Minggu, 30 Maret 2014

Jasmev Bantah Relawan Jokowi di Dunia Maya Dibayar

Jokowi-Ahok Social Media Volunteers (Jasmev) membantah adanya massa bayaran yang dikerahkan untuk pemenangan Joko Widodo melalui dunia maya. Kabarnya, massa tersebut dibayar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per kepala dan bertugas membuat pencitraan baik ke Joko Widodo.
"Tidak benar, tidak ada relawan Jokowi di dunia maya yang dibayar,"ujar Koordinator Jasmev, Kartika Djoemadi, saat dihubungi Tribunnews, Minggu(30/3/2014).
Menurut Kartika tidak ada akun lain di Twitter atau Facebook yang mengerahkan massa bayaran untuk pemenangan Joko Widodo menjadi presiden selain akun resmi yang memang bertugas melakukan 'serangan udara' untuk pencitraan Joko Widodo.
"Relawan Jokowi di sosial media ada beberapa gugus besar, relawan @jasmev2014 atau @Jokowi4Me atau @PartaiSocmed atau @JKW4P dan tidak ada yang dibayar,"ujar Kartika.
Sebelumnya, tim sukses Joko Widodo dikabarkan membentuk semacam jaringan udara yang bergerak melalui internet. Mereka masuk melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter serta banyak media massa online.
Bahkan, kabarnya mereka menarik banyak orang untuk dilibatkan dalam serangan udara tersebut. Sebagian besar dibayar sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per kepala hanya untuk membuat ramai dunia maya dengan isu-isu soal Jokowi.
Politisi Partai Ddemokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari, yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut membenarkan adanya tim udara tersebut. Hanya saja ia mengaku tidak tahu mendetail soal adanya massa bayaran yang dikerahkan untuk membuat ramai dunia maya.
"Iya (memang ada tim udara), tapi aku tidak tahu detailnya. Banyak yang daftar," ujarnya.
Eva mengatakan pihak Seknas Jokowi juga sudah menyiapkan tim kampanye udara di media sosial dan media massa online. "Ada juga Seknas nyiapkan tim udara, spin doctornya Kartika Djoemadi,"ujarnya.

Sumber :
tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar