Jumat, 16 Mei 2014

Jokowi Banggakan Rusun Tambora, Rusun Pertama Yang Pakai Lift

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memantau pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) Tambora, Jakarta Barat. Jokowi yakin rusunawa tersebut akan selesai pada bulan September 2014 mendatang.

Sambut Lebaran Jokowi Siapkan Lahan Untuk PKL Musiman

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji akan menyiapkan lokasi untuk pedagang kaki lima (PKL) musiman khususnya pada Lebaran tahun ini.

Jokowi Tak Gentar Jika Harus Berhadapan Dengan Sri Sultan

Satu lagi nama yang mendadak muncul dalam bursa calon Presiden 2014. Dia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X. Raja Yogyakarta itu disebut-sebut akan diusung Partai Demokrat sebagai capres.
Joko Widodo sebagai capres dari PDI Perjuangan, NasDem, dan PKB mengaku tidak khawatir saat diminta tanggapan soal hal tersebut. Walaupun, ada perolehan suara di Yogyakarta akan terpecah.
"Sri Sultan sangat bagus, ya semua kan tergantung masyarakat," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (16/5/2014).

Mega Minta Masyarakat Sabar Tunggu Cawapres Jokowi

Sosok siapa cawapres Joko Widodo (Jokowi) masih dirahasiakan rapat-rapat oleh PDIP. PDIP meminta masyarakat agar menunggu dan bersabar apabila ingin mengetahui siapa cawapres Jokowi.
"Saya kan selalu bilang sabar aja, dari hari ini sampai tangal 20 masih ada kesempatan," ujar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnooputri usai peletakan batu pertama kantor DPP PDIP lama di Jalan Diponegoro No 58, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2014).

Brak! Pegangan JPO Roboh Saat Jokowi Resmikan Pasar

Pegangan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Jakarta Barat, roboh. Pegangan jembatan itu roboh saat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, meresmikan Pasar Jembatan Dua yang ada di jalan tersebut, Jumat (16/5/2014).
Pria dengan panggilan Jokowi tampak mengenakan baju koko dengan selendang merah. Dia tiba di lokasi pukul 11.15 WIB dan langsung menandatangani prasasti tanda resminya pasar tersebut.
Saat Jokowi ngeloyor ke seluruh kios di pasar itulah, pegangan JPO rubuh dan hampir menimpa seorang bocah yang menuruni anak tangga.

Resmikan Pasar Jembatan Dua

Gubernur DKI, Joko Widodo meresmikan pasar Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat. Pasar ini dibangun dengan konsep semi modern.

Jokowi tiba di lokasi pasar sekitar pukul 11.15 WIB. Jokowi yang mengenakan kemeja koko dan mengalungkan sarung di lehernya langsung disambut warga dan pedagang yang telah menunggunya.

Ia langsung menuju halaman pasar yang dijadikan tempat peresmian. Jokowi didampingi Walikota Jakarta Barat, Anas Efendi, dan Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis.

PKB Tolak Golkar dalam Koalisi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi sinyal agar Megawati Soekarnoputri menolak bergabungnya partai Goklar ke poros koalisi PDIP-Nasdem-PKB. Alasannya partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu ingin koalisi yang ramping.
"Kalau (PDIP) menerima partai baru (Golkar) atau tidak itu hak penuh PDIP- Jokowi (Joko Widodo) dan Bu Mega. Tapi kami ingin kerjasama yang ramping dan solid," kata Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (16/5/2014).

Jokowi Sanggah Pengumuman Cawapres Tergantung Rapimnas Golkar

Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pengumuman calon wakil presiden (cawapres) yang akan dipasangkan dengannya tidak bergantung pada hasil rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Golkar. Menurut Jokowi, pengumuman cawapres hanya perlu menunggu momentum yang baik."Enggak, enggak ada," ujar dia ketika dikonfirmasi, Jumat (16/5/2014).
Lalu, apakah cawapres Jokowi akan diumumkan hari ini? Sebab, dia pernah berisyarat bahwa cawapres akan dideklarasikan pada hari Jumat, seperti deklarasi pencapresannya. "Bisa hari ini, ini kan masih jam 11.

PDIP Bangun Tempat Pelatihan Kader di Menteng

Sejumlah pengurus berkumpul di kantor lama DPP PDIP di Jalan Diponegoro no 58, Menteng, Jakarta Pusat. Perkumpulan itu dalam rangka peletakan batu pertama untuk pembangunan kantor DPP PDIP yang lama.
Pantauan merdeka.com, Jumat (16/5/2014) tampak hadir Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Puan Maharani, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga dan petinggi-petinggi lain. Rencananya, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan calon presiden PDIP Joko Widodo (Jokowi) akan hadir.

Yuddy Chrisnandi Berharap Partainya Mendukung Pencalonan Jokowi

Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi secara pribadi berpendapat Partai Hanura idealnya berkoalisi dengan PDIP mengusung Joko Widodo sebagai Capres.
"Kalau saya sejak sebelum Rapimnas Hanura sudah menyuarakan agar Hanura berkoalisi dengan PDIP," kata Yuddy ketika dikonfirmasi, Jumat (16/5/2014).
Meskipun demikian, Yuddy mengatakan keputusan berada di tangan ketua umum Hanura Wiranto. "Tetapi komunikasi politik ketua umum panjang sekali sebab pertimbangannya banyak," kata Yuddy.

Tanpa Golkar, PKB Jamain Pemerintahan Jokowi Tetap Efektif

Partai Golkar terlihat semakin mesra dengan PDIP dan dikabarkan bakal bergabung dengan PKB dan NasDem untuk mengusung Jokowi sebagai presiden. Namun niatan ini dipandang sinis oleh PKB yang lebih ingin koalisi dengan jumlah parpol yang tidak banyak.
Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, tanpa Golkar pihaknya sudah yakin mampu membangun pemerintahan yang solid dengan jumlah koalisi yang ramping.

Duet Jokowi-Ical Tak Mungkin Terjadi!

Duet Joko Widodo (Jokowi)-Aburizal Bakrie (Ical) dinilai tak mungkin terjadi. Jika keduanya berpasangan, PDIP harus siap-siap kehilangan suara di Jawa Timur.
"Kalau jadi koalisi (PDIP dengan Golkar) pasti ada kompensasi, bukan cawapres tapi yang lain. Karena tak mungkin Jokowi-Ical, karena kaum Jawa Timur akan lari semua," kata pengamat politik, AS Hikam, kepada Okezone.

MS Hidayat Paham Ekonomi

Siapa yang akan menjadi pendamping calon presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi tanda tanya besar sampai saat ini. Namun, beberapa kalangan menilai pendamping yang layak menemani Jokowi adalah seorang yang mengerti dunia perekonomian baik dalam negeri dan internasional.
Saran tersebut disampaikan pengamat ekonomi Laksita Utama Suhud melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (16/5/2014). Menurut Laksita, pendamping Jokowi haruslah seseorang yang mengerti birokrasi pemerintahan serta bisa mengendalikan perekonomian dan memiliki jiwa seorang pengusaha.

Faisal Basri: Darmin Nasution Cocok Dampingi Jokowi

Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai sosok Darmin Nasution layak mendampingi Jokowi sebagai calon presiden. Darmin dinilai layak karena pengalamannya di sektor ekonomi negara.
"Darmin salah seorang ahli keuangan yang dimiliki Indonesia," katanya di Jakarta, Kamis (16/5/2014).

Siapa yang Paling Pas untuk Dampingi Jokowi?

Capres PDIP Jokowi belum mempunyai pasangan Cawapres. Selama ini memang sudah ada beberapa nama beredar, mulai dari JK, Abraham Samad, Mahfud MD, atau juga Puan Maharani. Jokowi memang sudah menyebut Cawapres dia sudah mengerucut pada dua nama. Siapa orangnya Jokowi masih merahasiakannya.
Namun menurut pengamat politik UGM, Arie Sudjito saat ini diinternal PDIP juga koalisi partai, dan tim Jokowi masih tarik ulur nama. Ada perhitungan politik di parlemen, juga perhitungan jalannya pemerintahan.
"Mereka sedang menimbang-nimbang," kata Arie saat berbincang, Jumat (16/5/2014).

Koalisi Kerempeng Jokowi Jadi Gemuk, Jaminan Pemerintahan Berjalan Lancar?

NasDem dan PKB sudah resmi menyatakan dukungan pencapresan Joko Widodo. Dua partai lain, Hanura dan Golkar, juga mulai merapat. Koalisi gemuk ini bisa menjamin pemerintahan ke depan bakal berjalan lancar?
Pengamat politik Arya Fernandez menganalisa jika PDIP bakal sulit menolak seandainya Hanura dan Golkar memutuskan ikut bergabung dengan Jokowi. Pasalnya, Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden juga terus melakukan manuver.
"Saya tidak yakin jika tidak ada proses tawar menawar. Tidak mungkin tidak ada kompensasi, istilahnya tidak ada makan siang yang gratis," jelas Arya saat dihubungi, Jumat (16/5/2014).

Kamis, 15 Mei 2014

Jawaban Malu-malu Mau Abraham Jadi Cawapres Jokowi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memang ramai diwacanakan mencajadi cawapres PDIP Joko Widodo (Jokowi), bersama sejumlah tokoh lain, misalnya Mahfud MD dan Jusuf Kalla (JK).
Tapi di antara ketiga nama itu, nama Abraham memang paling santer dikabarkan bakal digaet PDIP menjadi cawapres pada pilpres 9 Juli nanti.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, mengatakan siapa cawapres pendamping Jokowi akan diumumkan dalam rentang tanggal 10 hingga 18 Mei, atau dalam pekan-pekan ini. Namun dari sejumlah nama sepertinya nama Abraham Samad terkuat.

Jokowi Baru Sadar Elektabiltiasnya tak Setinggi yang Dibayangkan

Tampak ada kesimpangsiuran dalam proses pemilihan bakal calon wakil presiden bagi Joko Widodo.
Pengamat politik, Hendri Satrio, menegaskan, bila benar elektabilitas Jokowi sebagai capres paling tinggi, seharusnya Gubernur DKI Jakarta itu tidak pusing menentukan cawapresnya.
Karena dengan siapapun dia dipasangkan, mestinya menang. Termasuk bila dipasangkan dengan Puan Maharani, kata Hendri lewat pesan singkat seperti yang dilansir RM Online, Kamis (15/5/2014).

Putri Rhoma Irama Akui Lagi Galau Jika Jokowi Maju Capres

Putri Rhoma Irama, Debby Rhoma, mengaku kaget karena status yang di-posting-nya di Facebook menjadi pembicaraan di sejumlah media online. Di dalam status itu, Debby menuliskan kegalauannya jika Jokowi maju sebagai capres. Dia mengancam akan pindah ke luar negeri jika Jokowi menjadi presiden.
Menurut Debby, status itu di-posting-nya karena kesal Jokowi tak menuntaskan tanggung jawabnya di Ibu Kota. Padahal, sebut Debby, ia mengagumi sejumlah program pelayanan publik yang dianggapnya banyak kemajuan pada era kepemimpinan Jokowi.
"Saat orang lagi senang-senangnya, tahu-tahu Jokowi meninggalkan kita semua di Jakarta untuk jadi capres. Sebagai warga Jakarta, saya sangat kesal. Jadi, saya tuangkan dalam tulisan itu," ujar Debby saat dihubungi, Kamis (15/5/2014).
Ia menyatakan kecewa dengan keputusan Jokowi meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Padahal, kata dia, Jokowi sudah bersumpah menuntaskan tugasnya.

Merapat ke Jokowi, Denny JA Bikin Puisi

Belum lama ini pelopor lembaga survei politik di Indonesia, Denny JA membuat kejutan dengan menyampaikan dukungannya ke Joko Widodo alias Jokowi yang menjadi calon presiden (capres) dari PDIP. Denny yang sebelumnya dikenal sebagai konsultan politik bagi Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie itu bahkan mengaku siap mengantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan.
Belakangan Denny membeber alasannya mendukung Jokowi. Menurutnya, ada faktor ideologis sehingga mendukung Jokowi di pemilu presiden (pilpres) Juli nanti.

Jokowi Diminta Tidak Memilih Cawapres Kontroversial

Calon presiden (Capres) dari PDIP Joko Widodo (Jokowi) diminta tidak salah memilih calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampinginya. Jokowi jangan sampai memilih Cawapres yang kontroversial dan penuh resisten dari masyarakat.
Peneliti senior dari LIPI, Siti Zuhro mengatakan, Jokowi harus memilih Cawapres yang mampu meningkatkan elektabilitasnya.
"Cawapres harus tepat, tidak timbulkan kontroversi dan resisten. Revolusi mental berawal dari ketepatan Jokowi memilih pendampingnya. Kalau Cawapres yang dipilih bermasalah maka gagasan Jokowi perlunya revolusi mental tidak pernah akan terjadi," kata dia dalam diskusi bertajuk Revolusi Mental Ala Jokowi, di Jakarta, Kamis (15/5/2014) petang.

Awas Jebakan! JK Bisa Jadi Bumerang Bagi Jokowi!

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie telah menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis (15/5/2014). Pertemuan Ical -sapaan akrab Aburizal Bakrie- dengan Mega sudah bertemu dua kali dengan calon presiden (capres) yang diusung oleh PDIP, Joko Widodo.
Namun, menurut pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens, pertemuan itu belum tentu menjadikan sinyal bahwa kedua partai besar ini akan berkoalisi di pilpres 9 Juli nanti.

Survei: Jokowi-Dahlan Iskan Tertinggi

Keterpilihan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mencapai titik tertinggi bila berpasangan dengan Dahlan Iskan (41,83%), Mahfud MD (40.55%), atau Jusuf Kalla (40,73%).
Peneliti senior Founding Fathers House (FFH) Dian Permata mengungkapkan hal itu saat memaparkan hasil survei cawapres yang berpotensi dipasangkan dengan capres lain yang dilakukan oleh Founding Fathers House (FFH), dengan tajuk diskusi Mantenan Politik 2014-2019 : Versi Rakyat Vs Versi Elit, di Jakarta, Kamis (15/5/2014).

Koalisi Tiga Parpol Pendukung Jokowi sudah Ramping

Koalisi parpol untuk mendukung pengajuan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) yang terdiri dari PDIP-NasDem-PKB sudah ramping.
"Jika Partai Golkar bergabung dengan PDIP, akan terjadi koalisi tambun atau koalisi yang besar. Bahkan melebihi koalisi yang dibangun oleh Gerindra, PKS, PPP dan PAN," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro di Jakarta, Kamis (15/5/2014)
Dia mengatakan itu dalam diskusi dan pemaparan hasil survei cawapres yang berpotensi dipasangkan dengan capres lain yang dilakukan oleh Founding Fathers House (FFH), dengan tajuk diskusi Mantenan Politik 2014-2019 : Versi Rakyat Vs Versi Elit.

Internal Golkar Yang Ingin Barokah Jokowi

Politisi senior Partai Golkar yang duduk di dewan pertimbangan (wantim) partai beringin itu mengusulkan agar Akbar Tandjung menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo dalam pemilu presiden (pilpres) Juli nanti. Setidaknya 16 anggota Wantim Golkar telah menandatangani surat pernyataan dukungan agar Akbar menjadi cawapres bagi capres asal PDIP yang dikenal dengan sapaan Jokowi itu.
Salah satu anggota Wantim Golkar, Mahadi Sinambela mengatakan, surat pernyataan dukungan agar Akbar mendampingi Jokowi di pilpres ditandatangani Rabu (14/5/2014).

Sabam Sarankan Demokrat dan Golkar Jadi Oposisi

Politisi senior Sabam Sirait meminta Partai Golkar berkoalisi dengan Partai Demokrat pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Menurutnya, Golkar sebaiknya tidak merapat ke PDI Perjuangan.
"Biarlah mereka jadi oposisi. Golkar kan belum pernah jadi oposisi. Coba Golkar dan Demokrat merasakan oposisi lah," kata Sabam di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 15 Mei 2014.

Ical dan Jokowi Tak Hadiri Ultah JK

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) kemungkinan batal berkunjung ke rumah Jusuf Kalla (JK) di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2014). Info tersebut diungkapkan salah satu petugas pengamanan di rumah JK yang enggan disebutkan namanya.
Sumber di rumah JK tersebut mengatakan, pembatalan kedatangan Ical di acara ulang tahun JK disampaikan sendiri oleh Ical melalui sambungan telepon di dalam rumah JK.
"Terkait alasan pastinya kenapa beliau tidak datang, kami kurang tahu. Yang jelas, Pak Ical tidak jadi datang malam ini begitu pun juga dengan Pak Jokowi yang sudah izin tidak datang mengunjungi JK saat dikonfirmasi Kamis siang," ungkap dia.