Selasa, 22 Oktober 2013

Survei LSI Berbau Politis

Pakar Komunikasi dan Politik Universitas Mercu Buana, Heri Budianto mengatakan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis, Minggu (20/10/2013) kemarin sangat kentara berbau politis.
Ini makin menguatkan bahwa lembaga survei tidak independen.
"Sangat disayangkan survey semacam ini dirilis ke publik. Ini tidak mencerdaskan," kata Heri, Selasa (22/10/2013).
Apalagi, kata Heri, ada klaim mengenai capres wacana? Ini istilah apa? Kalau basic survei tokoh-tokoh capres yang dimasukan dalam survey adalah tokoh yang dari petinggi partai yang akan lolos PT maka ini terlalu dini menilainya.
"Kita bisa berdebat pada konsep ini, sebab jika melihat realitas politik saat ini bisa saja Golkar, PDI-P, Demokrat masuk 3 besar. Mestinya jika fair survey juga memberi peluang pada partai hasil koalisi parpol," terang Heri.
Lebih jauh Heri menilai survei LSI ini jelas mengarahkan publik pada kepentingan kelompok tertentu. Lalu dengan memasukan nama Megawati sebagai capres PDI-P jelas arahnya pada kepentingan tertentu.
"Saya melihat nama Megawati sengaja dimasukan agar PDI-P pecah. Sebab kita tahu dukungan pada Jokowi juga menguat di PDI-P. Walau kemudian Megawati yang menentukan siapa capres yang akan di dorong oleh PDI-P, namun survei ini dapat mengganggu Mega," jelas Direktur Political Communication Institute ini.
Dia pun juga menambahkan bahwa yang menjadi aneh adalah jarak antara Mega dan ARB sangat sedikit ini.
"Ada apa ini? Hasil survei seperti ini mengurangi kepercayaan publik terhadap lembaga survei," pungkas Heri.

Sumber :
wartajakarta.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar