Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) enggan menanggapi gaji
pramudi (sopir) Bus TransJakarta, yang besarnya 3,5 kali Upah Minimum
Provinsi (UMP), yakni sekitar Rp 7,7 juta.
"Saya tidak mengerti itu," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (20/3/2013).
Jokowi
mengaku tak tahu hal teknis seperti soal pemberian upah. Ia menyarankan
untuk menanyakan kepada Kepala Unit Pelaksana (UP) Bus TransJakarta M
Akbar.
"Masa urusan sopir busway tanya kesaya, tanya ke operator atau Kepala UP busway," ucap Jokowi.
Namun,
mantan Wali Kota Surakarta menuturkan, tidak ada yang perlu
dipermasalahkan bila UP TransJakarta mampu memberikan upah sebesar itu.
"Kalau mampu digaji sebesar itu ya bagus," kata Jokowi.
Diberitakan
sebelumnya, Kepala UP TransJakarta M Akbar mengungkapkan, gaji pramudi
Bus Transjakarta mencapai 3,5 kali UMP DKI atau sekitar Rp 7,7 juta per
bulan. Namun, kenaikan gaji baru bisa dirasakan pramudi yang melayani
koridor XI dan koridor XII.
"Kenaikan ini baru bisa dirasakan oleh
pramudi dari dua operator, yakni Perum Damri yang melayani koridor XI,
dan bus baru di koridor I serta PT Bianglala Metropolitan yang melayani
koridor XII," kata Akbar, Kamis lalu.
Sejak 2011, Transjakarta
mengubah struktur pembiayaan operasi bisnis untuk kontrak baru. Dalam
kontrak baru, pramudi mendapat gaji 3,5 kali dari UMP, sedangkan pada
kontrak lama, pramudi hanya mendapat satu kali gaji.
Karena
perbedaan gaji ini, Akbar mengakui ada kesenjangan dalam gaji, karena
masih ada tujuh operator yang menggunakan kontrak lama.
"Saya enggak punya dasar hukum untuk ubah kontrak yang sedang berjalan," jelasnya.
Sumber :
jakarta.tribunnews.com
Berita Serupa :
- jakarta.okezone.com : "Sopir TransJakarta Rp7,7 Juta, Ini Kata Jokowi"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar