Selasa, 04 Maret 2014

Surve-survean Median: Megawati Salip Elektabilitas Jokowi

Meski politikus PDIP Joko Widodo (Jokowi) selalu meraih elektabilitas paling tinggi dalam berbagai survei, nyatanya sebesar 62,60 persen masyarakat Indonesia tidak tahu jika Gubernur DKI Jakarta itu belum mampu menyelesaikan masalah banjir yang merupakan salah satu masalah besar di ibu kota.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Media Survei Nasional (Median), Sudarto, dalam rilis hasil riset 'Elektabilitas Partai Politik Pra Pemilu dan Pengaruh Potret Permasalahan DKI Jakarta terhadap Elektabilitas Jokowi', di Bumbu Desa, Cikini, Selasa (4/3/2014).
Sama halnya dengan masalah kemacetan yang masih belum bisa diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta, ditambah dengan masalah pengadaan bus Transjakarta, sebesar 64,30 persen masyarakat tidak tahu mengenai hal itu.
"Dengan fakta tersebut, pimpinan PDIP, Megawati mampu menyalip perolehan suara dari Jokowi. Jika dimasukan, treatment mengenai pengetahuan ketidakberhasilan Jokowi menuntaskan masalah Jakarta, elektabilitas capres Jokowi turun," kata Sudarto.
Median merilis, dengan treatment yang diajukan dalam pertanyaan kepada masyarakat yakni mengenai ketidakberhasilan Jokowi mengentaskan banjir dan macet, ternyata mereka lebih memilih Megawati dan Prabowo.
"Jika masyarakat mengetahui informasi kemacetan dan banjir yang belum tuntas, Megawati meraih perolehan suara sebesar 16 persen, sementara Jokowi meraih suara 15,3 persen. Untuk Prabowo jauh diatas yakni sebesar 20 persen," ujar Sudarto.
Disampaikan Sudarto, apabila informasi tentang ketidakberhasilan Jokowi dalam menangani berbagai permasalahan di Jakarta tersebar secara merata di seluruh Indonesia, maka elektabilitas Jokowi akan turun secara signifikan.
"Berdasarkan riset kami, apabila tidak ada informasi negatif tentang kinerja Jokowi, elektabilitas Jokowi berada pada posisi pertama yakni 30,1 persen. Sedangkan apabila informasi negatif tentang kinerja Jokowi mengenai ketidakpuasan masyarakat atas masalah banjir dan macet diinformasikan, elektabilitas Jokowi turun menjadi 15,3 persen," tukasnya.
Survei ini dilakukan terhadap 1.500 warga negara indonesia di seluruh Indonesia yang punya hak pilih pada 28 Januari sampai 15 Februari 2014 dengan margin eror sebesar +/- 2,57 persen ditingkat nasional dan dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Golkar Unggul
Masih berdasarkan hasil Lembaga survei Media Survei Nasional (Median), PDIP hanya berkuasa di Pulau Jawa saja dan di wilayah pedesaan pada pemilu legislatif mendatang. Di posisi kedua diisi oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat.
Survei tersebut menggunakan metodologi kuesioner dengan metode face to face interview dengan jumlah sampel 1.500, dengan margin of eror kurang lebih 2,57 persen di tingkat nasional dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 28 Januari-15 Februari 2014 dan dipilih secara random di 33 provinsi.
"PDIP hanya mampu di posisi kedua di bawah Golkar untuk di luar jawa. Golkar mampu menguasai nomor 1 di luar Jawa dan di pedesaan," ujar Direktur Median, Sudarto dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (4/3).
Sudarto menambahkan, kekuatan PDIP bisa berjaya di Jawa lantaran basis kuat mereka di Jawa Tengah dan sosok Jokowi di Jakarta. Di survei terakhir, hanya di Jawa Timur PDIP hampir disalip oleh PKB. "Lantaran basis itulah mereka kuat," katanya.
Sementara Golkar yang mampu berada di peringkat satu di luar Jawa, Sudarto menilai hal itu lantaran banyak bupati dan kepala daerah dari partai berlambang pohon beringin itu. Selain itu, masyarakat luar Jawa juga tidak mempermasalahkan bencana lumpur Lapindo.
"Lagipula Golkar partai lama dan banyak orang tua yang loyal kepada Golkar," pungkasnya.

Sumber :
okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar