Sabtu, 12 April 2014

Tegaskan Putra-Putri Megawati Satu Suara soal Jokowi

PDI Perjuangan (PDIP) gerah lantaran diberitakan tengah dilanda perpecahan internal pasca-keluarnya hasil pemilu legislatif (pileg) yang menempatkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu gagal mencapai target 27 persen suara meski sudah memutuskan untuk mengusung Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden. Pemberitaan yang muncul menyebut terjadi gesekan di antara putra-putri Megawati, yakni Prananda Prabowo dan Puan Maharani saat evaluasi atas hasil pileg.
Menurut Wakil Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, tidak ada insiden pengusiran terhadap Jokowi oleh Puan Maharani selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) dalam rapat evaluasi di kediaman Megawati di Jalan teuku Umar nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4) petang. Hasto menegaskan, putra dan putri Megawati sudah satu hati soal mengusung Jokowi sebagai capres.
"Semua support Pak Jokowi, jadi tentu kami terkejut dengan pemberitaan itu. Jelas pemberitaan itu tidak sesuai fakta," kata Hasto kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (12/4) petang.
Dipaparkannya, PDIP merasa difitnah dengan pemberitaan itu. Karenanya Hasto berharap media yang telah memberitakan insiden pengusiran Jokowi itu dikoreksi. "Karena itu blunder untuk sebuah kaidah jurnalistik," papar Hasto.
Sebelumnya, sebuah media cetak berbahasa Inggris terbitan Jakarta memberitakan bahwa Puan marah dan meminta Jokowi meninggalkan pertemuan evaluasi pileg yang digelar di kediaman Megawati. Namun, Prananda Prabowo yang selama ini bertanggung jawab atas Situation Room PDIP menentang langkah Puan mengusir Jokowi.
Puan merupakan putri Megawati dari pernikahannya dengan mendiang Taufik Kiemas. Sedangkan Prananda atau yang dikenal dengan panggilan Nanan merupakan putra Megawati dari pernikahannya dengan mendiang Surendro.
Dalam pemberitaan itu disebut bahwa Jokowi sebelum pertemuan menyalahkan strategi politik PDIP sehingga perolehan suara di pileg tak menembus target 27 persen. Pernyataan Jokowi itu disebut membuat Puan meradang karena merasa disalahkan. Hingga akhirnya dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah petinggi PDIP itu Puan menumpahkan kemarahannya dan mengusir Jokowi.
Bukan hanya itu, Megawati juga dikabarkan meneteskan air mata dalam pertemuan itu. Penyebabnya bukan karena Jokowi diusir tetapi karena menyaksikan langsung pertikaian putra-putrinya sendiri.

Sumber :
jpnn.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar