Kamis, 05 September 2013

Megawati Diminta Pilih Jokowi Jadi Capres

Daniel Teguh Ismanto, sekretaris jenderal organisasi kemasyarakatan 'Jokowi Presidenku' (JPK), mengatakan bakal menyerahkan petisi yang berisi desakan untuk mencalonkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada 2014. Petisi 'Jokowi Presidenku' ini akan diserahkan saat Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Jakarta, Jumat hingga Minggu, 6-8 September 2013.
Petisi tersebut, kata Daniel, merupakan aspirasi dari anggota JPK di Pulau Jawa. "Petisi tersebut berasal dari tiga dewan koordinator daerah di tingkat provinsi dan 250 dewan pelopor kabupaten yang tersebar di Pulau Jawa," kata Daniel, Kamis pagi, (5/9/2013).
Petisi berisi desakan terhadap DPP PDI-P untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden periode 2014-2019 sebelum pemilihan umum legislatif pertengahan 2014. Daniel membantah gerakan ini sebagai underbow PDI-P. Dia justru mengancam, jika PDI-P tidak mencalonkan Jokowi dalam pemilihan presiden 2014, aspirasi ini bisa mengkristal menjadi sebuah gerakan.
Daniel tidak mau dianggap sebagai gerakan inkonstitusional. "Ini gerakan yang konstitusional," katanya. Skala gerakan ini, kata Daniel, akan terus diperluas hingga menjelang pemilihan legislatif.
"Ini bukan aspirasi PDI-P, tapi aspirasi golongan putih," katanya. Gerakan ini mendesak PDI-P karena Jokowi sebagai kader PDI-P. "Kalau Jokowi kader partai lain, kami tentunya akan mendesak partai itu."
Dia yakin, jika Jokowi ditetapkan sebagai calon presiden sebelum pemilihan legislatif, PDI-P akan memperoleh suara mencukupi untuk presidential threshold. Namun, kalau PDI-P sampai pemilihan legislatif belum memutuskan calon presiden, masyarakat dikhawatirkan akan memilih "kucing dalam karung".
Namun, ketika PDI-P belum menetapkan calon presiden sebelum pemilihan legislatif, dia optimistis PDI-P bakal melakukan koalisi dalam pemilihan presiden mendatang. "Ada kemungkinan menggalang koalisi dengan Partai Demokrat," ujar Daniel.
Rakyat, kata dia, sudah muak dengan "rumah produksi sinetron kekuasaan". "Rakyat membutuhkan Jokowi, bukan Jokowi membutuhkan rakyat," dia menegaskan.

Sumber :
tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar