Rabu, 19 Februari 2014

Skenario Mega-Jokowi Berantakan Jika Isu Representasi Islam Digulirkan

Bila PDI Perjuangan tetap melanjutkan skenario mengusung Megawati-Joko Widodo di pemilu 2014 mendatang, partai tersebut diprediksi akan kalah.
Menurut Johan Silalahi, Presiden Negarawan Center, kekalahan itu disebabkan karena segmentasi pemilih Mega-Jokowi berada di kelas menengah saja, yakni kaum nasionalis.
"Mereka bukan representasi Islam. Jangan sepelekan soal representasi Islami di pemilih Indonesia. Kalau isu itu digulirkan, akan jadi sentimen negatif. Itu berbahaya," kata Johan di Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Di luar itu, hal lain yang bisa mengurangi kegandrungan massa pemilih terhadap pasangan itu adalah fakta track record pasangan Mega-Jokowi belum terlalu menjulang. Megawati bisa dipojokkan karena pendeknya masa jabatan ketika menjabat posisi presiden di masa lalu. Sementara Jokowi masih hanya berpengalaman sebagai walikota dan sebentar menjadi gubernur.
"Kompetensi ini bisa diragukan, karena belitan bom waktu yang ditinggalkan pemerintahan SBY sangat besar. Ada masalah seperti jeratan utang, masalah pangan, masalah energi, dan devisa menurun terus," kata Johan.
Kalau tidak memilih presiden-wapres yang menguasai ekonomi, kesehatan, energi, perumahan, hal ini bisa dianggap semakin sulit. Dengan keadaan bangsa seperti saat ini, lanjut Johan, berat sekali bagi kombinasi Mega-Jokowi terpilih.
Dua sosok di PDI Perjuangan yang pling mengadvokasi pasangan Mega-Jokowi adalah Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Wasekjen Hasto Kristiyanto.
Hasto, misalnya, meyakini pasangan itu bisa dapat sekitar 30% suara apabila dilawankan dengan setidaknya dua alternatif pasangan calon kuat lainnya, yakni Prabowo-Hatta dan Aburizal-Pramono Edhie Wibowo.
Megawati diketahui belum pernah bicara soal akan maju menjadi capres di 2014 atau tidak. Hanya saja, di berbagai acara internal partai itu yang dibuka ke media massa, Megawati beberapa kali menyebut dirinya sudah tak mau kalah lagi di Pilpres.
Lebih jauh, Johan Silalahi menilai, Megawati sebenarnya memiliki kualitas kenegarawanan yang jauh di atas tokoh-tokoh saat ini. Mega adalah sosok yang sangat mencintai negara Indonesia dan tak punya niatan menumpuk kekayaan pribadi.
Karena itu, dia juga yakin Megawati akan membuat keputusan tepat menyangkut siapa bakal capres atau cawapres yang akan diusung partainya.
Masalahnya, Megawati masih kurang yakin dengan sosok-sosok yang ada saat ini sebagai calon pemimpin nasional, terkait komitmen mereka terhadap Indonesia Raya, Pancasila, dan UUD 45.
"Kalaupun Megawati ingin maju, itu pasti karena beliau sudah terlalu sering dikhianati, merasa Konstitusi itu sering dikhianati oleh orang-orang yang memang mengkhianati dia," kata Johan.

Sumber :
beritasatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar