Selasa, 19 Agustus 2014

Usai Putusan MK, Jokowi Mundur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum memutuskan kapan akan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jokowi mengaku akan mundur setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan soal sengketa pilpres yang diajukan kubu pasangan Prabowo-Hatta.
"Ya setelah tanggal 21 (Agustus) mundurnya (dari Gubernur DKI Jakarta)," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/8/2014).
Namun Jokowi kembali mengelak ketika ditanya wartawan kapan waktu pasti dirinya akan mundur dari posisi orang nomor satu di DKI Jakarta.
"Ya bisa Desember, bisa Oktober," ungkap Jokowi sambil tertawa.
Seperti diketahui, MK akan memutus gugatan sengketa pilpres yang diajukan kubu Prabowo-Hatta, Kamis (21/8/2014) lusa. Beberapa waktu lalu, Jokowi juga sempat mengatakan akan mundur dari posisi Gubernur DKI setelah Lebaran.
Namun, hal itu tak terjadi. Jokowi berkilah bahwa setelah Idul Fitri, masih ada bulan-bulan lain seperti September, Oktober, November dan Desember.
Jokowi dan Jusuf Kalla telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang pilpres 2014. Namun, pasangan Prabowo-Hatta menggugatnya ke MK.

Tak Mau Komentar Tentang Pengisi Jabatan Wagub DKI
Jokowi enggan berkomentar soal calon pengganti posisi wakil yang akan mendampingi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasalnya, apabila Jokowi sudah dilantik dan naik ke kursi RI 1, maka secara otomatis Ahok naik ke kursi DKI 1.
"Saya tidak berada dalam posisi kewenangan itu jadi saya tidak mau komentar," kata Jokowi di Balai Kota, Selasa (19/8/2014).
Jokowi mengaku dirinya tidak pernah memberikan saran kepada Ahok mengenai hal tersebut. Pasalnya ia tetap bergeming, persoalan kriteria pendamping Ahok nantinya justru dari Ahok sendiri.
Sementara itu, Ahok menyebutkan kriteria wakil gubernur yang akan mendampinginya nanti. Ia menginginkan, orang yang menggantikan posisinya nanti adalah orang yang sejalan dengan dirinya dalam membangun Jakarta.
"Orang yang bisa sama-sama tidak nyolong, mau kerja keras bangun Jakarta sama taat aturan," ujar Ahok.
Belakangan terdengar nama Boy Bernaldi Sadikin yang juga merupakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI-P DKI Jakarta dan Mohammad Sanusi yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta disebut-sebut sebagai calon yang akan mendampingi Ahok sebagai gubernur menggantikan Jokowi.
Namun ketika ditanya apakah keduanya sudah sesuai dengan kriterianya, Ahok enggan menjawab. Ia malah bercanda bahwa dirinya menginginkan wakilnya adalah aktris Dian Sastrowardoyo.
Ahok mengatakan, dirinya tidak berhak memberikan usulan atas penggantinya nanti. Ia menyerahkan sepenuhnya pada Partai Gerindra dan menunggu seluruhnya berdasarkan proses yang berjalan saja.
Bahkan ia menyampaikan bahwa dirinya saat ini sudah tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Gerindra.
"Tidak berhak sih (memberi usulan). Kan urusan Gerindra. Tergantung proses saja. Kita mah pasrah saja. Pasrah.com. Tidak pernah komunikasi sekarang," katanya.
"Saya minta artis tapi ditolak, hahahahaha," tutup Ahok  [merdeka]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar