Senin, 12 Mei 2014

Seknas Jokowi: Revolusi Mental Sama dengan Membangun Jiwa Bangsa

Capres PDIP Jokowi memandang bahwa masalah-masalah bangsa yang kini hadir adalah penghalang utama bagi bangsa Indonesia dalam mencapai apa yang menjadi cita-cita proklamasi kemerdekaan.
"Masalah-masalah yang ada telah demikian kompleks, berakar jauh ke belakang dan dalam. Tidak ada cara lain dalam penyelesaian masalah-masalah tersebut kecuali dengan membangun kekuatan nasional yang kuat, yang berarti dukungan serta keterlibatan rakyat yang penuh," kata Dadang Juliantara, Presidium Seknas Jokowi kepada Tribunnews.com, Senin (12/5/2014). 
Menurut Dadang, usaha bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, hanya akan berhasil jika dan hanya jika seluruh rakyat Indonesia terlibat didalamnya.
Oleh sebab itulah, lanjut dia, dibutuhkan suatu langkah drastis dan mendasar, yakni suatu revolusi mental. "Pandangan ini sejalan dengan apa yang pernah disampaikan oleh Bung Karno dalam Pidatonya pada 17 Agustus 1966, bahwa untuk membangun bangsa, membangun ekonomi, dan lain-lain, pada taraf awalnya, atau pada permulaannya adalah membangun Jiwa Bangsa," katanya.
Jadi, katanya, suatu revolusi mental sesungguhnya adalah langkah mendasar membangun jiwa bangsa. Makin hilangnya watak sosial dan watak nasional dari kekuasaan negara, merupakan akibatnya dari keadaan dimana jiwa bangsa lemah, sedemikian rupa sehingga gerak kekuasaan negara tidak dijalankan sebagaimana maksud keberadaannya.
Berikut ini adalah kutipan dari pidato Bung Karno:
“… sesungguhnya toh, bahwa membangun suatu negara, membangun ekonomi, membangun teknik, membangun pertahanan, adalah pertama-tama dan pada tahap utamanya: membangun jiwa bangsa! Bukankah demikian? Sekali lagi, bukankah demikian?
Tentu saja, kata Dadang lagi,  keahlian adalah perlu. Tetapi keahlian saja, tanpa dilandasi jiwa yang besar, tidak mungkin akan mencapai tujuannya. Inilah perlunya, sekali lagi mutlak perlunya – National and  Character Building! "Tentu saja usaha ini pun memakan ongkos, memerlukan biaya, tetapi hasilnya sungguh berlipat-lipat ganda lebih besar dibandingkan dengan pengeluarannya.
Memberikan selfrespect kepada bangsa sendiri, memberikan selfconfidece kepada bangsa sendiri, memberikan kesanggupan untuk berdikari, - adalah mutlak perlunya bagi tiap-tiap bangsa, di sudut dunia mana pun, di bawah kolong langit manapun. …”  [tribun]

1 komentar:

  1. MERDEKA !!! itu baru bangsa yg benar2 merdeka, bukan bangsa penjilat & peminta minta.

    BalasHapus