Jumat, 04 Juli 2014

Jokowi Apresiasi Kerja Polisi dan Siap Jadi Saksi Obor Rakyat

Capres nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi langkah Mabes Polri menetapkan dua petinggi Tabloid Obor Rakyat sebagai tersangka. Bagi Jokowi langkah itu merupakan bukti ketegasan Polri.
"Itu namanya ketegasan. Itu namanya tindakan hukum yang tegas," kata Jokowi kepada wartawan di Depok, Jumat (4/7/2014).
Jokowi tidak mempersoalkan waktu penetapan tersangka petinggi Obor Rakyat yang terkesan lambat. Menurutnya apa yang dilakukan kepolisian tetap perlu diacungi jempol. "Saya kira masih baik. Tindakan kepolisian saya acungin jempol," ujarnya.
Jokowi menyerahkan sanksi petinggi Obor Rakyat kepada pengadilan. Dia juga mendesak kepolisian mencari tahu siapa pemberi dana yang menerbitkan tabloid tersebut. "Diusut semuanya, siapa yang mendanai Karena itu bukan uang sejuta-dua juta," katanya.
Sebelumnya penyidik Mabes Polri telah menetapkan dua petinggi Tabloid Obor Rakyat, Setyardi Budiono dan Darmawan Sepriyossa sebagai tersangka terkait laporan tim advokasi Jokowi-JK.

Siap Jadi Saksi
Jokowi siap memenuhi panggilan polisi untuk memberikan keterangan terkait kasus 'Obor Rakyat'. Penyidik Bareskrim Polri resmi menetapkan pemred dan penulis tabloid Obor Rakyat, Setyardi Budiono dan Darmawan Sepriyossa sebagai tersangka.
"Kalau memang dibutuhkan, saya siap datang," ujar Jokowi di Depok Town Square, Jawa Barat, Jumat (4/7/2014).
Seperti diketahui, Polri masih tetap menduga adanya pelanggaran pasal 310 dan 311 KUHP terkait pencemaran nama baik dan fitnah dalam kasus 'Obor Rakyat'. Oleh karena itu, sejumlah saksi pun masih dimintai keterangan.
Misalnya, siang ini penyidik menggali informasi dari ahli bahasa. "Belum tahu, kan nanti ada ahli bahasa dan pidana. Supaya objektif tidak bisa memutuskannya kan ada ahli. Kalau termasuk fitnah atau tidak, nanti akan dikenakan. Sementara ini dulu aja," jelas Dirtipidum Brigjen Pol Herry Prastowo di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (4/7/2014).
Jika memang terbukti ada indikasi fitnah dan pencemaran nama baik, kata Herry, maka keterangan Joko Widodo akan dibutuhkan.
"Dalam rangka keterangan yang bersangkutan diperlukan. Saya sudah minta pada tim lawyer untuk alokasi waktu untuk ambil keterangan. Kalau orang biasa akan kami panggil langsung," tambah dia.   [republika,merdeka]

1 komentar:

  1. Darmawan & Setyardi yg jadi tersangka itu baru awal. Sisanya yg hrs diurai dan dibuktikan biar lbh jelas motif dan aktor intelektualnya adalah adanya dugaan yg beredar di perbincangan dunia maya adalah hubungan Muchlis Hasyim sbg Top Eksekutor - Rizal Chalid (Pengusaha Minyak/Funding) dan Hatta Rajasa (Ex. Menko Perek) yg diduga ada hubungan dg Rizal Chalid terkait transaksional urusan minyak dan kursi RI2. Yo'i tunggu tanggal mainnya!

    BalasHapus