Selasa, 24 September 2013

Sabam Dukung Jokowi Gandeng Walikota Rotterdam

Warga dunia harus saling belajar satu sama lain. Sebab dalam beberapa hal, seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, satu negara di satu benua bisa lebih maju dibandingkan dengan negara di belahan bumi yang lain. Dalam hal sistem pengairan misalnya, Jepang dan Mesir belajar ke Eropa. Sementara dalam hal perkebunan sawit atau sistem irigasi sawah banyak negara lain yang belajar ke Indonesia.
Karena itu, politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Sabam Sirait, mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), yang menggandeng Walikota Rotterdam Belanda untuk menimba pelajaran dalam hal mengatasi masalah banjir di ibukota. Langkah kerjasama Jokowi ini pun sebenarnya sudah dilakukan di era Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Sebab Rotterdam memang salah satu kota di Belanda yang berada di bawah permukaan laut, namun bisa mengatasi persoalan banjir.
Sabam mengaku sudah beberapa kali datang ke Roterrdam. Dan memang, bila dilihat dari dari daerah yang lebih tinggi, terlihat jelas Rotterdam ada bawah permukaan laut. Kondisi yang sama, juga ada di Jakarta. Sebab posisi Gambir dan kawasan Istana Merdeka berada di bawah permukaan laut.
"Belanda disebut Netherland karena dua per tiga tanahnya berada di bawah laut. Jadi saya kira memang sudah wajar bila saling belajar. Mungkin ada anggapan, Belanda kan bekas penjajah. Tapi belajar hal yang baik dan pas, harus ke siapapun. Dalam Hadits umat Islam kan juga disebutkan, belajarlah meski ke negara China," kata Sabam, yang juga pendiri PDI, sebelum akhirnya berubah jadi PDI-P.
Dalam hal kerjasama dengan kota atau negara lain ini, masih kata Sabam, mendapat landasan dari Pancasila. Sebab di antara sila dalam Pancasila selain Ketuhanan yang Maha Esa adalah nasionalisme-kebangsaan, keadilan sosial, demokrasi, juga internasionalisme, yang secara jelas disebut sebagai kemanusiaan. Kerjasamaa yang dilakukan Jokowi bisa masuk dalam ketegori internasionalisme tadi.
"Tentu saja, kerjasama itu jangan sampai merugikan kepentingan nasional Indonesia. kita. Selama saling menguntungkan, bagus-bagus saja," demikian Sabam.

Sumber :
rmol.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar