Tak menghendaki bergabungnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam gerbong koalisi pemerintahan Jokowi-JK, warga Kota Depok, Agus Sutondo membuat petisi di situs Change.org.
Petisi ini dimulai sejak 20 Juli 2014 dan mendapat dukungan lebih
dari 4.500 suara hingga sekarang. Petisi ini juga ramai di media sosial
dalam sehari terakhir jelang pengumuman hasil resmi pemungutan suara
Pemilihan Presiden 2014 oleh KPU.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 22 Juli 2014
Ucapan Selamat pada Jokowi
PM Malaysia, Dato' Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak
PM Malaysia, Dato' Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak, mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Joko Widodo melalui akun twitter pribadinya, @NajibRazak.
- Congrats to @jokowi_do2 on winning the Indonesia presidential elections.Hope 2 reaffirm our bilateral relations& look fwd to seeing u around -
PM Malaysia, Dato' Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak, mengucapkan selamat kepada Presiden terpilih Joko Widodo melalui akun twitter pribadinya, @NajibRazak.
- Congrats to @jokowi_do2 on winning the Indonesia presidential elections.Hope 2 reaffirm our bilateral relations& look fwd to seeing u around -
Ini Alasan Indonesia Bersyukur Karena Bukan Prabowo Yang Jadi Presiden
Pernyataan mundur dari persaingan Pilpres 2014 yang dilakukan Prabowo
pada Selasa (22/7/2014) ternyata bisa berbuntut panjang. Setidaknya itu
menurut kutipan Undang-undang no 42 tahun 2008 pasal 246 ayat 1 tentang
Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang mendadak beredar di
dunia maya,
Pidato Kemenangan Jokowi-JK dari Kapal Pinisi
Pasangan calon presiden Jokow Widodo dan Jusuf Kalla menyampaikan pidato kemenangan setelah penetapan hasil pemilihan presiden 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum, Selasa 22 Juli 2014. Pidato disampaikan di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.
KPU Resmi Tetapkan Jokowi-JK Pemenang Pilpres
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selasa 22 Juli 2014 tepat pukul 21.00 menetapkan hasil Pemilihan Presiden dalam dan luar negeri 2014.
Jokowi-JK Datangi KPU
Di tengah pimpinan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi suara nasional Pilpres 2014 membacakan perolehan suara, mendadak muncul Capres Joko Widodo dan Cawapres Jusuf Kalla di ruang uatama Gedung KPU Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa malam (22/7/2014).
Air Mata Mega untuk Jokowi
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merasa bahagia dan meneteskan air mata setelah capres Joko Widodo dan cawapres Jusuf Kalla hampir dipastikan memenangi Pilpres 2014 ini.
Buka Bersama di Kebagusan
Setelah mengunjungi Waduk Pluit, capres nomor urut 2 Joko Widodo mendatangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Jokowi Ngabuburit di Tepian Waduk Pluit
Presiden Joko Widodo tidak kaget mendegar kabar rivalnya, Prabowo Subianto mundur mundur dari Pilpres jelang pengumuman final rekapitulasi suara.
Jokowi Bantah Punya Rekening Di Luar Negeri
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
membantah tudingan Kubu Prabowo bahwa dirinya memiliki rekening tabungan di luar
negeri.
"Saya ini eksportir selama 24 tahun. Kita tidak pernah punya rekening di luar negeri. Saya dan istri tidak punya," kata Jokowi saat ditemui di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Selasa (22/7/2014).
"Saya ini eksportir selama 24 tahun. Kita tidak pernah punya rekening di luar negeri. Saya dan istri tidak punya," kata Jokowi saat ditemui di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Selasa (22/7/2014).
Inilah Negarawan Hebat Yang Bernama Prabowo, Murka dan Tarik Saksi dari KPU
Inilah bukti tak terbantahkan bahwa Prabowo Subianto tidak layak menjadi presiden RI. Karena telah mengetahui bakal kalah dalam Pilpres 2014, Prabowo menyatakan akan menggunakan hak
konstitusinya dalam pelaksanaan Pemilu Presiden 2014. Prabowo Subianto
menarik diri dari Pilpres.
"Kami menarik diri dari proses yang berlangsung," ujar Prabowo Subianto dalam jumpa pers di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7/2014).
"Kami menarik diri dari proses yang berlangsung," ujar Prabowo Subianto dalam jumpa pers di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7/2014).
Prabowo Akan Kibarkan Bendera Putih
Kubu Prabowo-Hatta pesimistis dengan hasil rekapitulasi suara di KPU.
Mereka sudah menyiapkan pidato untuk mengucapkan selamat kepada pemenang
pilpres Jokowi-JK.
Timses Prabowo-Hatta Laurens Bahang Dama mengatakan, Prabowo akan memberikan pidato politik usai pengumuman KPU. Hal ini akan dilakukan di rumah pemenangan Polonia, Jakarta Timur.
Timses Prabowo-Hatta Laurens Bahang Dama mengatakan, Prabowo akan memberikan pidato politik usai pengumuman KPU. Hal ini akan dilakukan di rumah pemenangan Polonia, Jakarta Timur.
Mega Akan Sambut Presiden RI ke-7 di Kebagusan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri
dikabarkan menyaksikan rekapitulasi suara nasional KPU di Kebagusan,
Jakarta Selatan. Presiden RI ke-5 itu juga akan menyambut kedatangan
Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
"(Megawati) di Kebagusan, seluruh Fraksi PDIP juga diminta hadir," kata Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (22/7/2014).
"(Megawati) di Kebagusan, seluruh Fraksi PDIP juga diminta hadir," kata Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (22/7/2014).
Agenda Presiden Jokowi Hari Ini
Komitmen tidak mengerahkan massa ke KPU pada saat pengumuman hasil
Pilpres 2014 benar-benar dilaksanakan oleh Joko Widodo (Jokowi) yang secara de facto telah menjadi presiden RI ke-7. Sebagai teladan
kepada para pendukungnya, Jokowi sepanjang hari ini memilih lokasi
kegiatan jauh dari KPU.
Diawali dengan ngabuburit ke Waduk Pluit, berbuka bersama Megawati di Kebagusan dan berakhir di Pelabuhan Sunda Kelapa.
Diawali dengan ngabuburit ke Waduk Pluit, berbuka bersama Megawati di Kebagusan dan berakhir di Pelabuhan Sunda Kelapa.
Resmi KPU: 28 Provinsi, Jokowi Tetap Jadi Komandan Prabowo
Hingga pukul 01.45 WIB, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berhasil
menyelesaikan penghitungan suara pemilihan presiden dan wakil presiden
2014 di 29 provinsi.
Ketua KPU, Husni Kamil Manik, yang memimpin sidang pleno rekapitulasi suara mengatakan empat provinsi yang belum dihitung akan dilanjutkan Selasa (22/7/2014) pada pukul 10.00 WIB.
Ketua KPU, Husni Kamil Manik, yang memimpin sidang pleno rekapitulasi suara mengatakan empat provinsi yang belum dihitung akan dilanjutkan Selasa (22/7/2014) pada pukul 10.00 WIB.
Senin, 21 Juli 2014
Versi kawalpemilu.org: Data Masuk 100%, Hasil: Jokowi-JK 53,16%, Prabowo-Hatta 46,84%
Situs kawalpemilu.org selesai melakukan rekapitulasi hasil Pemilu
Presiden dan Wakil Presiden 2014. Berdasarkan formulir DC1 terakhir yang
masuk, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengungguli pasangan Prabowo
Subianto-Hatta Rajasa.
Pasangan Jokowi-JK unggul dengan 70.997.859 suara (53,16 persen). Sementara pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 62.576.444 suara (46,84 persen).
Pasangan Jokowi-JK unggul dengan 70.997.859 suara (53,16 persen). Sementara pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 62.576.444 suara (46,84 persen).
Jokowi Sempat Ditelepon Kapolri Dapat Jaminan Semua Aman
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau para relawan untuk tidak
keluar rumah atau menuju Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat rekapitulasi
nasional disampaikan, Selasa (22/7/2014). Bahkan dia sampai mendapatkan
telepon langsung dari Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri)
Jenderal Sutarman untuk memastikannya.
"Saya ditelepon Kapolri, katanya kalau saya keluar akan ada antisipasi," jelas Jokowi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
"Saya ditelepon Kapolri, katanya kalau saya keluar akan ada antisipasi," jelas Jokowi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Resmi KPU: 21 Provinsi, Jokowi-JK Surplus 2 Juta Suara
Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih melakukan rekapitulasi suara nasional
di Gedung KPU, Jakarta. Hingga Provinsi ke 21 dalam urutan rekapitulasi
nasional, yakni Jawa Bawat, total suara untuk pasangan Prabowo-Hatta
sebanyak 36.859.054 suara, sedangkan pasangan Jokowi-JK meraih
38.827.488 suara.
Ahmad Dhani Masih Butuh Kemaluan
Ahmad Dhani membantah keras jika ia telah melakukan nazar terkait hasil Pilpres 2014. Di jejaring sosial marak beredar gambar bertuliskan
kicauan Dhani bersumpah akan memotong kemaluannya jika Jokowi menang
Pilpres.
"Ngapain (potong kelamin), enggak ada kayak gitu-gitu. Kemaluan saya selalu yang sangat saya cintai ngapain saya nazar-nazarin," kata Dhani di Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2017).
"Ngapain (potong kelamin), enggak ada kayak gitu-gitu. Kemaluan saya selalu yang sangat saya cintai ngapain saya nazar-nazarin," kata Dhani di Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2017).
Jokowi Belum Siapkan Pidato Kekalahan
Presiden Joko Widodo
mengungkapkan sampai saat ini dirinya belum menyiapkan pidato
kemenangan atau kekalahan terkait pengumuman hasil rekapitulasi suara
yang akan diumumkan Selasa 22 Juli 2014 besok.
Alasan pria yang akrab disapa Jokowi ini belum menyusun pidatonya lantaran ia menunggu terlebih dahulu hasil rekapitulasi yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) besok.
Alasan pria yang akrab disapa Jokowi ini belum menyusun pidatonya lantaran ia menunggu terlebih dahulu hasil rekapitulasi yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) besok.
Kata Jokowi, 3 Partai Pendukung Prabowo-Hatta Siap Merapat
Jelang pengumuman perolehan suara Pilpres 2014, Calon Presiden nomor
urut 2, Joko Widodo, menyebut ada tiga partai pendukung Prabowo Subianto
dan Hatta Rajasa yang siap merapat ke dalam barisannya.
"Yang dalam proses ada tiga partai," ungkap Jokowi seusai bertandang ke Kantor Harian Bisnis Indonesia, Jalan KH Mas Manyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
"Yang dalam proses ada tiga partai," ungkap Jokowi seusai bertandang ke Kantor Harian Bisnis Indonesia, Jalan KH Mas Manyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Bosan Koalisi Kerempeng, Kini Jokowi Lirik Koalisi Bahenol
Presiden Joko Widodo
mengungkapkan tidak ada salahnya jika nanti kubunya menjalin koalisi,
atau yang disebut dengan kerjasama itu dengan banyak partai.
"Kalau untuk kebaikan negara dan bangsa kenapa tidak?" ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi usai menyambangi kantor berita Bisnis Indonesia di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, Senin (21/7/2014).
Namun, mantan walikota Solo ini mengatakan untuk bekerjasama dengan dengan banyak partai, tentu perlu ada pertimbangan-pertimbangan. Apabila kerjasama dengan banyak partai itu justru membebani, sebaiknya tidak perlu dilakukan.
"Kalau untuk kebaikan negara dan bangsa kenapa tidak?" ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi usai menyambangi kantor berita Bisnis Indonesia di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, Senin (21/7/2014).
Namun, mantan walikota Solo ini mengatakan untuk bekerjasama dengan dengan banyak partai, tentu perlu ada pertimbangan-pertimbangan. Apabila kerjasama dengan banyak partai itu justru membebani, sebaiknya tidak perlu dilakukan.
Merapat ke Jokowi-JK, PPP Akan Gelar Mukernas
Langkah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk bergabung dengan Joko Widodo -Jusuf Kalla (Jokowi-JK) semakin menguat.
Untuk memuluskan langkah tersebut, PPP akan menjadwalkan pelaksanaan Mukernas pasca-penetapan hasil Pilpres oleh KPU.
Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa mengatakan, langkah untuk mendukung pemerintahan mendatang tersebut bukan diambil dengan cara gegabah tetapi sudah melalui pertimbangan mendalam.
Untuk memuluskan langkah tersebut, PPP akan menjadwalkan pelaksanaan Mukernas pasca-penetapan hasil Pilpres oleh KPU.
Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa mengatakan, langkah untuk mendukung pemerintahan mendatang tersebut bukan diambil dengan cara gegabah tetapi sudah melalui pertimbangan mendalam.
Hadapi Pengumuman KPU, Jokowi Makan Banyak Saat Sahur
Komisi Pemilihan Umum (KPU) rencananya akan menyampaikan hasil
rekapitulasi suara pemilihan umum presiden dan siapa presiden terpilih
besok, Selasa 22 Juli 2014. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak
menyiapkan apapun baik pidato pemenangan ataupun atau pun persiapan
fisik.
Karena disampaikan pada bulan puasa, maka Jokowi hanya akan memperbanyak makan sahur untuk menjaga fisiknya. "Fisik. Ya kalau sahur makannya banyak ya mukanya seger," jelasnya di Kantor Harian Bisnis Indonesia, Jalan KH Mas Mansur, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Bahkan, Jokowi biasa-biasa saja menghadapi keputusan siapa yang akan menjadi presiden Indonesia ketujuh. "Biasa-biasa aja. Kamu lihat saya aja sekarang biasa aja," tegasnya.
Karena disampaikan pada bulan puasa, maka Jokowi hanya akan memperbanyak makan sahur untuk menjaga fisiknya. "Fisik. Ya kalau sahur makannya banyak ya mukanya seger," jelasnya di Kantor Harian Bisnis Indonesia, Jalan KH Mas Mansur, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Bahkan, Jokowi biasa-biasa saja menghadapi keputusan siapa yang akan menjadi presiden Indonesia ketujuh. "Biasa-biasa aja. Kamu lihat saya aja sekarang biasa aja," tegasnya.
PDIP: Kasihan, Jangan Ejek Prabowo-Hatta
Para pendukung calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Joko
Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diminta menunjukan kedewasaan politik
saat hari penetapan pemenang pemilu presiden 22 Juli mendatang. Para
pendukung jangan mengejek pihak yang kalah apabila Jokowi-JK berhasil
menang.
"Kita pernah merasakan kalah. Jangan mengejek-ejek pihak kalah," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Effendi Simbolon saat dihubungi Republika, Senin (21/7/2014).
"Kita pernah merasakan kalah. Jangan mengejek-ejek pihak kalah," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Effendi Simbolon saat dihubungi Republika, Senin (21/7/2014).
Jokowi Menang, Saham dan Valas Tertawa Ria
Tanda-tanda kemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada
pemilihan presiden berdampak positif terhadap perdagangan di Bursa Efek
Indonesia. Analis dari Universal Broker, Satrio Utomo, mengatakan kabar
kemenangan Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, berpotensi meneruskan
tren positif hingga beberapa hari ke depan. "Euforianya bisa berlangsung
lama dan peningkatannya lebar sekali," ujarnya kepada Tempo, Senin (21/7/2014).
Yang Pakai Baju Kotak-kotak Besok, Dipastikan Penyusup/Penyabot
Kubu Jokowi-JK telah sepakat untuk tidak menggunakan atribut partai pada
saat KPU mengumumkan hasil rekapitulasi suara nasional besok. Mereka
juga meminta tak ada penggalangan massa.
Jika masih ada, mereka dinilai sebagai penyusup/penyabot dan bukan relawan Jokowi-JK.
Timses Jokowi-JK, Effendi Simbolon menyatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan perintah untuk tidak melakukan hal-hal yang provokatif.
Jika masih ada, mereka dinilai sebagai penyusup/penyabot dan bukan relawan Jokowi-JK.
Timses Jokowi-JK, Effendi Simbolon menyatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan perintah untuk tidak melakukan hal-hal yang provokatif.
Langganan:
Postingan (Atom)


















