Selasa, 04 Maret 2014

KPK Datangi Kantor Jokowi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) Abraham Samad mendatangi Balai Kota DKI Jakarta. Dia menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membahas isu gratifikasi.
Samad datang sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (4/3/2014), mengenakan kemeja biru kotak-kotak. Sementara Jokowi yang menyambut mengenakan kemeja putih dan Ahok memakai baju dinas warna cokelat.
Dalam agenda Jokowi, diketahui kedatangan Samad di Balai Kota terkait penandatanganan komitmen dan sosialiasi program pengendalian gratifikasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Saat ini acara baru dimulai dan diisi dengan doa pembuka.
Selain Jokowi dan Ahok, hadir juga sejumlah staf di lingkungan Pemprov DKI. Mereka akan diberi informasi soal gratifikasi.
Pasal gratifikasi diatur dalam UU KPK No 20 tahun 2001. Siapa pun penyelenggara negara yang menerima pemberian terkait jabatannya harus melapor ke KPK. Jokowi pernah melaporkan gitar dari band Metallica dan kacamata mahal dari pebalap motor Jorge Lorenzo.
Kerja KPK dan Pemprov DKI ini ini terkait dengan penerapan pengendalian gratifikasi. "Pemerintah DKI Jakarta termasuk baik karena laporan gratifikasinya terbanyak sepanjang 2013," kata Samad, di Balai Kota pada Selasa (4/3/2014).
"Piagam penghargan dari KPK akan diberikan kepada Pemprov DKI sebagai laporan gratifikasinya terbanyak ke KPK sepanjang tahun 2013," ujar Samad di ruang Balairung, Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Samad menjelaskan pengertian gratifikasi kepada jajaran SKPD dan PNS Pemprov DKI. Dalam sambutannya, KPK menyambut positif komitmen pengendalian gratifikasi yang dilakukan oleh Pemprov DKI.
"Kita paham gratifikasi, suap, ini kejahatan yang luar biasa, itu di luar Indonesia. Di indonesia itu dianggap biasa. Bahkan di luar negeri, pejabat tinggi yang terima uang licin, selain dihukum, yang bersangkutan dengan rasa gentleman mundur," kata Samad.

Sumber :
- detik.com
- tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar