Senin, 07 April 2014

Giliran Tokoh dan Ulama Betawi Goyang Jokowi

Tokoh dan ulama Betawi kompak megambil sikap seperti Partai Gerindra, meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menuntaskan amanat warga Jakarta yang telah memilihnya menjadi kepala daerah Provinsi DKI Jakarta selama lima tahun. Sehingga janjinya untuk menjadikan Jakarta Baru dapat terpenuhi.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984-1987 Mayjen TNI (Purn) Eddie Nalapraya mengatakan tokoh, ulama dan warga Betawi tidak melarang Jokowi menjadi Presiden RI. Melainkan hanya menahan Jokowi selama lima tahun untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
“Orang Betawi itu toleransinya tinggi loh. Makanya kita bukannya menolak dan melarang Jokowi jadi presiden. Tetapi kita tahan dia jadi presiden untuk menyelesaikan dulu tugasnya sebagai Gubernur DKI,” kata Eddie dalam acara Silahturahmi Tokoh dan Ulama Betawi di Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014).
Karena itu, Eddie mengajak seluruh warga Betawi tidak menjelek-jelekkan Jokowi atau pihak siapa pun yang mendukung Jokowi jadi Presiden. Warga Betawi diminta untuk menyampaikan aspirasinya dengan santun langsung kepada mantan Wali Kota Solo ini untuk memenuhi janjinya dalam kampanye dan sumpahnya dalam pelantikannya didepan seluruh warga Jakarta, DPRD DKI dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
“Kita tidak menjelek-jelekkan siapa-siapa. Tetapi kita hanya minta Jokowi memenuhi janjinya. Menjalankan sumpahnya yang dikatakan dibawah Alquran,” ujar pendiri Bamus Betawi ini.
Tokoh ulama Betawi KH Fahrurrozi Ishaq mengatakan dua tahun belakangan ini, Jakarta berada dalam zaman fenomenal. Artinya keberadaan sosok Jokowi menunjukkan zaman ada manusianya, sehingga logika politik pun tidak berjalan dengan akal sehat.
“Kalau zaman Gus Dur itu manusia ada zamannya. Sekarang zamannya Jokowi, zaman ada manusianya. Jadi kita apakan saja, dia pasti jadi. Bahkan semakin kita jelekin, musuhin dan serang dia, dia makin enak,” kata Fahrurrozi dalam acara Silahturahmi Tokoh dan Ulama Betawi di Teluk Betung, Jakarta Pusat, Senin (7/4).
Karena itu, untuk menghadang Jokowi menjadi Presiden membutuhkan strategi yang tepat. Salah satu strateginya adalah menuntut janji dan sumpah Jokowi yang telah dia ucapkan. Fahrurrozi melihat dalam 1,5 tahun ini, Jokowi belum memiliki prestasi apa pun dalam membuat Jakarta Baru.
“Disinilah kita perlu strategi. Yang perlu kita tuntut adalah janji dan sumpah Jokowi. Selama lima tahun menjadi Gubernur DKI. Berjanji membuat Jakarta Baru selama lima tahun. Tapi kok macet makin macet. Mau hilangin banjir kok makin banjir. Lelang jabatan, hanya strategi dia mau pindahin orang-orangnya saja. Harusnya kan yang baru itu lebih baik, kok ini tidak,” tukasnya.

Sumber :
beritasatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar