Jumat, 28 Maret 2014

Prabowo Dekati TNI, Jokowi Gandeng Tokoh Agama

Makin dekat ke Pemilu 2014, pergerakan para capres makin menarik dicermati. Perbedaan pendekatan masing-masing capres menggambarkan strategi untuk meraih dukungan. Salah satu yang paling menarik, perbedaan strategi antara Jokowi dan Prabowo, dua capres terkuat versi survei saat ini.
Begitu resmi ditetapkan sebagai capres PDIP pada Jumat (14/3/2014), Jokowi langsung membuat gerakan. Seolah tak kenal lelah, dalam waktu berdekatan Jokowi melakukan pendekatan ke beberapa tokoh agama.
Tercatat Gubernur DKI ini sudah bertemu dengan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa pada Rabu (19/3/2014), Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin pada Kamis (20/3/2014), sesepuh NU KH Mustofa Bisri pada Kamis (20/3/2014) malam, dan keluarga Gus Dur pada (25/3/2014).
Pada dua pertemuan, yaitu dengan Din Syamsuddin dan keluarga Gus Dur, Jokowi ditemani aktivis antikorupsi Teten Masduki.
Tak ada deklarasi dukungan setelah pertemuan-pertemuan itu. Tak banyak pula informasi soal deal politik yang beredar. Namun pernyataan tokoh-tokoh yang ditemui Jokowi menggambarkan adanya permintaan dukungan.
"Kami apresiasi kedatangannya karena mau dengan rendah hati datang ke tokoh-tokoh untuk menghimpun aspirasi Indonesia ke depan. Itu sikap rendah hati yang ditunjukkan pemimpin, kita apresiasi," kata Yenny usai pertemuan di Jl. Warung Silah No. 10, Ciganjur Jakarta Selatan, Selasa (25/3/2014) lalu.
Sementara capres Gerindra Prabowo Subianto memilih strategi berbeda. Prabowo melakukan pendekatan ke kalangan yang tak sama dengan pesaingnya. Eks Danjen Kopassus itu menggalang dukungan dari purnawirawan TNI/Polri.
Berkumpul di Menara Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (27/3/2014), sekitar 300-an purnawirawan menyatakan dukungan atas majunya Prabowo sebagai calon presiden 2014-2019. Yang menyatakan bukan sembarang purnawirawan. Beberapa di antaranya adalah purnawirawan jenderal. Salah satunya adalah Letjen (Purn) Yunus Yosfiah, komandan yang memimpin operasi di Timor Timur tahun 1975.
“Prabowo adalah seorang pemimpin yang hebat bukan sekedar baik,” kata Yunus saat memimpin deklarasi dukungan kepada Prabowo di Menara Bidakara, Jakarta Selatan hari ini, Kamis (27/3/2014).
Strategi siapa yang lebih efektif? Blok militer atau blok agama?

Sumber :
detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar