Jumat, 13 Juni 2014

Jokowi Sembunyikan "Bisnis Gelap" Anak Pertamanya dengan Para Jendral Pendukung Jokowi

Capres nomor urut 2 Jokowi dianggap 'sembunyikan' anak pertamanya, Gibra Rakabumi.
"Soal anak tertua Jokowi, saya pastikan tidak akan dimunculkan bersama-sama Jokowi sampai selesai pilpres ini," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, dalam keterangan beberapa waktu lalu.
Menurut Andi Arief, Jokowi kerap membawa dua anaknya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangerap, dalam kampanye. Anak pertamanya tidak diajak karena Jokowi ingin membranding Rakabumi hanyalah sebagai pengusaha catering.
"Jokowi menghindar anak tertuanya diwawancarai soal hubungannya dengan Luhut Panjaitan dan sejumlah mantan jenderal yang kini di belakang jokowi," imbuhnya.
Pada tahun 2009, Andi Arief menjelaskan, Luhut Panjaitan dan sejumlah mantan jenderal mendirikan perusahaan join mebeler dan kayu antara PT Toba Sejahtra dan anak tertua Jokowi dalam bendera PR Rakabu Sejahtra.
Menurut Andi Arief, ada dua sumber uang setoran modal Rakabumi yang sangat besar dalam mendirikan perusahaan itu. Pertama, berasal dari uang Jokowi yang tidak dilaporkan sebagai harta kekayaan, dan ini bisa disamakan dengan cuci uang. Kedua, benar-benar cuci uang sistematis.
"Yang jelas, kalau ini pintu masuk cuci uang, inilah persoalan paling berbahaya. Dalam wawancara dengan Tina Talisa, suami istri Jokowi dan Iriana menutup-nutupi ini," tutup Andi Arief.  [inilah]

2 komentar:

  1. Apakah pantas staf khusus presiden campur tangan urusan pribadi capres dlm pilpres? Kalau ada anggapan tindak pidana pd seorang Jokowi sekeluarga, laporkan saja pd pihak berwenang. Gitu aja koq repot! Pihak berwenang lbh tahu dan punya kapasitas terkait parameter tindak pidana atau bukan. Jadi, jangan campurkan antara hukum dg politik. Jaga netralitas lembaga kepresidenan! Karena presiden terpilih itu presiden utk semua rakyat, semua parpol, semua golongan. Gue gak terpengaruh provokasi dan statement siapapun dr pihak yg tdk berwenang.

    BalasHapus
  2. ada apa dgn presiden sby klu jokowi jadi president ,rakyat jadi bertanya Tanya
    karena semua staf presiden menyerang capres JoJo wudodo, perpincangan ini dimasyarat sdh sangat mental,yg membuat dukungan ke jokowi jk jadi menguat biar episide selanjutnya bisa terkuak,apa ketakutan sby klu jokowi jadi presiden, dan sebaliknya klu jokowi tdk tetpilih kemarahan rakyat ajan tumpah ke sby, ini sdh sering dan kental dibicaran di warung warung, kita tunggu petnyataan sby, atau tunggu has il piloted 9 juli.

    BalasHapus