Rabu, 15 Oktober 2014

Jokowi di Mata Guntur dan Rachma

Kunjungan Guntur Sukarnoputra ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang juga merupakan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) merupakan hal yang istimewa. Sebab bila dibanding dengan adiknya yang bernama Rachmawati, sikap ini jelas berseberangan. Yang satu ini, boro-boro memberi selamat atau menyalami, justru Rachma bersama Prabowo Subianto minta pelantikan Jokowi ditunda, syukur-syukur dibatalkan dan berusaha keras mengirim Jokowi ke balik jeruji besi yang dingin di Sukamiskin Bandung bukan untuk napak tilas perjuangan Bung Karno tetapi sebagai terpidana korupsi.
Putra-putri Bung Karno dari istri Fatmawati ada 5, yakni: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari ke lima putra-putri Sang Proklamator tersebut, si sulung Guntur menjauhkan diri dari publikasi. Jarang sekali masuk berita media massa. Mungkin sudah terbiasa dengan pembatasan publikasi di era Orde Baru. Sebab di jaman itu, Pak Harto, selalu “mengawasi” gerak-gerik anak-anak Bung Karno. Bahkan hanya bikin nama Universitas Bung Karno saja, dipersulit dan dilarang.
Tapi meski diawasi, Megawati dengan PDI kemudian bisa bikin Pak Harto tidak nyaman. Klimaksnya, terjadinya Peristiwa 27 Juli 1996 itu. Dan dengan nama baru PDIP, Megawati semakin besar. Seiring dengan tumbangnya Orde Baru, Universitas Bung Karno yang diimpikan Rachmawati bisa berdiri.
Dalam era reformasi, presiden RI silih berganti. Anak kedua Bung Karno, Megawati sempat menjadi Presiden RI, menggantikan Gus Dur. Dia ingin kembali ke Istana, tapi selalu kalah oleh SBY. Baru melalui Jokowi yang bukan trah Sukarno, Megawati terhibur, setidaknya berhasil menanamkan kader PDIP memimpin Indonesia. Megawati berharap Jokowi bisa mengamalkan “Trisakti”-nya BK dalam pemerintahannya.
Guruh yang dulu meragukan Jokowi, kini mengacungi jempol sedangkan Guntur mau mengucapkan selamat dan mendatangi Jokowi, meski baru di rumah Taman Suropati. Sukmawati belum jelas apa warnanya. Tapi tak pernah ada berita dia memusuhi Jokowi.
Tapi Rachmawati, karena terpengaruh Koalisi Merah Putih, justru nggrecoki Jokowi melulu. Boro-boro dia mengucapkan selamat, justru minta pelantikan Jokowi ditunda atau dibatalkan dan bersama Prabowo berusaha keras mengirim Jokowi ke balik jeruji besi yang dingin.  Dia yakin bahwa Jokowi terlibat korupsi pengadaan bis Transjakarta. Apa sih motif Rachma, sehingga selalu berlawanan dengan mbakyunya? Iri hati dari masa kecil yang tersingkirkan?  [Pos Kota]

1 komentar:

  1. Ya kebanyakan orang akan terbentuk dari lingkungannya, jadi kalau lingkungannya adalah orang2 yang berkarakter dan berkepribadian KURAWA seperti : DURNA dan SANGKUNI, maka kemungkinan besar dia akan menjadi PRIBADI seperti yg ada di lingkungannya itu.

    BalasHapus