Selasa, 01 April 2014

Jokowi Tak Takut Tambah Bus Transjakarta

Kasus korupsi yang mengganjal pengadaan bus transjakarta dan bus kota terintegrasi bus transjakarta (BKTB) tidak membuat Gubernur Jakarta Joko Widodo takut untuk pengadaan bus baru.
"Kan masih macet, pasti butuh bus dong. Masa gara-gara ada kasus, berhenti. Namanya penakut itu," ujar Jokowi di Balaikota, Selasa (1/4/2014).
Jokowi yakin pengadaan bus melalui APBD 2014 ini lebih baik daripada sebelumnya.

Jokowi "Cueki" Pendemo dari HMI

Dua kelompok massa berunjuk rasa di Balaikota, Jakarta, Selasa (1/4/2014) pagi. Kelompok yang pertama adalah Aliansi Warga Jakarta, pihak yang mendukung pencalonan Jokowi menjadi presiden. Kelompok kedua ialah dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menuntut Jokowi untuk bertanggung jawab terkait kasus korupsi pengadaan ratusan bus transjakarta dan bus kota terintegrasi bus transjakarta (BKTB).

Jokowi Kukuhkan Dewan Transportasi Kota Jakarta Periode 2014-2017

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengukuhkan Dewan Transportasi Kota yang baru. Dalam formasi ini, sejumlah pihak terkait dunia transportasi Jakarta dimasukkan ke dalam keanggotaan.
"Saya kukuhkan saudara sebagai anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta tahun 2014 hingga 2017. Saya percaya saudara-saudara bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita," kata Jokowi saat melantik anggota DTKJ di Balai Agung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (1/4/2014).

Jokowi Soal Pengamanan Capres: Penting Dong, Tapi Biasa Saja

Kandidat tunggal Capres PDIP Joko Widodo menanggapi biasa penambahan pengamanan terhadap dirinya. Peningkatan pengamanan itu menyusul adanya kabar ancaman terhadap para capres yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kalau pengamanan kita kan sudah diberi dari Polda. Ya saya diberi ya penting dong," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (1/4/2014).

Luhut Dukung Jokowi Capres, Bagaimana Sikap Ical?

Jenderal (Purnawirawan) Luhut Binsar Panjaitan memberi respon paling cepat menyikapi pencapresan Jokowi. Sesaat setelah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengumumkan nama Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Jumat (14/3) lalu, Luhut langsung menggelar jumpa pers.
Bertempat di Wisma Bakrie 2 jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan Luhut yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya itu memuji sikap Megawati. Keputusan menyerahkan mandat kepada Jokowi menurut Luhut adalah sesuatu yang luar biasa.

Massa Beri Jokowi Tiket Kereta Kencana Nomor 1 ke Istana

Sekitar 50 orang berdatangan ke Balai Kota untuk menyatakan dukungan kepada Jokowi. Mereka memberikan tiket kereta kencana menuju Istana.
Dari 50-an orang itu, sebanyak 18 orang dipersilakan masuk ke teras Balai Kota untuk bertemu Jokowi. Mereka menyerahkan replika tiket kereta kepada Jokowi.
"Ini namanya tiket kedaulatan rakyat, kami siap mendukung Jokowi untuk menang di Pilpres. Ini adalah tiket dari Balai Kota menuju Istana Negara dengan tanggal keberangkatan 9 Juli dengan nomor kursi 1," ujar koordinator aksi, Endo Kosasih, kepada Jokowi di teras Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2014).

Boy Sadikin: Kenapa Masih Ada yang Meragukan Jokowi?

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Boy Bernardi Sadikin mengklaim calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo mampu membawa harum nama Indonesia di mata internasional. Pernyataan ini sekaligus mematahkan anggapan beberapa pihak yang mengatakan bahwa Jokowi belum memiliki pengalaman memimpin bangsa dan kurang baik dalam hal diplomasi ke negara lain.
"Semangat juangnya Pak Jokowi untuk memimpin dan mengabdi, kenapa masih ada yang meragukan?

Jokowi: Tidak Minta tapi "Nyindir-nyindir", Sama Saja Pungli

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui masih ada penyimpangan pada pelaksanaan program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Hal itu akan tetap menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan program andalannya tersebut.
"Kami mendapatkan pungli. Meski kecil dan tidak minta, tapinya nyindir-nyindir, sama saja, itu pungli juga," ujar Jokowi kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2014) pagi.
Kendati demikian, Jokowi menegaskan bahwa meski terjadi satu dua kasus penyimpangan seperti itu, tidak dapat dikatakan jika program tersebut gagal sepenuhnya.

Jokowi Akui Ada Pungli dalam Dana Kartu Jakarta Pintar

Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis ada aduan orang tua murid terkait dugaan pungli oleh oknum sekolah pada dana Kartu Jakarta Pintar (KJP). Gubernur DKI, Jokowi Widodo mengaku juga mendapatkan laporan serupa.
"Ya kami mendapatkan itu juga, ada pungli juga, meski punglinya kecil-kecil tapi tetap nggak boleh juga,"kata Gubernur DKI, Joko Widodo di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2014).
Laporan yang diterimanya serupa dengan yang dipaparkan ICW. Dugaan pungli tersebut tak diminta secara langsung namun melalui sindiran.

Terlambat Ngantor

Gubernur DKI, Joko Widodo pagi ini baru tiba di Jakarta usai keliling kampanye di beberapa kota. Akibatnya, ia pun terlambat  datang ke kantor.
Selasa (1/4/2014), Jokowi tiba di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat sekitar pukul 08.30 WIB. Saat datang, ia sudah mengenakan baju kemeja putih khas blusukannya. Ia sempat meladeni beberapa warga yang sudah menunggu untuk bertemu dengannya.
Ia pun hanya tersenyum tipis pada pewarta yang menyapa saat ia baru tiba.
Saat disinggung soal keterlambatannya, Jokowi hanya tersenyum. Karena terus ditanya oleh wartawan, ia kembali tersenyum dan akhirnya menjawab.

Senin, 31 Maret 2014

Ngawur Berat Jika Jokowi Presiden Kasus BLBI Terulang Lagi

Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI) Ichsanuddin Noorsy mengaku heran dengan adanya pihak yang menyebut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) bakal terulang jika Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi Presiden 2014. Ichsanuddin menilai, orang-orang yang memiliki anggapan demikian adalah ngawur.
"Ngawur itu," kata Ichsanuddin dalam sebuah forum diskusi di Jakarta, Senin (31/3/2014).

INES Coba Pecah Belah PDIP dengan Menyebut Pencapresan Jokowi Bisa Sewaktu-waktu Dibatalkan oleh Mega

Direkur Eksekutif Lembaga survei yang berafiliasi pada Partai Gerindra, Indonesia Network Election Survey (INES), Irwan Suhanto menilai pencapresan bakal calon presiden PDIP, Joko Widodo (Jokowi) belum final. Menurutnya, meski telah diberikan mandat oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, pencapresan Jokowi masih bisa berubah.
"Hasil keputusan kongres PDIP terakhir itu pencapresan kembali untuk Megawati, dan Megawati diberikan mandat untuk memilih siapa capres PDIP. Nah Jokowi itu sesuai mandat Megawati, tapi hasilnya dilihat nanti setelah pileg 9 April besok," kata Irwan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2014).

Megawati Samakan Jokowi dengan Bung Karno

Megawati Soekarno Putri menjadi magnet yang luar biasa. Kader dan simpatisan seolah terhanyut dalam orasinya. Di depan massa yang berjumlah puluhan ribu orang dengan lantang Megawati menyerukan agar warga PDIP memilih Jokowi menjadi presiden, Senin (31/3/2014).
Ia bahkan menyamakan Jokowi dengan sosok ayahnya. Ia menceritakan pengalaman Bung Karno yang ia sebut sama dengan Jokowi. "Kenapa Jokowi jadi capres? Tidak semua capres harus dari ketua umum partai, tapi itu sudah takdirnya, seperi Bung Karno, ratusan tahun Indonesia dijajah tapi tidak ada yg bisa menyatukan masyarakat sehingga muncul pemimpin sejati Bung Karno," teriaknya lantang kemudian disambut sorak sorai pendukung.

Jelang Masa Tenang Kampanye, Jokowi Fokus Sasar Suara Golput Lewat Sosmed

Lima hari lagi akan segera memasuki masa tenang kampanye. Di hari kampanye yang tersisa ini, calon presiden (capres) yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan fokus untuk menyasar suara golput di beberapa daerah untuk memilih PDIP.
"Kalau fokus di darat kita hanya menghabiskan tempat-tempat yang golputnya masih banyak," kata Jokowi usai memberikan pembekalan dan pemantapan saksi dari PDIP di Gedung Gasibu Swadaya, Pacitan, Jawa Timur, Senin (31/3/2014).

Jokowi Dipastikan Tidak Kampanye di Ambon

Kandidat tunggal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) dipastikan tidak berkampanye di Kota Ambon, Maluku, pada 3 April.
Sekretaris DPD PDI-P Maluku, Evert Kermitte, Senin, mengatakan, kepastian Jokowi tidak berkampanye pada Kamis (3/4) diperoleh setelah berkoordinasi dengan dewan pimpinan pusat.
DPP PDI-P berpendapat belum saatnya Jokowi dan Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri maupun juru kampanye nasional berkampanye di Ambon untuk pemilihan legislatif 9 April 2014.

Banyak Yang Minta Aher Bersanding dengan Jokowi

Bakal calon presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan (Aher) mengakui bahwa banyak yang meminta dirinya bersanding dengan Joko Widodo (Jokowi) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maju ke gelanggang pemilihan umum presiden (pilpres) Juli 2014.

Jokowi Yakin PDIP Menang di Pacitan

Bakal calon presiden yang diusung oleh PDIP, Joko Widodo (Jokowi) hari ini memberikan pembekalan dan pemantapan saksi kader PDIP di Pacitan, Jawa Timur. Jokowi yakin PDIP bisa memenangi suara di kampung halaman Presiden SBY ini.
"Saya minta seluruh kader bekerja keras. Awasi TPS. Walaupun saya yakin sebenarnya kita sudah menang, ya kita sudah menang, tapi masih tipis. Buat seolah-olah kita belum menang.Kitaharus menang tebal, mutlak, jangan tipis," ujar Jokowi di hadapan ratusan kader dan simpatisan PDIP di gedung Gasibu Swadaya, Pacitan, Jawa Timur, Senin (31/3/2014).

Uniknya Menyambut Jokowi di Pacitan

Beragam cara unik dilakukan warga Pacitan untuk menyambut kedatangan Jokowi, Senin (31/3/2014) sore. Seperti dilakukan Agus Suyono (52). Pria warga Arjowinangun ini sengaja menciptakan topeng banteng. Asesoris berbahan organ serba sapi itu dikenakannya untuk menyongsong kedatangan tokoh yang identik dengan tradisi blusukan.
"Saya membuatnya selama hampir 1 bulan," ujar Agus ditemui wartawan di Alun-alun Pacitan.
Pria berjuluk Kancil itu menuturkan, rencana membuat topeng dilakukannya secara tidak sengaja. Untuk menjadi sebuah topeng, dirinya menyiapkan helm bekas.

Akbar Akui Masih Terlalu Dini Pertanyakan Kesediaannya Dampingi Jokowi

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Akbar Tandjung mengaku bersedia dipinang partai lain sebagai calon wakil presiden. Namun, Akbar belum menetapkan kriteria seperti apa calon presiden yang ia harapkan untuk dampingi.
Kepada wartawan di kediamannya di Jalan Purnawarman, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2014), Akbar mengatakan soal kriteria, hal itu akan dibahas setelah pemilihan legislatif (Pileg) 9 April mendatang.

Koalisi Akan Sebabkan Langkah Jokowi Terbatas

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menargetkan partainya meraih minimal 20 persen suara di Pemilu Legislatif jika ingin sukses mencalonkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden. Namun, jika tidak memenuhi target, PDIP harus berkoalisi.
"Jika bergabung dengan partai lain, maka Jokowi tidak bisa bergerak sendiri. Pemimpin harus bisa memimpin keputusan sendiri," ujar Mega di Manado, Minggu (31/3/2014).

Jokowi Batal Hadir, Ribuan Kader PDIP Trenggalek Kecewa

Ribuan kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kecewa dan marah-marah lantaran Joko Widodo (Jokowi) batal hadir dalam acara pembekalan saksi, Senin.
"Pak Jokowi harus segera ke Solo dan terbang kembali ke Jakarta karena dipanggil Ibu Megawati malam ini juga," ujar Ketua DPC PDIP Trenggalek Mulyadi WR mengumumkan ke para kader dan simpatisan PDIP.
Namun, kader dan simpatisan PDIP yang telah menunggu Jokowi sekira delapan jam itu memperlihatkan kekecewaannya dengan membanting meja dan kursi, sehingga suara Mulyadi, yang juga Bupati Trenggalek, menjadi tenggelam oleh suara riuh massa.

Surva-surve INES: Elektabilitas Prabowo Kalahkan Jokowi

Lembaga survei Indonesia Network Election Survey (INES) yang berafiliasi pada Parati Gerindra, merilis hasil survei Elektabilitas Parpol dan Capres Jelang Pemilu 2014 di di Hotel Sari Pan Pacific, Jakata 31 Maret 2014. Gerindra, PDIP, dan Golkar menempati posisi tiga besar.
"Gerindra dengan persentase sebesar 25,1%, PDIP dengan eletabilitas 21,1% dan Golkar dengan 18,9%," kata Direktur Executive INES, Irwan Suhanto
Berikutnya, Demokrat memeroleh 7,5%, Hanura 7,2%, PKS 4,7%, Nasdem 4,1% dan PPP 3,6%.

Salam Jokowi untuk Warga Manado: Tolong Bantu Saya

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi jurkam di Lapangan KONI Sario Manado, Sulawesi Utara. Mega pun menyampaikan salam khusus dari calon presiden PDIP, Joko Widodo (Jokowi) untuk warga Manado.
"Tadi sebelum ibu ke sini, Pak Joko Widodo bilang 'Bu, salam saya kepada masyarakat di Sulawesi Utara," kata Mega dalam orasi politiknya, Senin (31/3/2014).

Dibolak-dibalik, Semua Bandot Tua Tetap Saja Loyo Hadapi Jokowi

Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada Maret 2014 menggelar survei untuk mengetahui elektabilitas calon presiden. Survei itu membuat tiga skenario calon presiden.
Hasilnya, dengan skenario apapun, calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) Joko Widodo alias Jokowi selalu tampil sebagai pemenang.

Kumpulkan Saksi, Jokowi Sekaligus Kampanye di Ponorogo

Siang ini, Senin (31/3/2014), bakal calon presiden PDIP Joko Widodo mengumpulkan ratusan saksi yang akan memantau jalannya pemungutan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg).
Pertemuan tersebut dilaksanakan di Gedung kesenian Ponorogo, Jalan Pramuka, Kabupaten Ponorogo. Awalnya, pria yang akrab disapa Jokowi ini bercerita mengenai bagaimana awalnya ia melakukan deklarasi di Rumah Si Pitung di kawasan Marunda, Jakarta Utara.
"Pertama, saya disuruh ke kampus bicara pancasila, kemudian jangan kemana-mana selain kawasan Marunda. Lalu pada akhirnya saya diberi mandat dan mengumumkannya tanpa disaksikan banyak orang," kata Jokowi.

Mega: Jokowi Punya Prinsip dan Keyakinan

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, membantah anggapan Joko Widodo sebagai capres boneka. Jokowi memiliki sikap dan pendirian teguh dalam setiap memimpin.
"Tidak mungkin, karena saya tahu dia (Jokowi) orangnya punya prinsip, keyakinan," kata Mega saat berkampanye di Lapangan KONI Sario Manado, Sulawesi Utara, Senin (31/3/2014).

Jokowi Nilai Pemerintah Tak Serius Pasarkan Kerajinan Rakyat

Kandidat tunggal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi pengrajin anyaman bambu milik Pak Warno Mudin di Desa Ringin Agung, Magetan, Jawa Timur.
Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah pusat kali ini tidak serius memasarkan kerajinan ke luar negeri. Ini terlihat dari harga kerajinan tangan di Indonesia masih sangat rendah.
Jokowi mengungkapkan, salah satu komoditas eksport yang diminati manca-negara adalah anyaman bambu. Bahkan kualitas yang dimiliki Indonesia sudah di atas rata-rata. Namun tidak dapat bersaing karena kurangnya pemasaran.