Selasa, 08 April 2014

Gerindra Kritik Iklan Obat Antimasuk Angin

Dalam masa tenang menjelang pemilu legislatif, kampanye partai politik baik dalam media cetak maupun media elektronik tidak diperbolehkan. Meski demikian, beredar iklan dari sebuah produk obat masuk angin yang bintang iklannya mirip dengan salah satu calon Presiden dari sebuah parpol peserta pemilu 2014.
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan bahwa iklan tersebut merupakan bentuk dari kampanye terselubung.
“Meskipun iklan tersebut dilakukan oleh sebuah perusahaan yang tidak ada kaitannya dengan kontestan pemilu. Tetapi dalam iklan tersebut, bintang iklannya menyebutkan diri sebagai salah satu calon presiden dari partai politik tertentu meskipun yang bersangkutan menyebutkan kata KW2 alias hanya tiruan," kata Muzani, Selasa (8/4/2014).
“Hal Itu sebenarnya merupakan bentuk penyamaran atau akal-akalan dalam memanfaatkan masa tenang. Menurut hemat kami, Bawaslu harus bertindak terhadap iklan-iklan yang menjurus politik di masa tenang seperti ini. Jika hal tersebut dibiarkan maka akan ditiru oleh partai politik lainnya. Tayangan tersebut juga menyindir kandidat tertentu dan menurut saya hal itu tidak pantas," lanjutnya.
Muzani menyarankan kepada perusahaan-perusahaan yang beriklan di media cetak maupun elektronik untuk tidak memasuki ranah politik.
“Semua perusahaan, terutama di masa tenang, hendaknya tidak melakukan aktivitas yang seolah-olah sedang mempromosikan produk tersebut padahal sebenarnya justru mengkampanyekan kandidat, calon Presiden, atau partai tertentu. Menurut kami perusahaan tersebut sedang bermain politik atau sedang memasuki ranah politik dimana hal tersebut bukanlah ranah dari perusahaan yang bersangkutan. Hal tersebut tentu saja tidak baik," tukasnya.

Sumber :
tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar