Jumat, 09 Mei 2014

Siapapun Cawapresnya, Prabowo Menang Satu Putaran

Menjelang Pemilihan Presiden 2014, hasil survei Lembaga Survei & Polling Indonesia (SPIN) mengungkap adanya fluktuasi elektabilitas para calon presiden. "Jokowi mengalami penurunan elektabilitas, sedangkan Prabowo merambat naik, dan Ical cenderung stagnan," ujar Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (9/5/2014).
Menurut dia, kejelian memasangkan duet pasangan capres-cawapres akan menjadi penentu pemenangan di Pilpres 9 Juli nanti, lantaran orientasi publik atas figur di atas partai politik masih jadi rumus politik pemenangan pilpres saat ini.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil survei, Igor menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto-Hatta Rajasa adalah tertinggi bila dibandingkan dengan cawapres lainnya, bahkan Prabowo diperkirakan menang dalam satu putaran. "Siapapun cawapres pendamping Prabowo Subianto sebagai capres nanti dalam Pilpres 9 Juli 2014, diprediksi bisa menang satu putaran," katanya.
"Prabowo dinilai unggul pada sisi elektabilitas yang terus meningkat, tingginya soliditas partai Gerindra, isu dan program prorakyat, serta efektivitas tim komunikasinya," jelasnya. Terkait dengan wacana koalisi Golkar-Gerindra, kelegowoan Ical menurunkan posisi cawapres untuk dirinya jika duet dengan Prabowo sebagai capres bisa meredam dinamika internal di tubuh Golkar pascapileg untuk mengevaluasi pencapresan-nya yang dinilai memaksakan diri.
"Komposisi Prabowo sebagai capres dengan Ical sebagai cawapresnya dilandasi pada soal elektabilitas kedua figur tersebut dari hasil survei," tambahnya. Igor menjelaskan, Ical bisa mengikuti langkah Jusuf Kalla dulu pada Pemilu 2004 yang mau menjadi cawapres SBY. Kendati pada saat itu perolehan suara Golkar diatas Partai Demokrat.
Survei ini dilakukan pascapileg 15-30 April 2014 melibatkan 1.070 responden berusia 17 tahun keatas yang tersebar di 33 provinsi dengan metode multistage random sampling. Margin of error 3% disertai tingkat kepercayaan 95%.  [antara]

3 komentar:

  1. Hitungannya gak jelas ni survey? Prabowo-Hatta (?%) vs Jokowi-...? (?%).
    Mudah bgt bikin analisa tanpa detail angka.

    BalasHapus
  2. Itu kan survei dlm mimpi, gpp bos, biarin aja, dia lg ngigau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah btl Hana Roslina, biarkanlah mereka bermimpi sebelum mimpi dilarang oleh undang-undang, he he he ...

      Hapus