Senin, 31 Maret 2014

Banyak Yang Minta Aher Bersanding dengan Jokowi

Bakal calon presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan (Aher) mengakui bahwa banyak yang meminta dirinya bersanding dengan Joko Widodo (Jokowi) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maju ke gelanggang pemilihan umum presiden (pilpres) Juli 2014.
"Memang banyak yang bilang kepada saya bahwa Jokowi-Aher merupakan pasangan ideal untuk memimpin bangsa ini karena memiliki kriteria sesuai keinginan rakyat," katanya kepada ANTARA News di sela-sela deklarasi pencalonan dirinya sebagai Presiden RI di Warung Sate Mamat, Sukabumi, Senin (31/3/2014).
Menurut Aher, waktu pilpres masih panjang, apalagi PKS saat ini masih menggodok bakal capresnya Anis Matta, Hidayat Nurwahid dan dirinya sendiri.
Walaupun saat ini PKS belum menentukan sikap siapa yang akan dicapreskannya, tetapi Aher menyatakan, sudah jalan terus untuk menyosialisasikan diri sebagai capres.
Selain itu, ia mengemukakan, komunikasi politik pun terus dibangun bahkan sudah sering sering melakukan komunikasi dengan orang-orang PDIP, Partai Golkar dan Partai Gerindra untuk memuluskan jalannya
"Hasilnya tetap akan disiarkan usai pemilihan legislatif 2014. Tapi, komunikasi politik harus tetap dilakukan sejak dini dan jangan sampai ada komunikasi yang tertunda. Selama ini pencapresan saya lancar, dan nanti setelah tiga besar ini akan diketahui siapa yang akan dicapreskan oleh PKS," ujarnya.
Ia mengatakan, siapapun orangnya yang ditunjuk PKS menjadi capres harus siap, dan dirinya akan tetap mendukung untuk memenangkan pilpres.
Bahkan, Aher mengemukakan, jika dirinya yang nantinya ditunjuk sudah dipastikan PKS, maka siap menjalankan tugas partai, tetapi kepentingan rakyat di atas kepentingan partai.
Mengenai isu bahwa PKS melarang capresnya berkoalisi dengan Partai Gerindra, Aher menyanggahnya karena sampai saat ini komunikasi politik antara Gerindra dengan PKS cukup baik.
"Tidak ada acara tolak menolak koalisi karena kami selalu menjaga hubungan baik dengan seluruh partai," demikian Ahmad Heryawan.

Sumber :
antaranews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar