Kamis, 10 April 2014

Danareksa: Figur Cawapres Jokowi Bisa Menjadi Katalis Pasar

Pasar tengah menanti sentimen positif berikutnya dari hasil pemilihan umum 2014. Kegagalan PDIP meraih 25 persen suara nasional membuat pasar terkoreksi hingga 3 persen.
Menurut Helmy Kristanto, analis Danareksa Sekuritas, sentimen positif penggerak pasar berikutnya adalah calon wakil presiden yang akan menemani Joko Widodo, calon presiden PDIP, maju.
"Nominasi cawapres akan sangat kritis dalam mendikte pergerakan pasar. Nama cawapres berpotensi menjadi katalis pasar, namun hanya jika figur yang dipilih adalah figur yang pro pasar dan memiliki kemampuan solid," ujarnya.
Berdasarkan berbagai hasil hitung cepat, suara PDIP masih di bawah 20 persen dan ini berarti PDIP harus berkoalisi untuk mencalonkan Joko Widodo sebagai capres.
Meski harus berkoalisi, Danareksa menilai Jokowi masih calon kuat menjadi presiden Indonesia berikutnya meskipun PDIP gagal meraih target suara. Optimisme Danareksa didasarkan berbagai hasil survei yang menunjukkan Jokowi sebagai calon populer untuk presiden RI berikutnya.
Helmy menambahkan jika Joko Widodo menjadi presiden, besar kemungkinan dia tidak akan merombak semua kebijakan dan meluncurkan seperangkat kebijakan baru.
"Resiko pasar akan lebih rendah (jika mempertahankan kebijakan) dibanding memperkenalkan kebijakan baru," ujarnya.
Danareksa mempertahankan proyeksi IHSG-nya di level 4.940. Menurut Danareksa hasil hitung cepat menunjukkan tidak ada pemenang mutlak dalam pemilu legislatif kali ini dan ini akan berdampak pada ketidakpastian jangka pendek di pasar.

Sumber :
beritasatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar