Senin, 24 Maret 2014

Jokowi: Pulang Dari Brasil, Kalian Harus Sekolah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat melepas 28 anak jalanan ke Brasil menekankan kepada mereka agar melanjutkan sekolah sepulangnya dari Brasil dan meninggalkan jalanan.
"Janji ya, setelah dari Brasil semua sekolah. Kalau sudah dapat mau ke jalan lagi? Serius ya nanti saya cek. Janji lho ya," ujar Joko Widodo atau disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (24/3/2014).
Jokowi juga sempat berdialog dengan dua anak jalanan dari Jakarta dan Bekasi. Ia menanyakan alasan mereka turun ke jalan.

Gerindra: Jokowi Mundurlah!

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohammad Sanusi menilai Joko Widodo (Jokowi) belum layak maju menjadi calon presiden. Sebab, selama kurang lebih 1,5 tahun memimpin Jakarta, Jokowi belum menghasilkan berbagai kebijakan dan prestasi yang dapat dibanggakan, terutama banjir dan macet.
"Pas pertama kali dia masuk, kita sangat bangga (pada Jokowi), seluruh fraksi kita lobi dan kita fight kepada teman-teman di DPRD, dan meyakinkan amanah Jokowi yang begitu besar, tapi ternyata tidak ada apa-apanya," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/3/2014).

Rumor: Sediakan 10T Untuk Jadi Cawapres Jokowi

Jelang Pemilihan Presiden politik ‘dagang sapi’ mulai terdengar. Politik transaksional pun sudah dicium berbagai kalangan, terutama setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), dicapreskan. Sejumlah orang berebut dan ‘kebelet’ ingin menjadi calon wakil presiden Jokowi. Disebut-sebut, untuk keperluan itu, mereka yang didukung para cukong menyiapkan dana 7T sampai 10T.
Sejumlah pengamat politik dan aktivis yang dihubungi Harian Terbit, mengaku mendengar kabar itu.

Politisi PDIP Amini Doa Fahri, Jokowi Presiden PKS Oposisi

Gayung bersambut. Niat PKS ingin menjadi oposisi bila Jokowi menang dan menjadi presiden disambut baik politisi PDIP. Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, selama ini PKS tidak menunjukkan sikap yang baik selama bergabung dengan koalisi dalam Sekretariat Gabungan (Setgab).
Menurut Eriko, PKS selama bergabung dengan Setgab pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) justru memposisikan diri seperti oposisi.
"Memang lebih baik jadi oposisi, karena jadi koalisi pun seperti oposisi. Mudah-mudahan terlaksana yang diinginkan teman-teman PKS (Jokowi jadi presiden, PKS jadi oposisi)," ujar Eriko dalam pesan singkat, Senin (24/3/2014).

Fahri Paksa Jokowi Bertanggung Jawab Penjualan Aset Negara Oleh Mega

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mendesak PDIP untuk menjelaskan alasan kebijakan penjualan aset negara semasa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Menurut Fahri,  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi selaku juru kampanye dan bakal calon presiden dari PDIP, juga harus bisa menjelaskan hal tersebut.
"Adapun PDI Perjuangan termasuk Jokowi harus bisa menjelaskan kebijakan itu sekarang. Sebab kalau memang itu benar berarti akan terulang. Kecuali diakui salah," kata Fahri saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (24/3/2014).

Konsorsium Lokal Tawarkan 'Metro Kapsul' kepada Jokowi

Pagi ini, Senin (24/3/2014), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menerima PT Perkakas Rekadaya Nusantara, konsorsium lokal yang menawarkan moda transportasi baru, yaitu Metro Kapsul.
"Kami baru tawarkan moda transportasi baru kepada pak Gubernur, namanya Metro Kapsul," ujar Komisaris Konsorsium PT Perkakas Rekadaya Nusantara, Djoni Rosadi di Balai Kota, Jakarta, Senin (24/3/2014).

Kabar Rencana Pembunuhan Jokowi Sensasi Belaka

Politisi Partai Demokrat (PD) sekaligus peserta konvensi Calon Presiden (Capres) PD, Hayono Isman, menanggapi isu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi, yang dikabarkan bakal menjadi target pembunuhan atau diserang agar cacat.
"Isu tersebut tentu harus menjadi perhatian khususnya aparat keamanan," ujar Politisi Senior ini kepada Tribunnews.com, Senin (24/3/2014).

Jokowi Masuk Daftar 50 Tokoh Besar Dunia Versi Majalah Fortune

Dunia mengakui Jokowi. Salah satu buktinya, Gubernur DKI Jakarta yang kini maju Capres dari PDIP ini masuk daftar 50 tokoh besar dunia versi majalah terkemuka AS, Fortune. Jokowi berada di peringkat 37.
Seperti dikutip dari Money.CNN.com, Senin (24/3/2014) Jokowi yang hanya pengusaha rotan, kemudian menjadi wali kota Solo ini dinilai memiliki prestasi. Selama menjabat Wali Kota Solo, Jokowi dinilai sukses membuat Kota Solo bersih dan menerapkan prinsip antikorupsi.

Dino Dampingi Pesepakbola Jalanan Temui Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini diagendakan menerima peserta seleksi sepakbola anak jalanan. Pertemuan akan diselenggarakan di Ballroom, Balaikota DKI Jakarta.
Namun siapa yang menduga kalau Dino Patti Djalal juga hadir dalam pertemuan tersebut. Menggunakan batik cokelat Dino masuk ke ruang kerja Jokowi melalui pintu depan dengan ditemani dua stafnya.
Dino mengatakan, ia menemui Jokowi karena menjadi ketua dari anak jalanan.

Gerindra Benci Tapi Rindu PDIP

Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengatakan kritik Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto di Gelora Bung Karno kemarin, Minggu (23/3) tak perlu menunjuk orang atau figur tertentu.
Namun melalui sajak Prabowo itu kata Suhardi ingin memberi pendidikan politik bagi masyarakat bahwa selayaknya pemimpin tidak diidolakan hanya karena santun namun tidak jujur. Sajak itu juga dianggap tak perlu dihubungkan dengan koalisi Gerindra.

GEMAKU Dukung Jokowi Jadi Presiden

Generasi Muda Khonghucu (GEMAKU) Indonesia bergabung bersama Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Pro PDIP. 
GEMAKU menyatakan mendukung pemenangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 dan pemenangan Joko Widodo alias Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014.
Hal ini diungkapkan oleh Kristan, Ketua Umum GEMAKU Indonesia, dan Mario, Sekretaris Jenderal GEMAKU Indonesia.

Iswandi Syahputra: Media Harus Telanjangi Keburukan Jokowi


Pengamat media dan Direktur Eksekutif Media Literacy Circle, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra, menyebutkan penetapan Joko Widodo sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak lepas dari peran media massa selama ini.
"Media memiliki andil besar menjadikan Jokowi sebagai calon Presiden. Melalui berbagai berita, media telah menjadikan Jokowi sebagai sosok yang populer," kata Iswandi, Senin (24/3/2014).

Warga Utan Kayu Utara dan Pos Raya Dukung Jokowi Jadi Presiden

Ratusan Warga Utan Kayu Utara, Jakarta Timur dan Pos Raya menggelar aksi dukungan pada Joko Widodo untuk menjadi Presiden.
Aksi tersebut merupakan dukungan dari kampung ke kampung yang digalang oleh Pos Raya dengan menggandeng warga kampung.
Dalam acara yang dilakukan, Minggu (23/3/2014) kemarin di halaman kantor RW 01 Kelurahan Utan Kayu Utara. Selain menyatakan dukungan terhadap Jokowi menjadi Presiden. Warga juga menegaskan akan memenangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pemilihan Legislatif pada (9/4/2014).

Jokowi Janji Selesaikan Pembangunan Tiga Koridor Busway Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun lalu merencanakan membangun tiga koridor busway. Namun hingga saat ini masih belum dibangun karena masih dalam proses lelang.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tetap akan membangun tiga koridor. Tapi, saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang menyiapkan proses lelang. Mulai dari pembentukan panitia pelaksana lelang dan pengawas lelang.
"Ya ini lagi proses. Nunggu persiapan proses lelang semuanya. Sebentar lagi," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/3/2014).

Soal Pengadaan TransJ, Jokowi Ingin Pakai e-Catalog

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih menunggu proses persiapan lelang untuk membangun tiga koridor busway. Namun dirinya mengatakan, tidak mau lagi menggunakan proses lelang dalam hal pengadaan busnya. Kenapa?
"Kita ingin nggak pakai lelang. Kita ingin yang e-catalog. Tidak melalui lelang, karena kalau melalui lelang kita nggak ngerti siapa terus kita nggak ngerti merek apa. Sehingga munculnya yang murah, ya kan?," jawab Gubernur DKI Jakarta di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2014).
Oleh karena itu, Pemprov sedang menyiapkan pembahasan ini dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

Minggu, 23 Maret 2014

Maaf Pilpres Cuma Satu Putaran Saja

Elektabilitas capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) sepertinya belum tergoyahkan. Pilpres diprediksi akan berlangsung satu putaran dengan kemenangan di tangannya.
"Kalau prediksi saya Pilpes hanya akan diikuti tiga pasangan, kalau hanya tiga berarti ya bisa satu putaran," ujar politisi Golkar Indra Pilliang dalam acara laporan survei lembaga survei Pol-Tracking Institute di Hotel JS Luwansa, JL HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2014)
Prediksi Indra, tiga pasangan yang akan berlaga di Pilpres itu adalah Jokowi dengan wakilnya, Prabowo dengan wakilnya dan Abrizal Bakrie dengan wakilnya. Indra enggan memprediksi siapa pemenangnya.

Jokowi Dibombardir, PDIP Harus Atur Strategi

Setelah ditetapkan jadi capres PDIP, Jokowi mulai panen serangan. Salah satunya datang dari capres Gerindra Prabowo Subianto. PDIP harus punya strategi jitu untuk menjaga elektabilitas Jokowi.
"Menjaga tren elektabilitas di daerah, mulai dicapreskan dia akan dibombardir, dengan demikian dia menjaga konsistensi tren elektabilitas," kata pengamat politik dari UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, dalam diskusi Efek Jokowi dan Strategi Parpol pada Pilpres di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Minggu (23/3/2014).

Gerindra Aku Jokowi Santun, Tapi ...

Dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno, capres Gerindra Prabowo Subianto (62) kembali bicara soal capres boneka. Prabowo memang sering menyinggung kata 'boneka' dan 'pembohong' setelah Jokowi ditetapkan jadi capres PDIP. Apakah Prabowo sudah pasang kuda-kuda menghadapi Jokowi di Pilpres 2014?
"Saudara mau dipimpin boneka?!" teriak Prabowo yang mengenakan kemeja putih saku empat bergaya Soekarno lengkap dengan celana panjang krem plus peci hitam itu, saat menyampaikan pidato politiknya di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3/2014).

Relawan Jokowi akan Dirikan Posko-posko Awasi Kecurangan

Setelah ditetapkan resmi sebagai capres PDI Perjuangan, para pendukung Jokowi terus melakukan konsolidasi. Mereka bertekad memenangkan Joko Widodo (Jokowi) dan mengawal lahirnya kepemimpinan baru. "Jokowi adalah milik rakyat sehingga kami  bersatu untuk  memenangkan Jokowi sebagai Presiden RI pada pemilu 2014 mendatang. Tekad kami sudah bulat. Kami bergotong royong bersama-sama rakyat," ujar Politisi PDIP Gunawan Wirosaroyo, dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.

Syukuran Jokowi Calon Presiden Digelar di Rengasdengklok, Ini Alasannya

Ribuan pendukung Jokowi For President (JKW4P) tumpah di Tugu Proklamasi, Rengasdengklok, Karawang,  Minggu (24/3/2014). Mereka berkumpul untuk galang dukungan dan syukuran atas ditetapkannya Gubernur DKI Jakarta sebagai capres PDI Perjuangan di Pilpres 2014.
Ketua Koordinator Nasional Laskar Rakyat Jokowi Riano Oscha mengatakan, sengaja menggelar tasyakuran nasional atas pencapresan Jokowi di Rengasdengklok karena lokasi ini merupakan tonggak kemerdekaan Indonesia. Tempat ini dikenal sebagai tempat penculikan Ir. Soekarno dan merumuskan teks proklamasi, awal berdirinya NKRI.

Golkar Cermati Dampak Pencapresan Jokowi untuk Ical

Partai Golkar akan menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) usai pemilu legislatif (pileg) 9 April. Forum itu selain untuk mengevaluasi hasil pileg, juga untuk mengevaluasi keputusan mengusung Aburizal Bakrie alias Ical sebagai capres.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Musfihin Dahlan mengatakan, majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai capres dari PDI Perjuangan telah berpengaruh pada konstelasi di internal partai yang dipimpin Ical itu. Karenanya, dampak pencapresan Jokowi terhadap suara Golkar pun akan dicermati.

Jokowi Tak Selalu Menang Dalam Setiap Urusan

Hasil survei yang dilakukan oleh Pol Tracking Institute terhadap kualitas personal para kandidat Capres-Caewapres 2014 menemukan Capres partai PDI-P, Joko Widodo (Jokowi) kalah kualitas dengan mantan Wapres Jusuf Kalla (JK). Dalam survei tersebut JK mendapat angka (7,70) sedangkan Jokowi (7,66).
Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDI-P Maruarar Siarait menyatakan, setiap orang memiliki kelemahan, termasuk Jokowi yang tidak selamanya menang dalam setiap urusan.

Jokowi Harus Mundur Jadi Gubernur Jakarta

Pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menimbulkan pro dan kontra. Belakangan tuntutan Jokowi mundur sebagai gubernur semakin kencang disuarakan.
Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, mengatakan jika Jokowi maju sebagai capres harus mengikuti aturan yaitu cuti atau non aktif dari pekerjaan, namun etikanya harus mundur.

Surva-surve Pol-Tracking: Jokowi Kandidat Kepala Daerah yang Paling Siap Jadi Capres

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda mengatakan tujuh dari 35 kandidat kepala daerah yang terseleksi hanya Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang menembus total skor penilaian tujuh aspek dimensi di atas 7.
"Hanya Jokowi yang tembus total skor penilaian tujuh aspek dimensi dengan total angka 7,76. Hal ini menunjukkan bahwa Jokowi adalah kepala daerah yang paling siap menjadi calon presiden (capres), karena nilai ketercukupan tujuh menunjukkan kualitas dan kompetensi yang baik sebagai capres," ujarnya dalam survei "Mengukur Kualitas Personal Para Kandidat Capres-Cawapres 2014", Jakarta Selatan, Minggu, (23/3/2014).

Priyo Diwacanakan Juga Jadi Cawapres Jokowi

Kabar tak sedap terus mendera Partai Golkar besutan Aburizal Bakrie (Ical). Mulai dari rendahnya elektabilitas dan popularitas sang Ketua Umum sampai beredararnya video plesiran Ical dengan duo Zalianty ke Maladewa.
Sementara itu, wacana yang berkembang saat ini, momen pemilihan umum legislatif pada 9 April mendatang merupakan babak baru pengevaluasian ARB sebagai calon presiden RI dari partai tersebut.
Bahkan, sosok Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Priyo Budi Santoso (PBS) pun digadang-gadang sebagai calon wakil presiden RI mendampingi Jokowi capres asal PDIP, jika partai berlambang pohon beringin ini tidak mampu mendulang suara 20 persen ambang batas.

J Kristiadi: Pendamping Jokowi jangan Orang Jawa

Siapa pendamping Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapres nantinya, kini sudah ramai dibicarakan. Namun siapa sebenarnya sosok ideal itu?
Peneliti CSIS J Kristiadi mengatakan pendamping Jokowi harus orang yang kuat dan bisa menutupi kekurangan dia.
Kristiadi menyarankan Jokowi tidak mengambil pendamping orang Jawa. Tetapi orang luar Jawa yang punya pengalaman cukup bagus dan mampu bekerja.

Temui Tokoh-tokoh Agama, Jokowi Ingin Serap Aspirasi

Ketua bidang Pemuda DPP PDIP, Maruarar Sirait membantah kunjungan Capres Joko Widodo ke sejumlah ormas Islam untuk mencari dukungan suara politik menjelang Pilpres 2014. Dia menilai, cara tersebut lumrah dilakukan seorang calon pemimpin supaya tahu keluhan setiap golongan masyarakat.
"Silaturahmi, biasa ke berbagai tokoh agama, pemuda, pengusaha, berbagai macam kalangan. Blusukan ke masyarakat dan tokoh. Tantangan menyerap aspirasi. Keluhan harapan," kata Maruarar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Minggu (23/3/2014).