Kamis, 15 Mei 2014

Jokowi Akan Periksa Pengiriman Dana ke Rekening Pribadi Pejabat Dinas PU

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan menyelidiki kasus adanya penyerahan anggaran yang dikirim melalui rekening pribadi ke sejumlah kepala seksi Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta.
Pengiriman dana APBD Perubahan ke rekening pribadi dilakukan sejak akhir September sampai awal Oktober.
Saat ditanya mengenai kasus ini, Jokowi mengaku tidak tahu menahu Dinas PU DKI melakukan pengiriman anggaran ke rekening pribadi pejabat kasie kecamatan oleh Dinas PU.
"Saya belum tahu soal ini," kata Jokowi, Kamis (15/3/2014).
Namun, dia berjanji akan segera melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap permasalahan tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui alasan dilakukannya kebijakan tersebut. Sebab dalam pengelolaan anggaran hal itu tidak dibenarkan.
"Setelah kamu (wartawan) beritahu, saya akan cek pastinya. Saya akan selidiki kenapa bisa terjadi," ujarnya.
Ketika ditanya bila pengiriman anggaran dari APBD ke rekaning kasie kacamatan benar dilakukan Dinas PU DKI, apakah Jokowi akan memberikan sanksi tegas kepada Kepala Dinas PU Manggas Rudi Siahaan, Jokowi pun enggan menjawab.
"Ya diselidiki dulu. Masa dikit-dikit dicopot, dilihat saja belum," tuturnya.
Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Restorasi Jakarta (DPP-Praja) melaporkan adanya potensi korupsi di Dinas PU DKI ke KPK terhadap rerkait pengelolaan APBD Perubahan 2013 sebesar Rp180 miliar.
Alokasi ini untuk perawatan jalan yang dilakukan oleh Seksi Jalan Sudin PU tingkat kecamatan. Potensi korupsi ini terendus dari mekanisme penyerahan anggaran yang dikirim melalui rekening pribadi ke sejumlah kepala seksi. Pengiriman dana APBD Perubahan ke rekening pribadi pada akhir September sampai awal Oktober lalu merupakan pelanggaran dalam pengelolaan APBD.
Dari 42 seksi kecamatan, masing-masing terima anggaran antara Rp 2,5 miliar sampai Rp 5 miliar.
Direktur Investigasi DPP Praja Sabam Manise mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi.
"Kami ingin ketiga lembaga penegakan hukum ini dapat mengusut tuntas," tukas Sabam.  [beritasatu]

4 komentar:

  1. 1] hai jokowi kmu tau-kah urusin $$$ provinsi apa lagi $$$ negara ... blusukan hny 1/2Bnr , tiap hr hny cerita mngmt&kontrol tp coba lihat kasus2 satu per satu jabatan dlm dki ... urusin zoo BLM tentu kmu bisa apa-lagi DKI dgn pelbagai gelagat & k'dpn RI!!!
    2] klu mau orasi ... tulis dl , JGN omong sebarangan ... kmu TDK pny bakat B Karno
    ... tp keKuatan kmu hny blusukan sbb kurus , senang jln sini-sana , krj yg tdk beres d'bebel aja .... itu kerja supervisor d'kilang/pabrik BKNx general/factory manager!!! untung/p'ada'n brg yg benar kualiti/kuantiti/hrg seBLM produksi/k'sejahteraan pekerja/brg hasilan yg menepati spek & urusin limbah/brg buangan! seTiap thn k'dpn-kan ada expo mk ada design2 br ... tdk mngkn 5thn brg yg sm aja!!!!

    BalasHapus
  2. -uang utk beli kayu ... haruskah purchaser simpan uang itu atau d'byr langsung k'supplier wkt penghantaran/penerimaan/check brg dl??? - kadang d'kasi 70%bayaran sesudah trm brng , sisaX dlm 1minggu , selepas buat grading kayu tersebut ... bukan-kah bg'itu???
    -uang utk tukan ban bocor d'kasi k'driver? .... bknX ada akaun dgn p'buat/repair ban klu d'kilang ada 10forklift , 20lori , 2wheel-loader & 3bis lg company car????????

    BalasHapus
  3. Waah disini Ada yg ngomongnya ngelantur, bhsnya aneh pula, wew

    BalasHapus
  4. Bhs dan tulisan Pak Liem susah dimengerti, kalimatnya sprt orang dewasa tp tulisannya sprt oknum ABG. He he he, sirah mani lieur kieu atuh.

    BalasHapus