Selasa, 22 Oktober 2013

Mereka Yang Jera Kritik Jokowi

Kritikan elite Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf terhadap kinerja setahun Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) yang malah mendapat kecaman publik membuat anggota DPRD DKI dari Demokrat, Taufiqurrahman irit dan hati-hati bicara.
Padahal sebelumnya Taufiqurrahman acap melancarkan kritik terhadap Jokowi. Tak hanya vokal terhadap Jokowi, Taufiq juga dikenal sebagai penggalang interpelasi untuk Jokowi seputar Kartu Jakarta Sehat beberapa waktu lalu.
Tapi kini Taufiq berubah menjadi "kalem". Menyangkut Jokowi, ia sekarang irit dan hati-hati bicara. Saat dikonfirmasi, Senin (21/10), soal pernyataan Nurhayati terhadap Jokowi, ia enggan menjawab.
​"Enggak mau komen ah, nanti gue di-bully. Enggak deh, hehehe," kata Taufik dalam pesan singkatnya.
Hal serupa juga terjadi pada rekan separtai Taufiq di DPRD, Ahmad Husein Alaydrus. Ia tidak mau bicara banyak. Pria yang akrab disapa habib ini hanya meminta agar media massa bisa obyektif menilai keberhasilan kepemimpinan era Fauzi Bowo (Foke) dengan Jokowi sekarang dalam masalah prioritas seperti kemacetan dan banjir. "Ya itu saja," ucapnya, Senin (21/10/2013).
Nurhayati sendiri mengaku tidak mempersoalkan dirinya dikecam oleh publik karena kritikan tersebut. "Enggak masalah. Negara kita ini demokrasi. Kenapa saya disalahkan. Itu publik yang kecam, yang mana? Biasa aja, namanya komentar di media," ujar Nurhayati ketika dimintai tanggapannya, Selasa (22/10).
Adapun Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan persoalan pernyataan Nurhayati tidak perlu dibesar-besarkan. "Setiap pejabat itu harus siap menerima kritikan supaya ada perubahan," kata Marzuki, Selasa (22/10/2013).

Sumber :
detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar