Jumat, 28 Maret 2014

Tip dan Trik: Begini Cara Golkar Naikkan Nilai Jualnya di Mata Jokowi dan PDIP

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, mengatakan sampai saat ini partainya belum memutuskan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Aburizal Bakrie.
"Mengenai cawapres, itu hanya sebatas wacana, karena posisi politiknya adalah Partai Golkar baru mencalonkan cawapres dan kita akan membahas segera setelah selesai pemilu. Kami lihat bagaimana komposisi pemenang partai dan peta politik yang baru. Lalu kita akan melihat bagaimana koalisi dengan partai tertentu," kata Agung di Kemenkokesra, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Namun, kata dia, jika Golkar tidak memperoleh suara lebih dari 20 persen sehingga tak bisa mengajukan calon wakil presiden, maka tidak mungkin ada kader Golkar yang akan menyeberang ke partai lain untuk menjadi calon wakil presiden atau presiden.
"Tidak mungkin partai mencalonkan dua, satu dicalonkan sendiri satu lagi dicalonkan ke partai lain. Itu aneh, mencabik-cabik suara sendiri artinya," kata dia.
Agung mencontohkan, Golkar sudah menetapkan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, maka tidak mungkin Jusuf Kalla atau Akbar Tanjung maju menjadi capres atau cawapres dari partai lain.
"Misalnya ARB dengan siapa, JK dengan siapa, Akbar dengan siapa itu tidak mungkin. Mereka petinggi partai, tidak usah diajari," ujar dia.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mendekati Jusuf Kalla untuk menjadi calon presiden. Kemudian, isu kembali berhembus ketika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dicalonkan presiden oleh PDIP sementara JK didorong untuk mendampingi Jokowi.

Sumber :
viva.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar