Jumat, 07 Februari 2014

Surva-Surve PPP: Jokowi-Mahfud Populer di Pesantren

Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan melakukan survei internal terhadap tokoh yang digadang sebagai calon presiden di matakalangan kiyai dan santri pada Desember 2013 hingga Januari 2014. Survei yang dirilis dalam pertemuan tertutup Musyawarah Kerja Nasional PPP di Grand Preanger Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat malam 7 Februari 2014 itu, menyebutkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo adalah tokoh paling pupuler di kalangan pesantren.
"Mahfud dikenal sekitar 10,9 persen responden, dan Jokowi 10,2 persen. Adapun Ketua Umum PPP Suryadharma Ali 1,2 persen," ujar salah satu perserta pertemuan Sabtu dinihari, 8 Februarir 2014.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri seluruh pengurus daerah tersebut, dipaparkan pula bagaimanapenerimaan santri dan kiai pada sejumlah nama tokoh yang bakal dicalonkan sebagai presiden. "Jokowi mendapat tanggapan positif dari kalangan pesantren dengan jumlah tertinggi yakni 5,36 persen, disusul Mahfud 4,76 persen, Dahlan Iskan 4,28 persen, dan Suryadharma 4,10 persen.Keempatnya dianggap tokoh-tokoh yang layak jual untuk dijadikan presiden bagi PPP."
Menurut Abdullah Mansur, Ketua DPP PPP, survei itu dilakukan pada 36 pesantren di seluruh Jawa. Sebanyak 7 pesantren di Jawa Barat, 16 pesantren di Jawa Tengah, 8 pesantren di Jawa Timur, serta 5 pesantren di Yogyakarta. Dari jumlah pesantren tersebut, 12 pesantren di antaranya dianggap memiliki kedekatan dengan Partai Kebangkitan Bangsa, 8 pesantren dekat dengan PPP, 2 pesantren dekat dengan Partai Keadilan Sejahtera, 1 pesantren dekat dengan Demokrat, 1 pesantren dekat dengan Partai Amanat Nasional, serta 12 pesantren tidak dekat dengan partai apapun.
"Sasaranya adalah para kiyai dan santri yang menjadi pemilih pemula," ujar dia, Sabtu dinihari, 8 Februari 2014.
Ketua DPP PPP, Arwani Thomafi mengatakan survei ini dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh PPP untuk mengkaji pandangan para kiai dan santri terhadap tokoh-tokoh yang muncul menjelang pemilu presiden 2014. "Mereka berasal dari sejumlah akademisi universitas," ujarnya.
Namun Arwani mengatakan survei itu hanya menjadi bagian dari pertimbangan partainya terhadap tokoh-tokoh yang bakal diusung menjadi calon presiden. Keputusaan akhirnya ada pada peserta Mukernas yang terdiri dari dewan pengurus pusat dan daerah PPP. "Jadi ini hanya menjadi rujukan informasi saja," ujar dia.
Terkait populernya nama Mahfud Md yang sebelumnya sudah ditolak oleh pengurus daerah. Arwani mengatakan hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab partainya tidak akan menggunakan survei itu sebagai bahan utama untuk mengusung calon presiden. "Seperti saya katakan sebelumnya, semua kembali ke peserta Mukernas," ujar dia menegaskan.
Sebelumnya, seluruh mencuat sembilan tokoh disepakati oleh 25 pengurus daerah untuk diusung menjadi calon presiden. Mereka adalah Suryadharma Ali, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur D.K.I Jakarta Joko Widodo, Ketua Muhamamadiyah Din Syamsuddin, Ketua KPK Abraham Samad, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa, Kepala Staf TNI AD Moeldoko, putri Gusdur Yenni Wahid, serta Ketua Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia, Isran Noor.

Sumber :
tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar