Selasa, 18 Maret 2014

Di Tengah-tengah Cercaan Gerindra, Washington Post Puji Jokowi karena Antikorupsi

Di tengah-tengah cercaan dan ledekan Partai Gerindra kepada Joko Widodo, Washington Post malah memuji mantan wali kota terbaik itu lewat artikel mereka yang tayang kemarin. Media yang terbit di Amerika Serikat itu menulis Jokowi Effect dengan analisis Tom Pepinsky, pakar politik dari Cornell University.
Koran ini memaparkan popularitas Gubernur DKI Jakarta yang melejit setelah kekecewaan masyarakat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang pada Pemilu 2004 lalu diharapkan bisa membawa perubahan. Joko Widodo alias Jokowi dianggap jauh dari korupsi setelah menunjukkan kepemimpinannya saat menjadi Wali Kota Solo. “Penduduk Amerika malah mengenal SBY lewat album musiknya,” demikian media itu menuliskan.
Efek popularitas Jokowi kemudian menjalar ke mana-mana. Peta politik di Indonesia berubah dan lebih kompetitif. Tidak seperti SBY pada 2004 lalu yang membuat Partai Demokrat untuk kendaraannya menuju kursi presiden, kali ini kerja Jokowi lebih mudah. Figurnya sudah menempel di PDI Perjuangan. Energi maupun logistik tak perlu dihabiskan untuk mengurus partai karena mesin politik PDI Perjuangan sudah berjalan. “Ini membuat partai yang berkuasa terpaksa bekerja keras.”
Washington Post juga menuliskan popularitas ini akan dimanfaatkan PDI Perjuangan dengan semaksimal mungkin. Mereka akan merebut kursi di DPR sebanyak mungkin. Dengan besarnya suara dan kursi di DPR, PDI Perjuangan tak perlu repot mencari koalisi. Partai koalisi selama ini dianggap terlalu banyak menuntut.
Media ini juga memberikan catatan akhir terhadap pertempuran politik di Indonesia nanti. Jokowi dan timnya diperkirakan tak akan terlalu banyak bekerja keras karena popularitas. “Kondisi ini menjadi ancaman terbesar bagi kandidat-kandidat presiden dari partai lain,” media itu menuliskan.

Sumber :
tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar