Kamis, 10 April 2014

Ada Upaya Mendowngrade Jokowi untuk Memecah PDIP

Perolehan suara PDIP dalam pemilihan legislatif, Rabu (9/4) memang di bawah target. Alih-alih mendapat 27 persen, berdasarkan hasil hitung cepat partai banteng moncong putih ini hanya meraup 19,72  persen (hitung cepat Lingkaran Survey Indonesia). Nah, kini banyak pihak yang menganggap bahwa Jokowi tak punya efek untuk mendongkrak suara PDIP.
Berbagai berita yang menghiasi media pun menekankan tak ada perubahan signifikan setelah Jokowi diumumkan sebagai capres. Menanggapi pemberitaan yang masif itu pengamat Politik Ari Dwipayana menilai saat ini ada gerakan kampanye negatif yang ingin men-downgrade sosok capres Jokowi.
"Kampanye itu seperti punya skenario untuk memecah PDIP dengan mendorong ketidakpuasan internal (PDIP) pada Jokowi karena dia tidak punya efek ke partai," kata Ari Dwipayana Kamis (10/4/2014).
Kata Ari, sebenarnya Jokowi punya elektabilitas yang sangat tinggi sebagai capres, yakni 40-50 persen. Kata dia, pemilih Jokowi adalah pemilih lintas partai. Nah, karena sebelum pileg Jokowi kerap diberitakan negatif, maka itu perpengaruh memperbanyak sikap antipartai dan antipileg. Hasilnya, golput di pileg 2014 semakin banyak, yakni mencapai 35 persen.
Selain itu, penyebab Jokowi tak begitu memiliki efek di pileg disebabkan karena waktu yang digunakan oleh PDIP untuk mensosialisasikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres juga terlalu singkat. Dia lantas membandingkan dengan yang dilakukan Capres Gerindra Prabowo Subianto.
Sosok mantan Danjen Kopassus itu memang mendongkrak perolehan suara Gerindra lantaran dia sudah mensosialisaikan sebagai capres sejak 2,5 tahun lalu. "Jokowi kan baru disosialisasikan dua minggu sebelum pileg," ujar pengamat politik UGM ini.
Tapi menurut Ari pada pilpres nanti akan banyak bermunculan dukungan dari pemilih non loyal partai. Karena itu dia percaya pemilih Jokowi tetap banyak. "Berbagai survei menunjukkan pendukung Jokowi justru berasal dari partai di luar PDIP, ini disebut split ticket voting," ujarnya.

Sumber :
jpnn.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar