Capres nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) yakin tak akan terjadi
kerusuhan setelah pilpres 9 Juli 2014. Karena rakyat dianggap menyambut
pemilu dengan gembira.
"Rakyat aman. Gembira, senang, tidak ada masalah," kata Jokowi kepada
wartawan usai shalat Jumat di Masjid Al-Mansyur, Cibinong, Bogor, Jawa
Barat, Jumat (4/7/2014).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Jumat, 04 Juli 2014
Jokowi Kartu Mati
Keunggulan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa diyakini akan terus berlangsung hingga Pemilu nanti. Pasalnya, elektabilitas pasangan nomor urut satu itu terus menanjak.
"Saya meyakini cross antara Prabowo dengan Joko Widodo sudah terjadi dan Prabowo akan terus mengalami kenaikan elektabilitas," kata pengamat politik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Khairul Muluk saat dihubungi, Jumat (4/7/2014).
Cross yang dimaksud adalah Prabowo yang sebelumnya elektabilitasnya berada di bawah Jokowi, kini lebih unggul. Menurut Khairul, agak sulit bagi Jokowi untuk menaikkan elektabilitasnya lagi.
"Saya meyakini cross antara Prabowo dengan Joko Widodo sudah terjadi dan Prabowo akan terus mengalami kenaikan elektabilitas," kata pengamat politik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Khairul Muluk saat dihubungi, Jumat (4/7/2014).
Cross yang dimaksud adalah Prabowo yang sebelumnya elektabilitasnya berada di bawah Jokowi, kini lebih unggul. Menurut Khairul, agak sulit bagi Jokowi untuk menaikkan elektabilitasnya lagi.
Survei IRC Pastikan Jokowi Game Over
Pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa
mengungguli Joko Widodo-Jusuf Kalla di Pulau Jawa. Kecuali Jawa tengah
dan di Jawa Timur, pasangan yang diusung koalisi itu Merah Putih itu
memimpin.
“Hanya di Jateng dan sedikit di Jatim, Jokowi Unggul. Sisanya, Jabar, Banten, dan DKI, Prabowo memimpin,” kata Peneliti Indonesia research Centre (IRC) Natalia Christanto di Jakarta, Jumat (4/7/2014).
“Hanya di Jateng dan sedikit di Jatim, Jokowi Unggul. Sisanya, Jabar, Banten, dan DKI, Prabowo memimpin,” kata Peneliti Indonesia research Centre (IRC) Natalia Christanto di Jakarta, Jumat (4/7/2014).
Prabowo Kalap, Kampuspun diembat
Dugaan kampanye dengan cara-cara kotor mulai merambah di sekitar daerah
kampus. Salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang
mengaku bernama Maki melaporkan praktek kotor itu ke Panitia Pengawas
Pemilu Surakarta, Jumat (4/7/2014).
"Semalam, saya kebetulan sedang nongkrong di warung kopi bersama teman-teman," kata Maki saat ditemui di kantor Panwaslu Surakarta. Saat sedang nongkrong, dia melihat ada dua pengendara sepeda motor yang berboncengan berhenti di depan warung.
"Semalam, saya kebetulan sedang nongkrong di warung kopi bersama teman-teman," kata Maki saat ditemui di kantor Panwaslu Surakarta. Saat sedang nongkrong, dia melihat ada dua pengendara sepeda motor yang berboncengan berhenti di depan warung.
Mantan Komandan Ragukan Kemampuan Prabowo Memimpin Indonesia
Mantan KASAD Letjen (purn) Agus Widjojo yang sekaligus mantan komandan
Capres Prabowo Subianto mengatakan, rekam jejak HAM menyebabkan Prabowo
tidak layak untuk menjadi Presiden Indonesia berikutnya.
Dalam wawancara khusus dengan ABC, Jenderal Agus Widjojo mengatakan, mengatakan Prabowo memiliki kasus yang harus diselesaikan dalam pelanggaran HAM di Indonesia tahun 1998.
Dalam wawancara khusus dengan ABC, Jenderal Agus Widjojo mengatakan, mengatakan Prabowo memiliki kasus yang harus diselesaikan dalam pelanggaran HAM di Indonesia tahun 1998.
Media Terkemuka Inggris Juga Dukung Jokowi
Surat kabar mingguan The Economist menyampaikan pandangannya
terkait dengan pemilihan Presiden Indonesia. Surat kabar yang berbasis
di Inggris itu menyiratkan dukungannya terhadap pasangan Joko Widodo dan
Jusuf Kalla. "Seorang
politikus lurus hati memberi harapan lebih depan ketimbang seorang
jenderal era Soeharto bagi masa depan Indonesia," bunyi kalimat pertama
dalam opini The Economist yang berjudul Competing Visions.
Dewan Pers: The Jakarta Post Dukung Jokowi Lumrah dan Sah
Anggota Dewan Pers Nezar Patria menilai sikap yang diambil The Jakarta Post
dengan mendeklarasikan dukungan resmi terhadap pasangan calon presiden
dan wakil presiden Jokowi dan Jusuf Kalla adalah hal yang lumrah dan
sah-sah saja.
Jokowi Dinilai Mulai Reaktif Terhadap Kritik
Jelang hari pencoblosan Pilpres 2014, calon presiden
Joko Widodo dinilai menunjukkan perubahan sikap. Jika sebelunya Jokowi
dikenal sebagai sosok yang santun dan sabar, akhir-akhir ini menjadi
reaktif terhadap isu dan kritik yang berkembang.
Psikolog Universitas Indonesia, Dewi Haroen berpendapat, perubahan sikap pada Jokowi tersebut justru dapat merugikan dirinya sendiri. "Dulu Jokowi tekenal dengan ra popo dan ra mikir, dia tidak terlalu peduli dengan kritik. Kini energinya habis untuk meladeni kritik,” kata Dewi.
Psikolog Universitas Indonesia, Dewi Haroen berpendapat, perubahan sikap pada Jokowi tersebut justru dapat merugikan dirinya sendiri. "Dulu Jokowi tekenal dengan ra popo dan ra mikir, dia tidak terlalu peduli dengan kritik. Kini energinya habis untuk meladeni kritik,” kata Dewi.
Ogah Istirahat, Jokowi Blusukan Lagi
Calon presiden Joko Widodo membatalkan jadwal istirahatnya hari ini.
Usai menyambangi sejumlah pesantren di Jawa Barat, ia melanjutkan
kampanye ke sejumlah wilayah. "Hari ini saya mau ke Bogor, Depok, Bekasi
dan Karawang," ujarnya sesaat sebelum meninggalkan Hotel Holliday Inn,
Bandung, Jumat (4/7/2014).
Menurut jadwal, siang ini Jokowi akan menyambangi masyarakat dan para pedagang di pasar-pasar tradisional sambil membagi-bagikan kaus.
Menurut jadwal, siang ini Jokowi akan menyambangi masyarakat dan para pedagang di pasar-pasar tradisional sambil membagi-bagikan kaus.
Survei Psikolog: Jokowi Unggul di Bidang Seni Bukan Bela Diri
Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia melakukan survei
terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dari beberapa
parameter yang dinilai, salah satunya keindahan (musik, puisi, lukisan,
dan sebagainya) menempatkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla
mendapatkan perolehan skor lebih tinggi ketimbang pasangan Prabowo
Subianto dan Hatta Rajasa.
Jokowi Yakini Tidak Ada Kekacauan Terkait Pilpres
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini tidak akan ada kekacauan yang terjadi terkait Pilpres 9 Juli 2014, dengan catatan tidak ada oknum yang memanas-manasi emosi masyarakat.
"`Nggak` ada (kekacauan). Kita kan di bawah (bersama masyarakat) terus, `nggak` ada apa-apa. Yang penting jangan `ngompor-ngomporin`," kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/7/2014).
"`Nggak` ada (kekacauan). Kita kan di bawah (bersama masyarakat) terus, `nggak` ada apa-apa. Yang penting jangan `ngompor-ngomporin`," kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/7/2014).
Koran Jakarta Post Resmi Dukung Jokowi-JK
The Jakarta Post, harian bahasa Inggris terbesar di Indonesia, resmi mendukung pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014. Dukungan ini ditulis dalam tajuk rencana atau editorial, yang merupakan kolom kebijakan redaksi, Jakarta Post hari ini, Jumat (4/7/2014).
Jokowi Lanjutkan Kampanye ke Bogor Hingga Karawang
Meskipun telah diingatkan oleh Megawati agar tak mempercayai mitos "Menang di Jabar, Menag Pilpres", Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya akan melanjutkan rangkaian kampanyenya di Jawa Barat pada hari Jumat, dengan berkunjung ke Bogor, Depok, Karawang, dan Bekasi,
"Hari ini ke Bogor, Depok, Karawang, Bekasi," kata Jokowi di Bandung, Jumat (4/7/2014).
"Hari ini ke Bogor, Depok, Karawang, Bekasi," kata Jokowi di Bandung, Jumat (4/7/2014).
Mega: Jangan Percaya Menang di Jabar Menang Pilpres
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada pukul 09.00 WIB ini
menggelar apel siaga 1 untuk pemenangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf
Kalla. Ketua PDIP Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menyatakan apel
dilaksanakan di Alun-alun Bung Karno, Kabupaten Semarang.
“Apel dihadiri seluruh pengurus partai mulai dari anak ranting, pengurus anak cabang, dewan pengurus cabang, para anggota fraksi PDIP, dan lain-lain,” kata Heru, Jumat (4/7/2014).
“Apel dihadiri seluruh pengurus partai mulai dari anak ranting, pengurus anak cabang, dewan pengurus cabang, para anggota fraksi PDIP, dan lain-lain,” kata Heru, Jumat (4/7/2014).
Jokowi Sudah Kunjungi 100 Pesantren
Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi),
terhitung sudah menyambangi 100 pondok pesantren selama masa kampanye
terbuka, sejak 4 Juni 2014. Ponpes terpencar di Jawa Barat, Jawa Tengah,
dan Jawa Timur.
Jokowi, tanpa aling-aling, mengakui, mengunjungi ponpes bagian dari strategi untuk menangkal serangan kampanye hitam yang menyasar dirinya. Jokowi hendak meminta bantuan para kiai untuk meluruskan pelbagai isu SARA yang telah menggerus elektabilitasnya.
Jokowi, tanpa aling-aling, mengakui, mengunjungi ponpes bagian dari strategi untuk menangkal serangan kampanye hitam yang menyasar dirinya. Jokowi hendak meminta bantuan para kiai untuk meluruskan pelbagai isu SARA yang telah menggerus elektabilitasnya.
Kamis, 03 Juli 2014
Afgan Akhirnya Jatuhkan Pilihan Pada Jokowi Dengan Alasan Ini
Dukungan untuk bakal calon presiden Joko Widodo dari kalangan pelaku
industri musik kembali datang. Kali ini giliran penyanyi muda Afgansyah
Reza.
Di Twitter, pelantun "Jodoh Pasti Bertemu" itu mengutarakan alasannya memilih bakal calon presiden bernomor urut 2 itu.
"Dia bukan pemimpin yang cuma ngasih janji, dia berhasil bikin gw pengen ikut turun tangan buat memperbaiki Indonesia.
Di Twitter, pelantun "Jodoh Pasti Bertemu" itu mengutarakan alasannya memilih bakal calon presiden bernomor urut 2 itu.
"Dia bukan pemimpin yang cuma ngasih janji, dia berhasil bikin gw pengen ikut turun tangan buat memperbaiki Indonesia.
Obor Rakyat Diterbitkan untuk Hajar Jokowi
Ade Armando, pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), menilai bahwa tabloid Obor Rakyat sengaja diterbitkan untuk menebar kebencian dan menghasut, demi menjatuhkan kerdibilitas Joko Widodo (Jokowi) di pilpres.
"Seolah-olah produk yang isinya ada news-nya, padahal isinya mayoriras fitnah, sumpah serapah, bahkan sebabkan kebencian antar-golongan, jadi diadu domba antar-agama, cerita fiktif tentang Jokowi dan sebagainya," tandas Ade, dalam diskusi bertajuk "Obor Rakyat: Kebebasan Pers dan Kampanye Hitam", di Jakarta, Kamis (3/7/2014).
"Seolah-olah produk yang isinya ada news-nya, padahal isinya mayoriras fitnah, sumpah serapah, bahkan sebabkan kebencian antar-golongan, jadi diadu domba antar-agama, cerita fiktif tentang Jokowi dan sebagainya," tandas Ade, dalam diskusi bertajuk "Obor Rakyat: Kebebasan Pers dan Kampanye Hitam", di Jakarta, Kamis (3/7/2014).
Prabowo vs Jokowi, Priyayi vs Rakyat Jelata
Peneliti CSIS, Philips Jusario Vermonte, menyebut Pemilu Presiden 2014 ibarat pertarungan dua kubu yang tiada henti di tengah masyarakat feodal. Priyayi melawan wong cilik. Apa maksudnya?
"Kaum priyayi terganggu status quo-nya melihat orang yang bukan siapa-siapa amat populer dan mungkin saja jadi presiden," ujar Phillips dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (3/7/2014) malam.
"Kaum priyayi terganggu status quo-nya melihat orang yang bukan siapa-siapa amat populer dan mungkin saja jadi presiden," ujar Phillips dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (3/7/2014) malam.
Jokowi: Yang Kurus Juga Bisa Tegas
Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) memastikan bisa menjadi pemimpin tegas. Menurut Jokowi tidak ada korelasi antara ketegasan dengan perawakan badan.
"Dipikir Jokowi kurus begini gak bisa marah gak bisa? Dipikir yang tegas yang badannya gede? Nggak yang kurus juga bisa tegas," kata Jokowi saat berkampanye di Lapangan Kerkov Garut, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014) malam.
"Dipikir Jokowi kurus begini gak bisa marah gak bisa? Dipikir yang tegas yang badannya gede? Nggak yang kurus juga bisa tegas," kata Jokowi saat berkampanye di Lapangan Kerkov Garut, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014) malam.
Jokowi: Tidak Boleh Ada Pembiaran Kampanye Hitam
Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masyarakat sudah cerdas menyikapi kampanye hitam, namun dia meminta aparat kepolisian tetap mengusut hal tersebut agar tidak terkesan ada pembiaran.
"Saya kira itu (kampanye hitam) sudah lah kita serahkan ke masyarakat. Masyarakat sudah pintar, sudah cerdas, tapi tentu saja jangan ada pembiaran, harus diusut," kata Jokowi di Garut, Kamis (3/7/2014) malam.
"Saya kira itu (kampanye hitam) sudah lah kita serahkan ke masyarakat. Masyarakat sudah pintar, sudah cerdas, tapi tentu saja jangan ada pembiaran, harus diusut," kata Jokowi di Garut, Kamis (3/7/2014) malam.
Ketika Yuni Shara Jatuh Cinta pada Jokowi
Yuni Shara
akan terlibat meramaikan konser akbar bertajuk "Salam 2 Jari Menuju
Kemenangan bersama Jokowi-JK" di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan,
Jakarta, pada 5 Juli 2014.
Ibu dua anak tersebut sengaja terlibat sebagai bentuk dukungannya terhadap capres dan cawapres Jokowi-JK yang akan bertarung dalam Pilpres 2014, 9 Juli mendatang. Ia memberi dukungannya itu karena sebuah alasan.
Ibu dua anak tersebut sengaja terlibat sebagai bentuk dukungannya terhadap capres dan cawapres Jokowi-JK yang akan bertarung dalam Pilpres 2014, 9 Juli mendatang. Ia memberi dukungannya itu karena sebuah alasan.
Survei Psikolog: Jokowi-JK Lebih Hangat dan Terbuka
Survei Aspek Kepribadian Calon Presiden dan Wakil Presiden 2014 juga
menilai ciri extraversion (ekstrovert) kepribadian Calon Presiden
(Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) 2014 yang maju dalam Pemilu
Presiden 9 Juli mendatang.
Dimensi pertama sisi ekrovert yang dinilai, seperti dijelaskan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, terkait seberapa jauh sosok tersebut senang dan hangat berinteraksi dengan orang lain.
Dimensi pertama sisi ekrovert yang dinilai, seperti dijelaskan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, terkait seberapa jauh sosok tersebut senang dan hangat berinteraksi dengan orang lain.
Komentar Jokowi Tentang Putusan MK
Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan Pilpres hanya berlangsung satu
putaran tanpa melihat sebaran. Capres nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi)
mengapresiasi keputusan tersebut.
"Ya itu bagus, bagus! Bisa menghemat anggaran berapa triliun coba?" ujar Jokowi di Lapangan Kerkop, Garut, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014).
"Ya itu bagus, bagus! Bisa menghemat anggaran berapa triliun coba?" ujar Jokowi di Lapangan Kerkop, Garut, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014).
"Ki Jaka Winata" dari Garut untuk Jokowi
Tokoh adat Kampung Naga Ki Ade Suherli memberikan gelar kehormatan bagi capres Joko Widodo (Jokowi). Gelar tersebut diberikan saat Jokowi menghadiri acara buka puasa bersama masyarakat Pasundan di Lapangan Kerkop, Garut, Jawa Barat.
Survei Psikolog: Jokowi Tak Mudah Salahkan Orang Lain
Hasil Kajian Psikologi Politik memotret sisi explanatory style
kepribadian Calon Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang maju dalam
Pemilu Presiden 9 Juli mendatang. Seperti menilai apakah kalau ada
kegagalan atau keberhasilan itu penyebabnya karena dari luar diri atau
dalam dirinya.
Kicauan Sherina Munaf Pilih Jokowi Jadi Trending Topic
Penyanyi dan pencipta lagu berbakat, Sherina Munaf, sudah punya pilihan di Pilpres 9 Juli mendatang. Pelantun lagu Jalan Cinta itu memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden RI untuk lima tahun ke depan.
Dukungan Sherina itu dituliskan melalui akun Twitternya. Sherina juga membuat hastag #AkhirnyaMilihJokowi yang kemudian menjadi trending topic di Twitter.
Dukungan Sherina itu dituliskan melalui akun Twitternya. Sherina juga membuat hastag #AkhirnyaMilihJokowi yang kemudian menjadi trending topic di Twitter.
Hermawan Sulistyo berkisah tentang Prabowo
Prof. Hermawan Sulistyo, mantan Ketua Tim Investigasi Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kerusuhan Mei 1998, berkisah mengenai Prabowo pada satu acara yang diselenggarakan oleh Imparsial di Jakarta, 3 Juli 2014.
Langganan:
Postingan (Atom)






















