Kamis, 23 Januari 2014

Sutiyoso Belum Tahu dimana Letak Kesalahannya Saat Pimpin Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pernah menyalahkan para pendahulunya terkait masalah banjir di Ibu Kota. Mereka yang telah memimpin Jakarta antara 20 hingga 30 tahun dinilai Jokowi tak berbuat apa-apa.
Nah, menanggapi hal ini, salah satu pendahulu Jokowi, Sutiyoso memilih mengalah karena dipersalahkan oleh mantan Waliokota Solo itu. Ditemui saat mengunjungi korban banjir yang mengungsi di kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Sutiyoso mengatakan Jokowi punya hak menilai kinerjanya saat pernah memimpin Ibu Kota.
"Ya itu kan hak beliau (Jokowi) lah, mau menilai kita hak beliau. Apa yang harus saya katakan adalah, ya itulah kemampuan kami-kami para pendahulu," kata Sutiyoso menanggapi tudingan Jokowi itu, Kamis (23/1/2014) petang.
Dikatakan Sutiyoso, saat memimpin Jakarta dirinya sudah berupaya memberikan yang terbaik. Nah, bila kinerjanya dipandang tak optimal, banyak kekurangan, dia menyatakan meminta maaf.
"Kita semua pemimpin ingin berikan yang terbaik. Kalau dipandang ada salah ada kekurangan ya kita minta maaf," ujarnya.
Hanya saja Sutiyoso juga masih bertanya-tanya dimana letak kesalahannya saat memimpin Jakarta. Karena menurut dia setiap Gubernur DKI Jakarta menghadapi zaman yang berbeda-beda.
"Kita ini salahnya itu apa, karena setiap gubernur hadapi zaman yang beda-beda. Ya mudah-mudahan nanti beliau (Jokowi) tidak ada salahnya, sukses. Buat saya itu saja," pungkas Sutiyoso.

Sumber :
jpnn.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar