerita mengenai kecelakaan saat pengangkatan dirinya menjadi Wali Kota Solo.
Jokowi yang tiba pada pukul 10.00 WIB ini langsung disambut Rektor Paramadina Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Uniknya, Jokowi, Anies dan Bima sama-sama duduk berlesehan di panggung kuliah umum tersebut.

Jokowi: Wong Saya Nggak Punya TV, Koran, Mau Pencitraan Gimana?

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku selalu bekerja apa adanya. Ia justru bertanya-tanya ketika dituding melakukan pencitraan.
"Orang banyak bilang, Jokowi itu hanya pencitraan. Loh, pencitraan apanya? Orang TV saya nggak punya, koran juga nggak punya," kata Jokowi saat menjadi pembicara dalam kuliah umum berjudul "Menuju Good Governance: Reformasi Birokrasi dan Peran Mahasiswa" di Kampus Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2014).

Tjahjo Bantah PDIP Pecah karena Jokowi

Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo membantah internal partainya pecah lantaran sejumlah elite politik di dalamnya ada yang mendukung dan menolak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon Presiden dari PDIP.
"Tidak ada perpecahan soal itu," kata Tjahjo di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Menurut Tjahjo, semua kader PDIP tak terkecuali para elitenya saat ini bersikap TNI alias taat nurut instruksi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Tjahjo Tentang Penolakan Kedudukan Wapres Oleh Jokowi

Joko Widodo (Jokowi) memberi kode ketika ditanya kans menjadi cawapres mendampingi Megawati Soekarnoputri. Dengan menggunakan jawaban seputar tugasnya sebagai Gubernur DKI, Jokowi mengaku lebih memilih mengurus jalananan Ibu Kota dibanding menjadi cawapres.
Lalu apa tanggapan petinggi PDI Perjuangan? Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menolak berkomentar soal respons Jokowi tersebut. "Tanya saja ke dia," kata Tjahjo melempar senyum bergegas masuk ke ruang komisi I di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Jadi Pembicara di Universitas Paramadina

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) didaulat menjadi pembicara di Universitas Paramadina. Ia menyampaikan kuliah umum sambil lesehan bersama.
Jokowi tiba di Kampus Paramdina di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2014) sekitar pukul 10.00 WIB. Begitu masuk ke ruang kuliah umum, semua peserta kuliah umum, termasuk Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan duduk berlesehan. Jokowi lalu duduk di samping Anies dan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Proyek Monorel Terhambat Dianggap Wajar

Pengamat transportasi Darmaningtyas berpendapat, cukup wajar jika proyek monorel mengalami hambatan. Hal itu karena pembiayaannya murni tanpa dana pemerintah. Berbeda dengan pembiayaan proyek mass rapid transit (MRT).
"Ya, kalau MRT dananya jelas, dari Jepang. Kalau monorel dananya enggak jelas dari mana. Karena MRT dananya jelas, mereka tinggal melaksanakan saja," kata Tyas kepada Kompas.com, Rabu (19/2/2014).

Jokowi Ngaca Dong!

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia atau MTI Danang Parikesit meragukan keberhasilan monorel. Ia menyarankan Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berkaca soal pembangunan monorel dengan sejumlah kota yang memiliki proyek serupa.
Menurut Danang, monorel di Jakarta mirip dengan Sydney, Australia, dan Kuala Lumpur, Malaysia. Rute yang dilewati adalah inner cycle atau berputar-putar di pusat kota. Alhasil, monorel gagal mengangkut orang dari kawasan permukiman ke pusat bisnis sehingga bangkrut dan terpaksa ditutup.

Relawan PDIP Projo Bakal Deklarasi di Jawa Timur

Gerakan mendukung Joko Widodo menjadi calon presiden kian meluas. Simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pro Jokowi (Projo) berencana mendeklarasikan dukungan di Jawa Timur, Sabtu (22/2) mendatang.
"Deklarasi berlangsung di Pandaan Malang," kata Inisiator kader dan simpatisan PDI Perjuangan Projo Fahmi Habsyi di Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Lebay Atasi Konflik Rusun DPR RI Panggil Jokowi

Konflik Rusun ITC Mangga Dua dan Rusun Graha Cempaka Mas seharusnya tidak perlu dibawa-bawa ke ranah politik. Sebab masalah tersebut berada di tangan para penghuninya, sehingga tak perlu melibatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mohammad Sanusi mengungkapkan, seharusnya permasalahan dapat diselesaikan sendiri oleh Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS).

Kak Jokowi Lantik Sylviana Murni Jadi Ketua Kwarda

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo melantik Sylviana Murni sebagai Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jakarta periode 2013-2018. Sylviana yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Pramuka Jakarta pada Desember 2013 lalu.
Tiba di Bumi Perkemahan Cibubur pukul 08.50, Jokowi--sapaan akrabnya-- langsung memimpin upacara yang dihadiri sekitar 10.000 pramuka.

Sanusi Desak Jokowi-Ahok Laporkan Masalah Bus

Wakil Gubernur DKI Basuki Thahaja Purnama (Ahok) mengatakan ada indikasi mark up di balik pengadaan TransJ berkarat. Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Muhammad Sanusi mengatakan pihaknya mendorong Pemprov DKI melaporkan kasus ini ke KPK.
"Perlu didorong, Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur untuk melaporkan ini ke KPK atau kejaksaan," ujar Sanusi, Rabu (19/2/2014).