Calon presiden (capres) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sejauh ini pihaknya masih
terus membangun komunikasi untuk menentukan calon wakil presiden yang
akan mendampinginya.
Namun, Gubernur DKI Jakarta itu memberikan sinyal akan segera mengumumkan pilihannya dalam waktu dekat.
"Belum masih dalam proses. Dalam waktu cepat ini moga-moga," ungkap
Jokowi usai menyambangi markas Barisan Relawan
Jokowi Presiden (Bara JP) di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara,
Jakarta Timur, Kamis (10/4/2014) malam.
Meski demikian, Jokowi belum dapat memastikan waktu yang tepat
mengumumkan cawapres termasuk partai yang akan berkoalisi dengan PDIP.
Jokowi mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai seperti
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Namun, dikatakan, untuk mencapai kata sepakat berkoalisi dibutuhkan
pertemuan yang intensif.
"Sudah tapi itu ketemunya tidak mungkin hanya sekali dua kali, tiga kali, empat kali baru mungkin bisa ketemu," katanya.
Sebelumnya, sejumlah elite PDIP dan Partai Nasdem melakukan
pertemuan di Jakarta. Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella,
mengatakan pertemuan itu diawali dengan saling memberikan ucapan selamat
atas raihan kedua partai di pileg 2014.
Selain itu, kedua partai membicarakan soal kebangsaan ke depan,
termasuk bagaimana agar bisa bekerja sama di pemerintahan dalam rangka
mengawal sistem presidensial.
Patrice Rio Capella mengakui sudah ada platform yang sejalan di
antara PDIP dan Nasdem. Misalnya, PDI-P sudah beberapa kali menekankan
koalisi didasarkan pada visi mewujudkan prinsip Trisakti, yakni
berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan
berkepribadian di bidang budaya.
Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, pada Rabu (9/4/2014) malam
mengatakan, koalisi yang dibangun pihaknya harus memiliki satu agenda
utama, yakni agenda pemerintahan PDIP yang mendorong Indonesia
berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian
dalam kebudayaan.
Hasto mengakui PDI-P tengah berkomunikasi erat dengan partai berbasis
NU, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jembatan komunikasi itu melalui
DPR RI, dan tokoh politik.
"Bahkan Ibu Mega juga sudah menugaskan Mbak Puan Maharani dan Pak
Tjahjo Kumolo untuk membangun komunikasi politik itu," jelas Hasto.
Sumber :
beritasatu.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar