Senin, 31 Maret 2014

Puisi Untuk Fadli

Waketum Gerindra Fadli Zon terus berpuisi. Oleh politikus PDIP, Fachmi Habcyi, karya itu dianggap serangan ke Jokowi Widodo (Jokowi). Dia membalasnya dengan puisi juga.
Fachmi baru sekali merespons puisi Fadli. Puisi pertamanya berjudul 'Pemimpin Tanpa Kuda'. Kali ini, setelah Fadli membuat puisi 'Sandiwara', Fachmi kembali membuat puisi.
"Ini sebagai pelajaran dan dialektika sastra," kata Fachmi kepada detikcom, Senin (31/3/2014).
Fachmi merupakan eks aktivis '98 dan pernah maju sebagai caleg DPR dari PDIP pada tahun 2009. Ia merupakan salah satu pendiri Pro Jokowi.

Berikut puisi Fachmi:

REMPONG

Seribu caci maki diungkap
Seribu sumpah serapah diucap
Sejuta cara membara
Sejuta siasat menjerat

Tapi. . . .

Sejuta doa melesat
Sejuta asa terangkat

Ini bukan perang pandawa dan kurawa Juga bukan dunia samudera

Hanya 'perang kembangan' dalan pewayangan
Tak ada gurita juga paus hanya anak negeri mengabdi

Berikan cinta untuk negeri
Berikan bukti untuk sanubari

Sejarah tak mungkin dipungkiri
Sejarah juga tak akan lupa
Jejak diri terbawa mati
Jejak ilahi selalu abadi

Nyepi teringat Krisna berucap pada Arjuna : "Karmane Fardikaraste Mapelsyu Kadatyana"
Lakukan tugas jangan hitung untung rugi!

Bukankah kitab-Nya tertulis : Mereka berencana (jahat), Allah juga punya rencana (jahat), dan Allah sebaik-baiknya perencana. . . .

Gitu aja kok rempong. . . .!

FAHMI HABCYI untuk Indonesia Raya nan Hebat

Lido, Nyepi 31 Maret Tahun Saka 1936


Sumber :
detik.com

2 komentar:

  1. nah...ini baru yg namanya puisi...kata-katanya lebih enak didengar di telinga

    BalasHapus
  2. wuih... mantab.. mutu... :D (y)

    BalasHapus