Senin, 21 Oktober 2013

Tarif Monorel Dijamin Tak Mahal

Dilanjutkannya pembangunan megaproyek monorel oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membawa angin segar bagi warga ibu kota yang selama ini memimpikan angkutan umum yang canggih dan bisa diandalkan.
Apalagi, moda transportasi massal berbasis rel itu nantinya bisa mengangkut sekaligus ribuan penumpang sekali jalannya. Namun hingga sejauh ini pemerintah provinsi DKI Jakarta masih belum dapat memperkirakan berapa besaran tarif untuk naik monorel.
Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang DKI Jakarta Sarwo Handayani (Yani) menuturkan soal tarif monorel hingga saat ini masih belum diputuskan. Tetapi ia menjamin tarif per penumpang yang akan diterapkan nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi penduduk.
“Masih dihitung. Tapi seperti yang Pak Gubernur Jokowi sampaikan, kalau nanti mahal, enggak ada yang naik dan dia yang akan rugi. Jadi pasti akan memperhitungkan kemampuan masyarakat,” kata Yani, akhir pekan lalu.
Direktur Teknis PT Jakarta Monorail Rosa Bonavantoo memprediksi di tahun pertama penumpang monorel bisa mencapai 260 ribu dalam sehari dengan perkiraan sebagian masyarakat yang bekerja di Kuningan dan Sudirman.
“Hitungan dari konsultan kami itu bisa 260 ribu orang sehari. Ada sekitar 200 gerbong yang siap menjadi rangkaian secara bergantian. Enam tahun ke depan sehari bisa lebih dari 300 ribu penumpang,” ujarnya, Jumat pekan lalu.
Namun pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Izul Waro menyangsikan perkiraan pihak PT Jakarta Monorail. Bahkan Izul menganggap PT Jakarta Monorail terlalu berlebihan dalam mempresentasikan jumlah penumpang monorel yang diprediksi mencapai 260 ribu sehari.
Angka ini, di mata Izul tidak logis dan berlebihan. Dengan panjang jalur dan kapasitas monorel nantinya, baginya angka ideal adalah 70 ribu dalam sehari pada tahun pertama beroperasi. “Paling bagus 100 ribu orang sehari. Itu juga sudah paling bagus dan luar biasa,” katanya, kemarin.

Sumber :
detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar