Senin, 27 Oktober 2014

Pesta Massa Bayaran

Lima lelaki itu asyik bersenda gurau di area bebas asap rokok dalam sebuah kafe di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Dandanan mereka necis dan seragam, yakni berkemeja putih. Wajah mereka tidak asing, salah satunya adalah politikus dari koalisi partai pendukung presiden terpilih Joko Widodo.
Sejak pukul empat sore, Senin pekan lalu, mereka berkumpul di pusat perbelanjaan mewah itu. Satu-satu mereka datang menuju sebuah meja bagian pojok. Pemandangannya langsung ke arah air mancur Bundaran Hotel Indonesia. Arak-arakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla baru saja lewat setelah dilantik di gedung MPR/DPR.
Entah apa yang mereka perbincangkan, namun sore itu terlihat juga di dalam Plaza Indonesia berkeliaran pendukung Joko Widodo. Ada yang berkaus berkerah bertulisan nama dan foto Jokowi-JK. Hampir semuanya menggunakan baju berkerah atau kemeja putih. "Kamu harus berpolitik," kata salah satu lelaki saat berpindah dari bangku kafe menuju sofa.
Sumber merdeka.com, seorang pengusaha, mengatakan pesta rakyat menyambut pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah kegiatan terselubung. Bentuk dukungan, seperti spanduk untuk Presiden Joko Widodo bertebaran, itu merupakan aksi dari massa bayaran. Mereka berbaur dengan orang-orang benar-benar ingin bertemu pemimpin baru negeri ini.
"Coba lihat aja spanduk-spanduk itu, dari mana duit mereka. Dari situ juga ketahuan siapa di belakangnya," ujarnya. Bagi dia, bukan hal mengagetkan pengerahan orang-orang bayaran itu memang sudah terstruktur. Dalam aksi sebelumnya, dedengkot orang suruhan itu nangkring sambil meminum kopi di kedai Starbucks. "Mereka ada cukongnya,"
Salah satu pendukung Joko Widodo membenarkan pengakuan pengusaha itu. Lelaki berbadan tambun dan mengenakan batik ini mengaku baru saja menemui rekannya di pelataran Monumen Nasional. Temannya itu merupakan salah satu dari sekian banyak relawan menyukseskan acara pesta rakyat.
Malam itu, sesuai susunan acara, bakal ada syukuran potong tumpeng. "Habis dari Monas lihat temen," ujarnya membuka perbincangan awal berkenalan. Dia mengatakan memang ada gerakan terstruktur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan para relawan. "Ada juga dari relawan. Kan relawan banyak," ujarnya.
Namun juru bicara PDIP Eva Kusuma Sundari membantah tudingan itu. Dia mengatakan pesta rakyat menyambut pelantikan Jokowi-JK murni dilakukan tanpa pamrih oleh para relawan. Eva juga menampik ada dari struktur partai turun menggawangi pesta tersebut. "Kamu lihat saja, ada tidak dari relawan di struktur kabinet," kata Eva melalui telepon seluler kemarin.
Eva menjelaskan bahkan untuk dana merupakan urunan dari para relawan. "Semua dana itu bantingan (urunan). Bahkan semua artis-artis kemarin tidak ada yang dibayar," tuturnya.

Dana Gelap Pesta Rakyat
Sejak pukul sembilan pagi Senin pekan lalu, warga mulai tumplek di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Makin siang, suasana kian sesak oleh warga mau melihat langsung Presiden dan Wakil Presiden baru dilantik, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla.
Sesuai jadwal, Jokowi-JK, sapaan akrab keduanya, bakal diarak dengan kereta kencana dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka. Sebagai suguhannya, pesta rakyat itu menyediakan makanan gratis bagi warga. Mulai dari ketoprak hingga bakso bisa disantap tanpa fulus.
Hasan, 45 tahun, pedagang bakwan Malang, merupakan salah satu dari sekian banyak pedagang disewa untuk meramaikan pesta rakyat itu. Dia mengatakan seminggu sebelumnya dirinya sudah dipesan untuk ikut meramaikan dengan memberi makanan gratis kepada warga saat pesta rakyat.
Imbalannya, Hasan diberi uang Rp 350 ribu sebagai jasa sewa gerobak dan tenaga. "Jadi ini gerobak sama tenaganya yang disewa. Seharian dikasih Rp 350 ribu," kata Hasan kepada merdeka.com Senin pekan lalu.
Hasan datang ke Monas sehari sebelumnya. Dia dijemput pihak panitia "Syukuran Rakyat" bersama rekannya sesama pedagang bakwan Malang di Teluk Gong, Pluit, Jakarta Utara. "Bahan-bahan dari mereka (panitia) semua," ujarnya. "Jadi kami ini semua berangkat bareng dari Kapuk lalu didrop di sini kemarin malam."
Rezeki ini rupanya dinikmati oleh sebagian warga. Nur salah satunya. Perempuan bedomisili di Jakarta Barat ini memang berniat hadir mendatangi acara pesta rakyat. Nur mengaku beruntung bisa menikmati makanan gratisan disuguhkan panitia di sepanjang Bundaran Hotel Indonesia. "Alhamdulilah makan gratis," tuturnya.
Namun di balik acara itu, sumber merdeka.com, seorang pengusaha, memberikan keterangan mencengangkan. Dia mengungkapkan dana pesta rakyat ini didapat dari perusahan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Ya perusahaan daerah dipalakin," katanya.
Dia tidak mengetahui berapa jumlah fulus diturunkan perusahaan daerah dalam pesta rakyat itu. Namun ada dua perusahaan daerah di DKI Jakarta menggelontorkan dana buat pesta rakyat. "Totalnya nggak tahu berapa, tapi dari jumlah makanan gratis bisa diperkirakan," ujarnya.
Seorang pendukung yang juga dekat dengan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membenarkan pengusaha itu. Dia mengatakan banyak yang menanti imbalan dari aksi dukungan itu. "Kalau sekarang belum kelihatan, nanti kalau nggak kebagian, baru kelihatan," tuturnya.
Bahkan saat dipancing, pendukung itu mengatakan banyak posisi komisaris perusahaan di BUMN lowong. "Kan banyak posisi kosong, paling nggak jadi komisaris lah," katanya meyakinkan.
Namun juru bicara PDIP Eva Kusuma Sundari membantah tudingan soal dana dari Badan Usaha Milik Daerah DKI. Dia mengakui sebelumnya ada perusahaan daerah mau menyumbang untuk acara pesta rakyat. "Kami tolak," ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya kemarin..
Eva menjelaskan semua dana buat menggelar pesta rakyat merupakan urunan dari relawan. Dia mencontohkan makanan gratis kemarin memang dibayar oleh para donatur. Bahkan Eva membenarkan ada uang dari pengusaha buat membiayai hajatan itu. "Kalau pengusaha mungkin dari relawan. Karena pengusaha juga ada yang bergabung dengan relawan," tuturnya.
Dia mencontohkan drum band dibayar oleh Partai Hati Nurani Rakyat. "Sedangkan beberapa asosiasi pedagang memang menghubungi saya tapi saya serahkan ke divisi kuliner acara pesta rakyat. Dan itu semua sudah dibayar oleh donatur."   [merdeka]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar