Kamis, 25 Juli 2013

Jangankan Kalahkan Jokowi, JK Saja Belum Dikalahkan Ical

Pengamat politik Fadjroel Rachman, menertawakan niat Ketua Umum Partai Golongan Karya, Aburizal Bakrie, maju menjadi Calon Presiden di Pemilihan 2014.
Menurut Fadjroel, Ical, sapaan akrabnya, sulit memenangkan Pemilihan mengingat tingkat keterpilihannya yang sangat rendah.
"Ical boro-boro mau mengalahkan Jokowi, kalahin JK (Jusuf Kalla) saja enggak bisa," kata dia di acara survei Sugeng Sarjadi School of Goverment yang dirilis di Wisma Kodel, jalan Rasuna Said Blok B-4 Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2013).
Padahal, kata Fadjoel, Ical sudah jor-joran memasang iklan di televisi untuk mendongkrak popularitasnya. "Padahal setiap detik, Ical pasang iklan di TV," ujar Fadjroel.
Ical meraup 4,23 persen suara dari responden kalah dengan perolehan suara M Jusuf Kalla yang mencapai 5,69 persen berdasarkan survei Sugeng Sarjadi School of Goverment.
Perolehan Ical ini juga begitu kontras jika dibanding dengan suara yang dihimpun Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), yang meraup 25,48 persen suara korenponden.
SSSG mengadakan survei ini sejak 3 Juni sampai 22 Juni 2013 dengan tingkat keyakinan yang diklaim mencapai 99 persen dan sampling error 2,61 persen. Survei yang dirilis oleh Divisi Riset dan Penelitian SSSG ini mengambil populasi masyarakat yang tinggal di Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Yogyakarata, Palembang, Denpasar, dan Balikpapan. Metode pengumpulan data dengan wawancara via telepon kepada masing-masing warga.
SSSG mengambil kriteria responden adalah warga yang terpilih dan sudah memiliki hak pilih. Dalam penelitian ini, sampel diambil secara acak sebanyak 2450 responden yang terdapat dalam buku Telkom.
Meski mengalahkan tokoh lain, tapi Jokowi belum mampu mengalahkan perolehan koresponden yang memilih tokoh lainnya yang mencapai suara 37,87 persen. Adapaun koresponden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 1,95 persen.


Sumber :
okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar