Kamis, 31 Oktober 2013

Temui Buruh, Jokowi Dielu-elukan Bak Pahlawan

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menemui ratusan buruh yang berdemo di depan Balai Kota. Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Logam, Elektrik dan Mesin langsung meneriakkan nama Jokowi saat Gubernur DKI Jakarta itu keluar dari dalam kantornya.
Jokowi yang mengenakan pakaian kemeja lengan panjang berwarna putih langsung disambut bak pahlawan. "Hidup pak Jokowi, hidup pak Jokowi," teriak para buruh, Kamis (30/10/2013).
Buruh sendiri melakukan unjuk rasa untuk menuntut kenaikan upah. Buruh menuntut agar upah mereka dinaikkan sebesar 50 persen.
Dampak dari aksi buruh ini, arus lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan tersendat. Selain separuh badan jalan dipenuhi buruh, para buruh juga memarkir kendaraan roda dua di badan jalan.
Kendaraan yang datang dari arah Tugu Tani yang menuju ke Jalan Merdeka Selatan hanya dapat menguunakan satu lajur. Para aparat keamanan masih tampak mengatur arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.

Jokowi Ajak Buruh Bicara Di Kantornya
Jokowi sebelumnya mengatakan tidak akan menemui buruh sebelum dewan pengupahan mengetapkan UMP DKI. Dia menjelaskan saat ini ia hanya ingin mendengarkan aspirasi buruh.
"Saya mau ajak bicara di dalam. Saya ajak 10 orang untuk koordinasasi. Masa sudah sore masih begini terus," kata Jokowi.
Dari jarak 5 meter, ia berdiri dan berbicara dengan buruh yang berada di atas mobil komando.
"Sini 10 orang bicara sama saya di dalam," teriak Jokowi.
Mendengar hal tersebut, buruh meminta waktu untuk berkoordinasi siapa saja yang akan bertemu DKI 1 ini.
Jokowi mengaku pertemuannya ini hanya untuk mendengar aspirasi para buruh. Hasil pertemuan ini nantinya akan menjadi pertimbangannya jika dewan pengupahan tidak menemukan kesepakatan.
"Ini jadi bahan saya. Nanti juga saya minta dari pengusaha," pungkasnya.
Usai mengutarakan niatnya, Jokowi lantas sibuk melayani para buruh yang ingin bersalaman dengannya.

Buruh Menolak
Para pengunjuk menolak permintaan Jokowi, malah meminta Jokowi untuk menaiki mobil komando yang digunakan untuk berunjuk rasa. Jokowi lantas memilih masuk kembali ke dalam kantornya
"Saya tadi minta buruh masuk saja. Kalau kita bicara di dalam kan lebih enak," kata Jokowi menanggapi penolakan buruh itu
Disampaikan Jokowi, tujuan dirinya ingin memangil sepuluh orang perwakilan buruh itu hanya ingin mengetahui keinginan dari para buruh tersebut
"Saya kan pengen tahu KHL itu seperti apa. Saya kan ingin dijelaskan. Saya kan pada posisi di tengah," katanya.

Jokowi Tak Merasa Terganggu
Jokowi mengaku tidak terganggu dengan aksi demonstrasi buruh yang hingar bingar di depan kantornya di Balaikota.
"Oh enggak. Saya tidak terganggu kok," kata usai menghampiri para buruh.
Aksi buruh beberapa hari belakangan ini terlihat variatif. Tidak hanya berorasi dengan nada yang memekakan telinga, tetapi juga memutar lagu dangdut sambil berjoget.
Ditanya apakah musik-musik yang disetel dengan volume yang keras itu mengganggu, Jokowi malah mengatakan dirinya justru terhibur.
"Saya dengarnya ramai, sampai saya ikut joget-joget," kata Jokowi sambil memeragakan gaya jogetnya.

Sumber :
tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar