Rabu, 09 Juli 2014

Jokowi-JK di Cikeas


Calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) -Jusuf Kalla (JK), memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu 9 Juli 2014 malam.
Keduanya sampai di Puri Cikeas pukul 21.20 WIB.
Mereka disambut langsung oleh Presiden SBY, didampingi Seskab Dipo Alam, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. Jokowi-JK didampingi oleh Ferry Mursydan Baldan (NasDem), Maruara Sirait (PDIP) dan Budiman Sujatmiko (PDIP).
Jokowi yang mengenakan batik cokelat langsung bersalaman dengan SBY sembari menundukkan kepalanya. Keduanya pun langsung cipika cipiki. Perlakuan sama juga diberikan SBY kepada JK yang kali ini hadir sebagai pasangan Jokowi. Beda dengan Jokowi, JK tampak mengenakan setelan jas tanpa dasi.
"Suasananya baik toh, alhamdulillah kita syukuri," ucap SBY disambut senyuman dari Jokowi.
Usai bersalaman, SBY langsung mengajak kedua pasangan ini melihat-lihat lima layar televisi yang digunakan untuk memantau hitung cepat.
Selanjutnya SBY mengadakan pertemuan tertutup dengan Jokowi-JK
Menjelang tengah malam pasangan Jokowi-JK selesai bertemu dengan Presiden SBY. Menurut penuturan Jokowi, kepada pasangan capres-cawapres pemenang Pilpres 2014 versi hitung cepat ini, Presiden SBY menegaskan sudah menjadi tugasnya menjaga rangkaian suksesi pemerintahan nasional tetap tertib dan aman sampai tahap akhir.
"Kami memohon agar beliau berperan memimpin sampai 22 Juli 2014 (waktu pengumumkan hasil resmi Pilpres 2014 oleh KPU -red) agar semua berjalan sejuk dan baik. Tidak ada gesekan di bawah, tidak ada terjadi sesuatu, semua kondusif dan pilpres berlangsung jujur, damai," ujar Jokowi.
Permintaannya itu diungkapkannya kepada wartawan usai hampir satu jam pertemuannya dengan Presiden SBY. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Rabu (9/7/2014).
Terhadap pemintaannya tersebut, Presiden SBY menurut Jokowi menyatakan kesediaannya. Bahkan sudah menjadi tanggungjawab dirinya selaku Kepala Negara RI untuk memastikan proses suksesi kepemimpinan nasional berjalan damai.
"Kata beliau "memang sebagai Kepala Negara itu tugas saya Mas Joko dan Pak JK. Akan saya kawal agar semua berjalan baik aman dan damai". Begitu," kata Jokowi mengutip jawaban Presiden SBY.
Jokowi-JK tidak mau pusing menanggapi klaim kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Jokowi menilai setiap orang berhak untuk mengklaim menang.
"Ya terserah masing-masing," tukas Jokowi singkat usai bertemu dengan Presiden SBY di Puri Cikeas, Rabu (9/7/2014) malam.
Terlebih, saat ini, perhitungan Komisi Pemilihan Umum belum ada.
JK, pun sekata dengan Jokowi. Cawapres Jokowi itu menilai hasil hitung cepat bisa berbeda tergantung dengan survei yang dipakai.
"Tadi kan tidak ada yang mengontrol, sesuai data. Ini tergantung survei mana yang dipakai," kata JK.
Keduanya pun siap jika hasil perhitungan KPU tidak sesuai dengan quick count. "Ya pasti siap menerima," ujar keduanya kompak.
Hasil hitung cepat yang dipakai dua televisi swasta itu berbeda dengan survei lain yang diadopsi oleh sebagian besar lembaga penyiaran di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar