Rabu, 09 Juli 2014

Mahfud MD Dibully di Twitter Gara-gara Bantahannya Yang Ngawur

Trending di Twitter sesaat setelah terjadinya Quick-Count berganti-ganti dengan cepat. Yang sekarang tengah menjadi trending dan banyak dibicarakan adalah seputar cyber war.
Di Twitter, salah satu trending yang dibicarakan dan diikuti oleh banyak pengguna jejaring sosial satu ini adalah menyangkut perkataan cyber war yang diungkapkan oleh Mahfud MD.
Banyak netizen dan para tweeps -panggilan dari pengguna Twitter- bertanya-tanya kenapa Mahfud MD mengatakan ada perang cyber setelah penghitungan cepat dan memposisikan pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla untuk sementara unggul.
Tentunya, banyak tweeps justru menertawakan pernyataan Mahfud MD terkait cyber war itu.
Sedikit mundur ke beberapa bulan lalu, seorang pemerhati IT kawakan dari Indonesia yang sekarang bertempat tinggal di London, Inggris bernama Jim Geovedi pernah mengatakan bahwa banyak orang yang salah kaprah dalam mengartikan apa itu cyber war.
Dia mengatakan dalam account Twitternya tertanggal 14 November 2013 lalu yaitu, cyberwar bukanlah sebuah perang yang nyata. Deklarasi dari perang cyber tersebut ditentukan oleh seorang pemimpin negara, bukan diputuskan oleh sekelompok anak-anak yang kurang jelas asal usulnya walaupun mereka bertindak mengatasnamakan negara.
Tim juga menjelaskan bahwa cyberwar itu sangat terkordinasi, secara sistematis akan menyerang komputer, jaringan komunikasi, database dan media.
Sampai sekarang, "Perang Cyber" ini masih menduduki 10 besar trending terhangat di Indonesia Trends di Twitter di urutan ke 8.  [merdeka]

2 komentar:

  1. Tadinya...saya ulang tadinya.... si Mahmud ini adl seorang negarawan tp ternyata hanya krn kecewa lalu menyeberang tak ubahnya spt Pengkhianat oportunis. Sangat meragukan orang ini...jangan-jangan.......

    BalasHapus
  2. Sebetulnya yang dimaksud MD bukan cyber war melainkan psywar (perang psikologis atau perang mental) hal ini mengacu pada peristiwa saat itu didahuluinya declare kemenangan versi qc oleh jokowi shg secara mental mereka (kubu MD) mengalami kejatuhan artianya psikisnya berhasil diserang oleh pak jokowi. Namun melihat situasi penuh kepanikan pada saat itu dan harus egera mengcounter pihak lawan, membuat MD tidak konsen shg salah dengar maka yg muncul di konpers bukan psywar tapi cyber war (haahhh).

    BalasHapus