Kamis, 10 April 2014

Jokowi Jamin PDI-P Tidak Bagi-bagi Kursi Menteri

Bakal calon presiden dari PDI Peruangan Joko Widodo mengatakan, sistem  pemerintahan di Indonesia adalah presidensial. Oleh sebab itu, Jokowi  menjamin kerja sama politik ala partainya tidak berujung pada bagi-bagi  kursi menteri.
"Kita ini sistem presidensial. Yang namanya  bagi-bagi kursi menteri itu adanya di koalisi. Kita tidak akan menjadi  seperti itu," kata Jokowi usai menghadiri wawancara di salah satu  stasiun televisi swasta di Jakarta pada Kamis (10/4/2014) malam.
Bagi-bagi  kursi dalam sistem koalisi yang dimaksud Jokowi, misal suatu partai  politik dalam pemilihan legislatif hanya memperoleh suara 20 persen.  Oleh sebab itu, parpol itu mendapatkan jatah kursi menteri 8. Misal  lainnya, partai politik yang memperoleh suara 10 persen hanya  mendapatkan 5 kursi menteri.
Jokowi yakin, koalisi ala PDI  Perjuangan tersebut bukan malah menjauhkan parpol-parpol untuk diajak  bekerja sama secara politik. Menurutnya, sistemnya tersebut malah  bakalan tertarik untuk turut bergabung menyelesaikan persoalan bangsa.
Oleh  karena itu, Jokowi mengatakan partainya tidak mau penjajakan kerja sama  politik dengan sejumlah partai dilakukan terburu-buru. Apalagi, baru  bertemu sekali dua kali saja langsung mengajukan nama calon wakil  presiden.
"Paham bahwa kerja sama pasti punya  keinginan-keinginan. Ini justru yang perlu dibicarakan, enggak mungkin  sekali aja ketemu, masak langsung minta cawapres, enggak mungkin  dipenuhi," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, Indonesia adalah  negara besar. Oleh sebab itu, memerlukan pemerintahan, baik eksekutif  ataupun legislatif yang kuat.
Jokowi menegaskan bahwa penjajakan  kerja sama politik akan dilakukan dengan seluruh partai politik, yang  paling penting memiliki platform sama soal membangun bangsa. Kini,  dirinya bersama tim tengah menyusun jadwal pertemuan dengan sejumlah  partai politik guna penjajakan kerja sama politik, termasuk Ketua Umum  Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Berkaca dari hitung cepat  Litbang Kompas, PDI-P tak mencapai target 27 persen suara. 'Banteng  hitam' hanya memperoleh 19,52 persen di urutan pertama, disusul Partai  Golongan Karya dengan perolehan 15,22 persen dan Partai Gerindra 11,58  persen. Jika penghitungan oleh KPU tidak melampau jauh dari hitung  cepat, tidak ada parpol yang dapat mengajukan capres sendiri dan harus  menambah suara melalui koalisi.

Sumber :
kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar