Kamis, 13 Maret 2014

Yayat Kembali Meradang, Jokowipun Diserang Ulang

Mantan Tim Sukses Jokowi, Michael Bimo Putranto diduga terlibat dalam kasus pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) senilai Rp 1,5 triliun. Selain itu, Bimo diduga pernah ke Ankai, Cina untuk memantau proses pengadaan bus.
Kasus tersebut mencuat dan berdampak pada citra Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Lantaran, Bimo mengaku sebagai orang yang kenal dekat dengan Jokowi.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna mengatakan kasus pengadaan bus tersebut merupakan bukti sistem pengawasan yang dijalankan Jokowi masih sangat lemah.
Lantaran, Pemprov DKI langsung percaya dengan orang yang mengaku Orang Dekat Jokowi (ODJ).
"Kenapa banyak ODJ-ODJ? karena sistem yang dijalankan Jokowi lemah. Makanya banyak ODJ yang memanfaatkan itu," ujar Yayat yang dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Yayat menegaskan Jokowi dan Wakilnya, Ahok saat ini merasa dipermainkan oleh para pejabat di lingkungan Pemprov DKI. Dengan adanya kasus tersebut bisa jadi bukti kelemahan sistem pengawasan yang dilakukan Jokowi.
"Itu jelas pengawasan lemah. Mereka seakan-akan dipermainkan sama anak buah. Kenapa bisa begitu? Karena pengawasannya lemah," kata dia.
Seperti diketahui, nama Michael Bimo mencuat lantaran kasus pengadaan bus Transjakarta dan BKTB senilai Rp 1,5 triliun. Bimo diduga menjual nama Jokowi untuk memuluskan pemenang tender pengadaan tersebut.

Sumber :
merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar